Tabungan Di Surga

Innalillahi wa innailaihiraji’un, telah bpulang ke rahmatullah putri kami aisya pd pukul 12:00 10 juli 2007. Fivie & Zakki

Demikian bunyi sms barusan (15:28:03). Diam… hening… sambil membayangkan bagaimana perasaan pasangan muda yang baru menimang anak pertama mereka selama 2 bulan sejak akhir April 2007.

Aisya adalah anak pertama karibku, Fivie. Ia tidak premature namun lahir melalui operasi Caesar. “Bayiku lahir tanpa tangisan,” ujar Fivie padaku beberapa hari setelah melahirkan.

Ya, bayinya tidak menangis saat lahir, karena ia memang tidak bisa menangis. Bukan karena bisu, melainkan karena sangat lemah. Sang ibu sempat stess lantaran bayinya tidak bisa menangis tatkala ia lapar. Sehingga ia tidak tahu apakah bayinya lapar atau kesakitan.

Bayi mungil ini lahir dengan berat 1,8 kg dengan ‘kelainan’ pada paru-parunya. Kata dokter, pertumbuhan paru-parunya belum sempurna, sehingga ada celah diantara kedua parunya. Maka Aisya harus bernafas dengan bantuan selang oksigen.

“Bayiku kena Edward syndrome, Miss J,” kata Fivie padaku dengan wajah sangat tabah.

Edward syndrome adalah kelainan kromosom nomor 19 yang mengakibatkan pertumbuhan organ-organ tubuh tidak sempurna. Berdsarkan survey, penderita Edward syndrome adalah 1 : 1000 bayi di dunia ini. Kebanyakan penderita syndrome ini meninggal dalam kandungan, karena kondisi bayi yang sangat lemah. Namun ada beberapa kasus langka, anak penderita Edward syndrome bertahan hidup hingga dewasa, namun dengan kondisi kesehatan yang sangat ringkih.

Penyebab Edward syndrome ini sangat beragam. Bisa jadi karena makanan yang kita konsumsi mengandung zat-zat polutan yang tidak bisa diindrai. Zaman sekarang, zat aditif makanan amat beragam. Belum lagi habitat hidup hewan/tumbuhan yang kita konsumsi bebas polusi.

Sindrom ini sendiri tidak dapat dideteksi saat kehamilan, karena kelainannya terdapat pada kromosom si jabang bayi. Kelainan kromosom ini terjadi saat pembelahan zygot menjadi morula, blastula, grastula, dst… Intinya, sindrom ini terjadi atas kuasa 4JJI dan di luar kendali manusia.

“Salah satu cirri penderita Edward syndrome adalah salah satu anggota geraknya memiliki enam jari,” ujar Fivie sambil menunjukkan tangan kanan putrinya yang mungil.

Aku hanya bisa tersenyum hampa menyaksikan ketabahan keluarga muda ini. Sementara sang ayah kala itu sangat optimis putri pertamanya bisa tumbuh normal. Aku melihat kepasrahan dan ketabahan pada wajah pasangan muda ini. Sementara sang bayi mungil yang hidungnya tak pernah lepas dari selang oksigen ini tampak berjuang pula untuk bertahan hidup.

Aisya sayang, perjuanganmu selama dua bulan di dunia cukup gigih. Sekarang dikau sudah berada di surga menantikan saatnya bertemu dengan kedua orang tuamu di hari akhir nanti. Jika mereka tengah dihisab kelak, engkau akan menolong ayah ibumu yang telah ikhlas merawatmu menuju surga-Nya… amin ya rabbal ‘alamin.

Buat Fivie dan Zakki; tabah ya, insyaallah kalian telah punya tabungan di surga, amin.

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

6 Comments

  1. semoga diberikan ketabahan dan kekuatan dan segera diberikan keturunan baru.

    Reply
  2. innalillah wa inna ilaihi roji'un…

    Reply
  3. innalillah wa inna ilaihi roji'un

    Reply
  4. :((
    ~baca abis shubuh..langsung berkaca2…

    Aku ingin anakku sehat… Amiin

    Reply
  5. amin… update terbaru: Setahun setelah berita duka tersebut, pada tanggal dan bulan yang sama (10 Juli 2008) lahir dengan sehat, normal, dan cantik putri kedua Fivie & Zaki… Subhanallah

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: