Kapan…?

Wajar gak sih kalau aku merasa iri setiap datang ke pernikahan teman-temanku, bahkan menangis melihat foto-foto pernikahan?

Salah gak sih ketika aku mengucapkan kata “barakallah”, hati ini berucap, “Hix… aku kapan ya?”

Wajar gak sih kalau aku selalu terharu melihat teman-temanku yang
merasakan hamil, dan berucap dalam hati, “Kapan ya aku merasakan ada
nyawa lain dalam tubuhku?”

Wajar gak sih kalau aku menangis terharu melihat ibu dan bayinya yang
baru lahir, dan berucap dalam hati, “Kapan aku merasakan menjadi wanita
seutuhnya?”

Salahkah aku menitikkan air mata ketika melihat wajah kerinduan ibuku ketika menimang cucu orang lain?

Salahkah aku tersenyum kecut ketika ada orang bertanya, “Jadi, kapan mbak?”

Wallahu’alam…

Bogor, 6 Maret 2007

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: