Bukan Anggur dan Rembulan

Aku sadar menikah bukanlah anggur dan rembulan,

tapi juga duri dan empedu

Aku sadar menikah bukanlah tujuan,

melainkan sarana dan tahapan

Aku sadar menikah bukanlah akhir,

tapi awal kisah cinta

Karena menikah bisa menjelma surga,

namun bisa juga neraka

Bogor, 12 Juli
2006

Advertisements
Next Post
Leave a comment

13 Comments

  1. dan menikah bukan juga merupakan prestasi…
    jadi jangan sok pada unjuk gigi…
    mudah2an dapat berkah ilahi…
    jadi keluarga sakinah mawaddah warrohmah(i)..

    sory maksa dikit..!!

    kwarnas, 120706

    Reply
  2. sepokat!… eh salah, SEPAKAT!

    Reply
  3. bukan juga sepakat atau tidak sepakat,
    karena perlu kata mufakat,
    agar selamat sampai akhirat,
    sehingga tidak tersesat,…

    hayyah…!!
    🙂
    nb. gambarnya berubah lagi nih

    Reply
  4. jat, sendu sekali puisimu!
    seperti orang yang patah hati…
    mamaku saja yang pisah dari papa
    pas daku kelas 2 smp,
    selalu berkata:
    “keputusan mama adalah yang terbaik!”
    cheer up will you?

    Reply
  5. mmmm…

    Reply
  6. puisi ini terinspirasi sebuah sms curhat seorang teman yang baru beberapa bulan menikah.
    btw, thanx 4 the spirit yud! I'll cheer up…!

    Reply
  7. kenapa perumpamaannya anggur dan rembulan ya?

    Reply
  8. iya…kok angur dan rembulan?
    tambahan teh…Menikah bukan pelarian masalah, tapi bisa jadi gudang masalah baru hehehehe….

    Reply
  9. anggur dan rembulan kan identik dengan suasana romantis (baca: candle light dinner. Red).
    Yeah… setiap fase hidup kita adalah 'masalah'. Kesimpulannya; kalo gak mau ngadepin masalah, meninggal aja…

    Reply
  10. pernikahan adalah ajang untuk berkompromi
    dan tentu saja bertoleransi
    bukan berarti selalu mengalah
    tetapi adalah sebuah seni berkomunikasi secara indah

    🙂 pernikahan tergantung kita mengambil sudut pandangnya dari mana
    kalau inginnya selalu surga,
    jangan pernah melihatnya sebagai neraka

    adeuh adeuh.. bentar lagi nikaah 😉

    Reply
  11. jadi pengen nikah…

    *lho 😀

    Reply
  12. iya ambu, kudu berguru nih sama ambu piki yang udah berpengalaman 😉

    Reply
  13. ah mbak je bisa aja, kan mbak je pengetahuan agamanya lebih luas, nah silahkan saja diterapkan.. insya allah, sedap 😉

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: