Menunggu

Kalau ditanya hal apa yang aku benci, salah satunya adalah “menunggu”.
Ironisnya, saat ini aku tengah melakukan hal yang kubenci. Ya, aku
melakukan aktivitas menunggu…

Seseorang pernah bilang, “Jangan ditunggu, nanti jadi (terasa) lama”.
Well yeah… menunggu jelas membosankan, makanya aku benci. Tapi
ternyata mau tidak mau, aku harus menunggu. Bahkan KITA semua ternyata
harus menunggu.

Yeah… menunggu atau menanti ternyata aktivitas ‘membosankan’ yang
tengah kita lakukan. Mulai dari menunggu bus jemputan, menunggu giliran
tes kesehatan, menunggu pengumuman kelulusan, menunggu ‘kedatangan sang
pangeran’, menunggu tanggal pernikahan, menunggu kelahiran, hingga
menunggu maut.

Namun seringkali makna menunggu ini kita sempitkan. ‘Menunggu’ menjadi
sebatas menunggu sesuatu yang sifatnya keseharian saja, seperti
menunggu jemputan, menunggu kedatangan teman, atau menunggu pengumuman
kelulusan. Padahal dalam hidup ini, setiap diri tengah menunggu maut.
Namun kita tidak menyadari, kalau sejatinya kita tengah menunggu
giliran dipanggil oleh-Nya.

Kita tidak merasa menunggu maut, karena kita tidak menyadarinya.
Sesuatu yang menjadi alasan kita menunggu, selama ini sifatnya
sementara. Menunggu bus jemputan misalnya. Setelah bus jemputan datang,
maka aktivitas menunggu usai, dan tujuan tercapai. Tapi sejatinya
aktivitas menunggu ini masih berlanjut. Di dalam bus jemputan, kita
menunggu sampai di tempat tujuan, dan ketika sampai dengan selamat maka
aktivitas menunggu usai, dst…

Ternyata, setiap detik kita melakukan aktivitas menunggu. Anehnya, kita
tidak menyadari bahwa kita menunggu. Tentu saja kita tidak menyadari,
karena kita mengisi waktu luang kita saat menunggu. Sehingga tanpa
terasa waktu berlalu dan apa yang kita tunggu telah lewat. Maka, saat
membaca tulisan ini pun sejatinya kita tengah mengisi waktu luang di
sela aktivitas menunggu…. Ya, menunggu maut. Wallahu’alam bishawab

Bogor, 22 Agt 2006

Previous Post
Leave a comment

6 Comments

  1. hehehe…menunggu memang paling nyebelin, sayangnya kita kadang gak bisa memanfaatkan waktu untuk mengisinya.
    jazakillah tegurannya ya teh…

    Reply
  2. waiyyaki… sama-sama jeng, teguran buatku juga kok

    Reply
  3. saking bosennya, yg moto sampe gak fokus gitu ya…

    Reply
  4. yup, menunggu adalah aktifitas yang melelahkan dan membosanklan……but, anyway,….menunggu jadi tidak terasa bila kita aktif terus. menuggu bis jemputan sambil membaca buku,.. menunggu tes kesehatan sambil berdiskusi (bukan ghibah) dengan pasien yang lain, menunggu “the prince” sambil beristikharah dan berpuasa, menunggu maut sambil beramal,….dijamin menunggu bukan sesuatu yang membosankan……
    insya allah….

    Reply
  5. betul banget! setuju!… mudah2an barokah

    Reply

Leave a Reply to Jati Handayani Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: