Aku Bukan Wartawan Infotainment, Marshanda

Seorang gadis buru-buru menunduk ketika fotografer Majalah Sains ‘SKALA’ masuk kelas XII IPA 1 untuk mengambil gambar suasana belajar di SMA Labschool Kebayoran, Senin (03/09) kemarin. Sementara anak-anak lain berpose di depan kamera, gadis kucir kuda itu menenggelamkan wajahnya ke atas meja.

“Om, foto saya om!” seru seorang cowok sambil pasang aksi. Suara tawa riuh di kelas yang sedang pelajaran BP (Bimbingan Penyuluhan. Red) itu. Aku hanya senyum-senyum dari luar pintu kelas. “Yeah… begitulah anak-anak,” ujar Pak Buang, guru yang menangani bidang akademik SMA Labschool.

“Kebetulan kelas-kelas di sini termasuk kelas besar,” jelas Pak Buang, “Karena satu kelas isinya 38 anak,” lanjutnya. “Ooooh,” jawabku seraya mencatat beberapa data penting di buku catatanku.

“Itu sebabnya mereka duduk bertiga?” tanyaku sambil menunjuk gadis berkucir kuda yang terus menunduk itu. Ia memang duduk bertiga di barisan paling depan, tepat di depan papan tulis. Gadis yang tak sempat kulihat wajahnya itu duduk diapit dua teman ceweknya.

“Mungkin gadis itu sedang menangis. Kasihan sekali…,” pikirku.

“Kita di sini ada artis juga lho mbak,” ujar Pak Buang.

“Oya? Siapa pak?”

“Masak gak tahu?”

“Hmmm…. Emang siapa pak?”

“Marshanda,” seru Pak Buang.

“Oya? Kelas berapa, pak?”

“Kelas berapa ya? Sebentar…,” Pak guru berkacamata itu kemudian bertanya ke guru lain yang kebetulan lewat. “Oh, di kelas ini mbak,” ujarnya sambil menunjuk ruang kelas di hadapan kami.

“Oya?! Mana, pak??” seruku sambil menebar pandangan ke dalam kelas yang tengah jadi obyek foto rekan fotograferku. Satu per satu kuamati wajah-wajah ceria murid-murid kelas XII IPA 1, tapi tidak satu pun kutemui wajah pemeran Lala di sinetron Bidadari itu.

“Mbak, Marshanda tuh yang sedang menunduk itu,” kata bu guru yang tadi ditanya Pak Buang.

“Oh…,” aku hanya menahan napas.

Tiba-tiba aku jatuh iba pada gadis yang terus menunduk itu. Sebegitu trauma kah dia pada pers? Begitu kasar kah pemberitaan media massa tentang gadis belia itu? Begitu dalam kah beban psikologis dalam dirinya, sehingga ia takut pada dua sosok wartawan majalah sains ‘SKALA’? Padahal aku bukan wartawan infotainment, Marshanda. Dan aku tidak akan menggosipkan kamu… []

Jakarta, 4 September 2006.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

16 Comments

  1. wahhh mbk marshandnya kan bisa muncul di rubrik profil mbk?*ngomporin MODE ON*

    Reply
  2. laxita said: wahhh mbk marshandnya kan bisa muncul di rubrik profil mbk?

    wartawan juga manusia… punya rasa, punya hati 😀

    Reply
  3. hmm, konsekuensi yang harus diterima oleh artis artis muda, termasuk marshanda…….wilayah pribadinya jadi bahan eksploitasi.mbk gak coba nanya ke doi ?jangan jangan marshanda menunduk karena jerawatnya lagi gede atao apa jadi gak kliatan bagus kalau di foto?*mencoba berspekulasi*

    Reply
  4. laxita said: konsekuensi yang harus diterima oleh artis artis muda, termasuk marshanda…….wilayah pribadinya jadi bahan eksploitasi.

    Hmm… mungkin ini sebabnya infotainment dibilang haram, termasuk para pekerja infotainment-nya (baca: wartawannya suka maxa dengan tidak etis)

    Reply
  5. hiyaaa…sekali ditolak malah dibilang menghambat hak masyarakat untuk mendapat informasi…….

    Reply
  6. laxita said: hiyaaa…sekali ditolak malah dibilang menghambat hak masyarakat untuk mendapat informasi…….

    hehehe… informasi seperti apa dulu…

    Reply
  7. mbakje…saya pernah moto marshanda juga lohhhh….cuman fotonya belum ketemu nihhh

    Reply
  8. pangerans said: saya pernah moto marshanda juga lohhhh

    sammma dunks

    Reply
  9. tapi foto ekslusiffff

    Reply
  10. pangerans said: tapi foto ekslusiffff

    teuteeup… ;D

    Reply
  11. Infotainment reporters?.The ones who like to find new gossipsand exaggerate and dig to every sensual things?.We should be careful toward this sensuality slavesand throw all of their “reports” a.s.a.p. to the dustbin.It’s good that you are not one of them.

    Reply
  12. duuh…. kacian juga ya tuh anak,,eh kali aja doi lagi bobo.. alias ketiduran..abis potonya ambryuk gitu,,cape kali abis kejar setoran yak?, (maksude syuting sinetor kejar tayang) 😛 btw, kok gurunya nggak negur ya?.. lagi ngajar di cuekin,? hmm… wallahu alam bi shawab, smoga de’ chacha lekas sembuh dari trauma psikologisnya.. amin, biar ga nunduk lagi (ati2 kepulesan tuh bobonya…) saat ada guru bicara / ngajar di kelas.

    Reply
  13. divdenic said: We should be careful toward this sensuality slavesand throw all of their “reports” a.s.a.p. to the dustbin.

    absoloutely agree!

    Reply
  14. neezcatz said: cape kali abis kejar setoran yak?

    hehehe… barangkali ya?

    Reply
  15. Siapa bilang Marshanda nunduk karena takut sama wartawan infotainment. Siapa tau sakit perut, lagi PMS. Belum konfirmasi kan?

    Reply
  16. hihihi…tampang teteh nyeremin chacha kali:P

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: