Ifthor Jama’i (alumni) BKI FIKOM Unpad

Start:      Sep 22, ’07 4:00p
End:      Sep 22, ’07 7:00p
Location:      Rumah Jati K1A99 (mbakje)

Ifthor jama’i atau buka puasa bersama (alumni) BKI FIKOM digelar di rumahnya Teh Jati (K1A99)
di Jl Dewi Sartika Gg. Setiawan RT 05 RW 07, Jakarta Timur, dekat PGC, seberang Markas Bulan Sabit Merah Indonesia.
Infaq per orang Rp 10.000,-
Mohon konfirmasi kehadiran untuk pesanan konsumsi. Syukron Jazakumullah..

Datang yaa!!!

Advertisements

Buaya!!!

“Buaya!!” jeritku dalam hati saat melihat seekor binatang mirip buaya dengan panjang 1 meter lebih lari melintas di depanku yang sedang bersepeda menyusuri tepi hutan Mangrove di Pulau Untung Jawa.

“Balik! Ayo balik! Ada buaya!” seruku sambil membalikkan sepeda dan lari terbirit-birit.

“Hah?! Buaya?? Mana Mbak?!” tanya Dian dan Tanti yang mengayuh sepeda di belakangku penasaran. Halah! Ini bocah-bocah, dikasih selamat kok malah cari gara-gara tho yo??

“Pokoknya balik! Ntar kita dimakan buaya!” seruku panik sambil terus mengayuh sepeda meninggalkan Dian dan Tanti yang masih melongo. Tak lama mereka segera mengayuh sepeda mereka mengikuti aku yang lari terbirit-birit. Phew!!

Itulah pengalaman tak terlupakan saat traveling sekaligus liputan ke Pulau Untung Jawa bareng teman-teman sekantor, Sabtu-Ahad (8-9/9) lalu.

Tentang P. Untung Jawa

Pulau ini adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Pulau Untung Jawa terletak di sebelah barat Teluk Jakarta. Waktu tempuh dari Jakarta sekitar satu sampai satu setengah jam perjalanan. Kapal-kapal penyeberangan berute Muara Angke- Pulau Pramuka, Muara Angke-Pulau Tidung selalu menyediakan kesempatan bagi siapapun untuk singgah sebentar di Pulau Untung Jawa. Ini dikarenakan letak Pulau Untung Jawa berada diantara pulau-pulau yang dilewati kapal penyeberangan. 

Dari Tangerang pun bisa dijangkau dengan mudah, bahkan lebih dekat. Trip Tanjung Pasir – Pulau Untung Jawa dapat ditempuh hanya lima belas sampai dua puluh menit perjalanan. Kemudahan inilah yang membuat Pulau Untung Jawa menjadi pilihan yang tepat di hari libur bagi turis-turis lokal yang berkantong cekak tetapi menginginkan liburan berkualitas.

Satu Pulau Satu Kelurahan

Nama “Untung Jawa” sendiri konon karena pulau ini membawa keberuntungan untuk Pulau Jawa. Mungkin karena pulau ini letaknya paling dekat dengan Pulau Jawa. Penghuni pulau ini adalah suku Betawi. Mereka menyebut diri mereka “orang pulau” dan menyebut pendatang “orang daratan”. 90 persen penduduk pulau ini bekerja sebagai nelayan. Sisanya, bekerja sebagai pegawai negeri sipil, perajin, tenaga kerja lepas, dan sebagainya.

Pulau yang dihuni 1600 jiwa ini merupakan satu Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, DKI Jakarta. Jangan dibayangkan pulau ini layaknya pulau terpencil berpenduduk suku terasing! Fasilitas pulau ini lengkap lho! Ada puskesmas, masjid, penjernihan air, juga sekolah. Di sini ada lima SD dan satu SMP.

Murah Meriah

Wisatawan yang mengunjungi pulau ini dikenai tiket masuk Rp 3000 per orang. Mereka yang ingin bermalam dapat menginap di penginapan atau di rumah penduduk yang biasa disebut “homestay”. Harga sewa satu rumah relative murah, berkisar Rp 150 – 350 ribu per malam. Buat yang suka camping, bisa pasang tenda di pinggir pantai.

