Mama, Aku Mau Nikah

“Mama, aku mau nikah”

“Becanda kamu…”

“Serius ma”

“Lha wong mbak-mu saja belum menikah”

“Terus masalahnya apa?”

“Ya gak bisa lah!”

“Lho, kok gak bisa?”

“Ya iya laah!”

“Ha…?”

“Apa kamu gak mikirin perasaan kakakmu?”

“Jadi, aku harus gimana??”

“Ya sabarlah sampai kakakmu menikah”

“HA?? Menunggu sampai kapan ma? Si mbak aja belum punya
calon”

“Memangnya kamu sudah punya calon?”

“Insyaallah sudah ma”

“…….”

“Mama, are you okay?”

“Kamu gimana sih?? Sebagai adik kamu mestinya
empati sama
kakakmu dong!! Pastinya mbak-mu sakit hati lah kalau dia dilangkah sama
adiknya. Lagipula, kok kamu gak mikirin kakak sendiri sih? Kenapa gak
calonmu buat mbak-mu saja? Kan
mbak-mu lebih ‘urgent’ untuk segera menikah. Umurnya sudah kepala tiga! Kamu
sadar gak sih???!!!”

“Ma, Mama… sadar ma. Ini Toni ma, anak laki-laki mama.…”

~END~

Islamic Book Fair

Start:      Mar 3, ’07 10:00p
End:      Mar 11, ’07
Location:      Istora Senayan, Jakarta

Pameran buku-buku Islami
(Mudah-mudahan) diskon sampe 100% :p

Rayuan Gombal untuk PDKT ….;))

Link

asli lucu plus guombal banget!!

Mama, Aku Mau Nikah

“Mama, aku mau nikah”

“Becanda kamu…”

“Serius ma”

“Lha wong mbak-mu saja belum menikah”

“Terus masalahnya apa?”

“Ya gak bisa lah!”

“Lho, kok gak bisa?”

“Ya iya laah!”

“Ha…?”

“Apa kamu gak mikirin perasaan kakakmu?”

“Jadi, aku harus gimana??”

“Ya sabarlah sampai kakakmu menikah”

“HA?? Menunggu sampai kapan ma? Si mbak aja belum punya calon”

“Memangnya kamu sudah punya calon?”

“Insyaallah sudah ma”

“…….”

“Mama, are you okay?”

“Kamu gimana sih?? Sebagai adik kamu mestinya empati sama kakakmu dong!! Pastinya mbak-mu sakit hati lah kalau dia dilangkah sama adiknya. Lagipula, kok kamu gak mikirin kakak sendiri sih? Kenapa gak calonmu buat mbak-mu saja? Kan mbak-mu lebih ‘urgent’ untuk segera menikah. Umurnya sudah kepala tiga! Kamu sadar gak sih???!!!”

“Ma, Mama… sadar ma. Ini Toni ma, anak laki-laki mama.…”

~END~

Rayuan Gombal untuk PDKT ….;))

Link

asli lucu plus guombal banget!!

BAKSOS BANJIR

Start:      Feb 18, ’07 07:00a
Location:      Kampus STBA Pertiwi Jl. Dewi Sartika, dekat PGC

Ayo datang dan nyumbang buat korban banjir di Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Insyaallah sumbangan akan disalurkan buat mereka yang kehilangan harta benda, bahkan nyawa, akibat banjir besar di Jakarta.

Ayo, berlomba-lomba dalam kebaikan!!!

Dari Padang Pasir ke Banjir

Sebenarnya mau posting ini dari pekan lalu. Berhubung listrik dan air mati seminggu plus sibuk angkut-angkut air gara-gara banjir, baru posting sekarang deh….

“Jakarta banjir lo,” kata temanku di tanah air via HP sesaat sebelum pesawat take off dari Madinatul Hujaj. Ah… Jakarta banjir mah biasa.

“Jakarta banjir, jalan Thamrin aja kerendem,” kata temanku lagi via sms waktu pesawatku transit di Abu Dhabi. Hmmm…. Masak sih Thamrin ampe kerendem? Ah, paling karena genangan air.

“Jat, Jakarta banjir dimana-mana,” kata nenekku via sms pas pesawatku sudah mendarat di Cengkareng jam 07.19 pagi, Jumat 2 Februari lalu. Waduh… kok perasaanku gak enak nih.

“Assalamu’alaikum. Jati udah nyampe Cengkareng ya? Maaf Jati, Tante gak bisa jemput karena kebanjiran ampe seleher. Sekarang Tante lagi di pengungsian. Maaf ya Jat, tolong sampein ke ibu…” Innalillahi wa inna illaihi roji’un, ternyata banjir kali ini parah ya??

Ironis sekali, padahal beberapa hari sebelumnya di Masjid Nabawi, Madinah, kami melakukan sholat istisqa (minta hujan. Red) secara berjamaah dengan jamaah haji dari negara-negara lain. Masyaallah…. dari kekeringan ke kebanjiran. Atau jangan-jangan karena yang ikut sholat istisqa kebanyakan jamaah haji asal Indonesia, makanya dikabulkannya di negri sendiri… hehehehehe…

Masyaallah… ternyata banjir besar 2 Feb 2007 kali ini lebih parah dari banjir besar 2 Feb 2002 lalu. Entah kebetulan yang sangat kebetulan atau apa. Kok tanggalnya sama ya? Dan berulang 5 tahun kemudian? Wallahu’alam.

Aku Cuma bisa istighfar saat bus yang membawa kami ke asrama haji Pondok Gede terjebak banjir di tol bandara. Perjalanan yang seharusnya cuma 2 jam, gara-gara air yang melimpah jadi 5 jam!!

Sampai di Pondok Gede pun kami harus menunggu berjam-jam karena truk barang masih terjebak banjir di tol Kapuk, Jakarta Utara. Phew…! Di asrama haji pun kami terpaksa tayamum karena tidak ada air untuk wudhu.

Sirna sudah bayangan indah mandi air hangat, lalu makan masakan Indonesia yang terenak, kemudian tidur nyenyak di rumah. Karena sampai di rumah gelap gulita dan tidak ada air. “Lampu sama air mati,” kata nenekku menyambut kedatanganku dan ibuku. Mau tidak mau, setelah menenteng tas dan koper yang cukup berat, aku harus mengangkut air beberapa ember dari tetangga yang punya sumur.

Alhamdulillah… aku masih sangat bersyukur karena aku masih termasuk beruntung karena rumahku gak kemasukan air. Tetangga-tetanggaku yang rumahnya terletak di tempat yang rendah cuma bisa pasrah melihat rumahnya terendam hingga tak terlihat lagi atapnya.

Kekurangan air, tayamum, gak mandi, angkut-angkut beban (baca: air. Red), sampai kekurangan makanan menjadi sesuatu yang tidak asing lagi buatku sepulang dari haji. Aku jadi berpikir, jangan-jangan memang seperti inilah skenario yang 4JJI siapkan buatku. Inilah ‘training’ yang aku dapatkan dari tanah suci. Wallahu’alam bishawab…

Dari Padang Pasir ke Banjir

Sebenarnya mau posting ini dari pekan lalu. Berhubung listrik dan air mati seminggu plus sibuk angkut-angkut air gara-gara banjir, baru posting sekarang deh….

“Jakarta banjir lo,” kata temanku di tanah air via HP sesaat sebelum pesawat take off dari Madinatul Hujaj. Ah… Jakarta banjir mah biasa.

“Jakarta banjir, jalan Thamrin aja kerendem,” kata temanku lagi via sms waktu pesawatku transit di Abu Dhabi. Hmmm…. Masak sih Thamrin ampe kerendem? Ah, paling karena genangan air.

“Jat, Jakarta banjir dimana-mana,” kata nenekku via sms pas pesawatku sudah mendarat di Cengkareng jam 07.19 pagi, Jumat 2 Februari lalu. Waduh… kok perasaanku gak enak nih.

“Assalamu’alaikum. Jati udah nyampe Cengkareng ya? Maaf Jati, Tante gak bisa jemput karena kebanjiran ampe seleher. Sekarang Tante lagi di pengungsian. Maaf ya Jat, tolong sampein ke ibu…” Innalillahi wa inna illaihi roji’un, ternyata banjir kali ini parah ya??

Ironis sekali, padahal beberapa hari sebelumnya di Masjid Nabawi, Madinah, kami melakukan sholat istisqa (minta hujan. Red) secara berjamaah dengan jamaah haji dari negara-negara lain. Masyaallah…. dari kekeringan ke kebanjiran. Atau jangan-jangan karena yang ikut sholat istisqa kebanyakan jamaah haji asal Indonesia, makanya dikabulkannya di negri sendiri… hehehehehe…

Masyaallah… ternyata banjir besar 2 Feb 2007 kali ini lebih parah dari banjir besar 2 Feb 2002 lalu. Entah kebetulan yang sangat kebetulan atau apa. Kok tanggalnya sama ya? Dan berulang 5 tahun kemudian? Wallahu’alam.

Aku Cuma bisa istighfar saat bus yang membawa kami ke asrama haji Pondok Gede terjebak banjir di tol bandara. Perjalanan yang seharusnya cuma 2 jam, gara-gara air yang melimpah jadi 5 jam!!

Sampai di Pondok Gede pun kami harus menunggu berjam-jam karena truk barang masih terjebak banjir di tol Kapuk, Jakarta Utara. Phew…! Di asrama haji pun kami terpaksa tayamum karena tidak ada air untuk wudhu.

Sirna sudah bayangan indah mandi air hangat, lalu makan masakan Indonesia yang terenak, kemudian tidur nyenyak di rumah. Karena sampai di rumah gelap gulita dan tidak ada air. “Lampu sama air mati,” kata nenekku menyambut kedatanganku dan ibuku. Mau tidak mau, setelah menenteng tas dan koper yang cukup berat, aku harus mengangkut air beberapa ember dari tetangga yang punya sumur.

Alhamdulillah… aku masih sangat bersyukur karena aku masih termasuk beruntung karena rumahku gak kemasukan air. Tetangga-tetanggaku yang rumahnya terletak di tempat yang rendah cuma bisa pasrah melihat rumahnya terendam hingga tak terlihat lagi atapnya.

Kekurangan air, tayamum, gak mandi, angkut-angkut beban (baca: air. Red), sampai kekurangan makanan menjadi sesuatu yang tidak asing lagi buatku sepulang dari haji. Aku jadi berpikir, jangan-jangan memang seperti inilah skenario yang 4JJI siapkan buatku. Inilah ‘training’ yang aku dapatkan dari tanah suci. Wallahu’alam bishawab…

Aku Yakin

Ya 4JJI….

Aku yakin janji-Mu pasti

Aku yakin firman-Mu benar

Aku yakin Kau tidak akan menguji di luar kemampuan hamba-Mu

Aku yakin Kau kabulkan setiap doa

Aku yakin Kau tidak akan mengubah nasib seseorang jika seseorang itu tidak berupaya mengubah nasibnya sendiri

Aku yakin di balik kesulitan pasti ada kemudahan

Bogor, 13 Februari 2007

Aku Yakin

Ya 4JJI….
Aku yakin janji-Mu pasti
Aku yakin firman-Mu benar
Aku yakin Kau tidak akan menguji di luar kemampuan hamba-Mu
Aku yakin Kau kabulkan setiap doa
Aku yakin Kau tidak akan mengubah nasib seseorang jika seseorang itu tidak berupaya mengubah nasibnya sendiri
Aku yakin di balik kesulitan pasti ada kemudahan

Bogor, 13 Februari 2007