Memang, di sini tidak ada fasilitas ‘wah’ olah raga air, seperti diving, jet ski, atau ski air. Tapi bukan berarti gak bisa ‘have fun’ lho! Debur ombak dan semilir angin bikin kamu betah memandangi laut dan pantai yang bersih. Tepi pantai Pulau Untung Jawa penuh dengan pecahan karang dan kulit kerang. Buat kamu yang suka bikin pernak-pernik, kegiatan mengumpulkan kerang tentu makin asik.

Tamasya Keliling Pulau

Suasana di pulau ini bikin betah. Penduduknya baik dan ramah. Selain itu, suasana pantai yang nyaman dan indah sungguh tak terlupakan. Di sore hari berbagai jenis burung beterbangan ‘pulang’ menuju pulau tetangga, yaitu Pulau Rambut yang merupakan ‘surga para burung’. Para pemancing pun tidak harus jauh-jauh melemparkan kailnya. Cukup memancing di dermaga, tangkapannya lumayan besar-besar!

Luas pulau ini terbilang ‘mungil’. Kita hanya butuh 45 menit mengelilingi pulau ini dengan bersepeda santai. Di sini banyak tempat penyewaan sepeda. Jangan khawatir kerepotan bersepeda melalui pasir ketika menyusuri pantai, karena ada jalan paving blok yang tertata rapi. Jalan komplek di perumahan penduduknya pun tertata rapi menggunakan paving blok.

Di sebelah Barat, dekat pelabuhan, terdapat tempat yang dirancang pemerintah setempat sebagai tempat wisata. Di situ ada gedung serbaguna, kedai seafood, toko souvenir, dermaga-dermaga kecil buat yang ingin memancing, penyewaan sepeda, juga penyewaan ban bagi yang ingin berenang.

Sebelah Utara pulau ini asri dengan hutan mangrove atau hutan bakau yang berawa-rawa. Jangan khawatir, di atas rawa-rawa ini dibuat jalan dari kayu untuk memudahkan kita menjelajahi hutan mangrove. Jangan kaget kalau ada ular melingkar di dahan pohon bakau yang tumbuh tinggi. Di ujung jalan kayu ini ada jalan setapak dari paving blok sepanjang tepi hutan. Di sinilah ‘kadal-kadal raksasa’ sering berkeliaran. Hehehe… hewan yang aku sangka ‘buaya’ ternyata biawak air (varanus salvator), dan dia tidak makan manusia kalau gak diganggu.  Capee dee..!!

 Foto-foto bisa dilihat di sini 

Trip to Untung Jawa Island

8-9 Sept lalu kebagian ‘liputan’ rubrik travelling ke kepulauan seribu, tepatnya ke Pulau Untung Jawa dan Pulau Rambut. Judulnya sih liputan, tetep aja liburan hehehe… Secara, perginya berame-rame 65 orang sekantor ;p Cukup melelahkan tapi asli seru, sampe ketemu ‘buaya’ segala!!!
Simak cerita lengkapnya di Sini

Buaya!!!

“Buaya!!” jeritku dalam hati saat melihat seekor binatang mirip buaya dengan panjang 1 meter lebih lari melintas di depanku yang sedang bersepeda menyusuri tepi hutan Mangrove di Pulau Untung Jawa.

“Balik! Ayo balik! Ada buaya!” seruku sambil membalikkan sepeda dan lari terbirit-birit.

“Hah?! Buaya?? Mana Mbak?!” tanya Dian dan Tanti yang mengayuh sepeda di belakangku penasaran. Halah! Ini bocah-bocah, dikasih selamat kok malah cari gara-gara tho yo??

“Pokoknya balik! Ntar kita dimakan buaya!” seruku panik sambil terus mengayuh sepeda meninggalkan Dian dan Tanti yang masih melongo. Tak lama mereka segera mengayuh sepeda mereka mengikuti aku yang lari terbirit-birit. Phew!!

Itulah pengalaman tak terlupakan saat traveling sekaligus liputan ke Pulau Untung Jawa bareng teman-teman sekantor, Sabtu-Ahad (8-9/9) lalu.

Tentang P. Untung Jawa

Pulau ini adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Pulau Untung Jawa terletak di sebelah barat Teluk Jakarta. Waktu tempuh dari Jakarta sekitar satu sampai satu setengah jam perjalanan. Kapal-kapal penyeberangan berute Muara Angke- Pulau Pramuka, Muara Angke-Pulau Tidung selalu menyediakan kesempatan bagi siapapun untuk singgah sebentar di Pulau Untung Jawa. Ini dikarenakan letak Pulau Untung Jawa berada diantara pulau-pulau yang dilewati kapal penyeberangan.

Dari Tangerang pun bisa dijangkau dengan mudah, bahkan lebih dekat. Trip Tanjung Pasir – Pulau Untung Jawa dapat ditempuh hanya lima belas sampai dua puluh menit perjalanan. Kemudahan inilah yang membuat Pulau Untung Jawa menjadi pilihan yang tepat di hari libur bagi turis-turis lokal yang berkantong cekak tetapi menginginkan liburan berkualitas.

Satu Pulau Satu Kelurahan

Nama “Untung Jawa” sendiri konon karena pulau ini membawa keberuntungan untuk Pulau Jawa. Mungkin karena pulau ini letaknya paling dekat dengan Pulau Jawa. Penghuni pulau ini adalah suku Betawi. Mereka menyebut diri mereka “orang pulau” dan menyebut pendatang “orang daratan”. 90 persen penduduk pulau ini bekerja sebagai nelayan. Sisanya, bekerja sebagai pegawai negeri sipil, perajin, tenaga kerja lepas, dan sebagainya.

Pulau yang dihuni 1600 jiwa ini merupakan satu Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, DKI Jakarta. Jangan dibayangkan pulau ini layaknya pulau terpencil berpenduduk suku terasing! Fasilitas pulau ini lengkap lho! Ada puskesmas, masjid, penjernihan air, juga sekolah. Di sini ada lima SD dan satu SMP.

Murah Meriah

Wisatawan yang mengunjungi pulau ini dikenai tiket masuk Rp 3000 per orang. Mereka yang ingin bermalam dapat menginap di penginapan atau di rumah penduduk yang biasa disebut “homestay”. Harga sewa satu rumah relative murah, berkisar Rp 150 – 350 ribu per malam. Buat yang suka camping, bisa pasang tenda di pinggir pantai.

Memang, di sini tidak ada fasilitas ‘wah’ olah raga air, seperti diving, jet ski, atau ski air. Tapi bukan berarti gak bisa ‘have fun’ lho! Debur ombak dan semilir angin bikin kamu betah memandangi laut dan pantai yang bersih. Tepi pantai Pulau Untung Jawa penuh dengan pecahan karang dan kulit kerang. Buat kamu yang suka bikin pernak-pernik, kegiatan mengumpulkan kerang tentu makin asik.

Tamasya Keliling Pulau

Suasana di pulau ini bikin betah. Penduduknya baik dan ramah. Selain itu, suasana pantai yang nyaman dan indah sungguh tak terlupakan. Di sore hari berbagai jenis burung beterbangan ‘pulang’ menuju pulau tetangga, yaitu Pulau Rambut yang merupakan ‘surga para burung’. Para pemancing pun tidak harus jauh-jauh melemparkan kailnya. Cukup memancing di dermaga, tangkapannya lumayan besar-besar!

Luas pulau ini terbilang ‘mungil’. Kita hanya butuh 45 menit mengelilingi pulau ini dengan bersepeda santai. Di sini banyak tempat penyewaan sepeda. Jangan khawatir kerepotan bersepeda melalui pasir ketika menyusuri pantai, karena ada jalan paving blok yang tertata rapi. Jalan komplek di perumahan penduduknya pun tertata rapi menggunakan paving blok.

Di sebelah Barat, dekat pelabuhan, terdapat tempat yang dirancang pemerintah setempat sebagai tempat wisata. Di situ ada gedung serbaguna, kedai seafood, toko souvenir, dermaga-dermaga kecil buat yang ingin memancing, penyewaan sepeda, juga penyewaan ban bagi yang ingin berenang.

Sebelah Utara pulau ini asri dengan hutan mangrove atau hutan bakau yang berawa-rawa. Jangan khawatir, di atas rawa-rawa ini dibuat jalan dari kayu untuk memudahkan kita menjelajahi hutan mangrove. Jangan kaget kalau ada ular melingkar di dahan pohon bakau yang tumbuh tinggi. Di ujung jalan kayu ini ada jalan setapak dari paving blok sepanjang tepi hutan. Di sinilah ‘kadal-kadal raksasa’ sering berkeliaran. Hehehe… hewan yang aku sangka ‘buaya’ ternyata biawak air (varanus salvator), dan dia tidak makan manusia kalau gak diganggu. Capee dee..!!

Foto-foto bisa dilihat di sini