In My Time of Dying (Supernatural TV series)

Rating: ★★★★★
Category: Movies
Genre: Mystery & Suspense

In My Time of Dying adalah episode 23 serial TV Supernatural yang merupakan bagian pertama Season 2. Episode ini adalah sekuel episode sebelumnya “Devil’s Trap” yang merupakan bagian akhir Season 1. He… he… mungkin agak membingungkan buat yang tidak mengikuti serial thriller ini.

Setelah berkali-kali lolos dari perangkap setan yang membunuh ibu mereka, Dean, Sam Winchester, serta ayah mereka, John Winchester, akhirnya bisa melarikan diri. Dengan mengendarai Chevy Impala 1967 warna hitam, mereka menyelamatkan diri mereka yang terluka parah ke RS. Tiba-tiba dalam perjalanan, sebuah truk besar menghajar mereka sehingga mobil yang mereka kendarai ringsek.

Dari ketiganya, Dean terluka paling parah. Ia kehilangan banyak darah. Batok kepalanya retak, terdapat pembengkakan otak, ginjal dan hatinya mengalami kerusakan. Dalam keadaan koma, ruh Dean bertemu dengan malaikat maut yang siap mencabut nyawanya. Namun Dean belum siap. Ia merasa tugas menjaga adiknya, Sam, belum usai. Ia kemudian mencoba melakukan tawar-menawar dengan malaikat maut.

Di saat Dean sekarat, sang ayah, John Winchester, masih mengkhawatirkan keberadaan ‘The Colt’, pistol sakti yang bisa membunuh segala macam makhluk supernatural. Hal ini membuat anak bungsunya, Sam Winchester, marah besar.

“Your son is dying and you still worry about the colt?” pekik Sam yang selalu tidak akur dengan ayahnya.

Ternyata John punya rencana sendiri. Ia merasa sangat bertanggung jawab atas Dean yang sekarat. Tanpa sepengetahuan Sam, John diam-diam memanggil setan jahat yang telah membuhuh istrinya dan hampir membunuh Sam saat masih bayi.

Pertemuan John dengan sang setan kali ini bukan untuk memusnahkannya, tapi melakukan transaksi/pertukaran. John hendak menukar ‘The Colt’ dengan nyawa Dean, dengan taruhan nyawa John sendiri. Tapi John minta satu syarat; sebelum mati, John ingin memastikan Dean selamat.

Setelah sepakat, Dean yang hampir mati tiba-tiba sadar dan sembuh total. Dokter pun heran dengan keajaiban ini. Sang adik, Sam, tentu saja gembira sekali dengan kesembuhan Dean.

Kemudian sang ayah, John, masuk ke kamar Dean. Seperti biasa, Sam dan John kembali berdebat. Dan seperti biasa pula, Dean yang menenangkan mereka. “Can we not argueing?” ujar John kemudian. Lalu ia meminta Sam membelikan kopi untuknya.

Inilah detik-detik perpisahan mendebarkan antara John dan Dean. Seperti yang sudah-sudah, John minta agar Dean selalu menjaga Sam. Kemudian ia membisikkan sesuatu di telinga Dean yang membuat Dean tampak setengah terkejut. Setelah itu John meninggalkan kamar Dean.

Drama kematian John berlangsung slow motion, dimulai dari kopi yang jatuh dari tangan Sam saat ia melihat ayahnya tergeletak di lantai. Kemudian tim dokter berusaha keras memacu jantungnya berkali-kali. Sam dan Dean hanya bisa menatap tak percaya ayah mereka yang tidak berdaya sampai akhirnya dokter mengatakan, “Waktu kematian: 10.40….”.

Meskipun sudah tahu jalan cerita episode ini sebelumnya, sebagai penggemar Supernatural, aku ikut-ikutan tidak percaya seperti halnya kakak beradik Winchester (cieeeh..). Lebih gemesnya lagi, ternyata serial ini berakhir di episode ini (Trans7 gimana seeeh?!!). Padahal setahuku masih banyak episode Supernatural yang belum ditayangkan.

Anyway, hal yang membuatku sangat terharu adalah kasih sayang tak terkira orang tua pada anaknya hingga rela mengorbankan nyawanya sendiri. Dan yang tak kalah mengharukan adalah pertengkaran yang kerap terjadi antara Sam dan ayahnya.

Meskipun sering bertengkar, bukan berarti Sam membenci ayahnya, begitu pula sebaliknya. Mereka sebenarnya sangat menyayangi. Itulah kenapa aku jadi tercenung; seringkali orang yang kita ‘sakiti’ adalah orang yang paling kita cintai, orang yang paling dekat dengan kita… Ironis memang, tapi itulah kenyataannya.

Hix..hix.. jadi ingat (alm.) ayah dan ibuku. Semoga aku bisa selalu membahagiakan mereka… amin.

PS. I wont let my parents sacrifice themselves to demon like what John has done…;p
Coz Allah is the best rescuer!

VERTIGO*

Jam 6 pagi. Saatnya bangun dan mandi, lalu berangkat ke kantor. Duh, tapi kok pandanganku berputar-putar begini? Dinding kamar terlihat bergetar seperti ada gempa. Tapi aku yakin tidak terjadi gempa, karena aku masih merasakan badanku terbaring di tempat tidur.

Sekali lagi aku mencoba membelakakkan mata dan memfokuskan pandangan. Dinding dan langit-langit kamar tetap bergetar. Sepertinya gejala vertigo. Memang ini bukan yang pertama kali kualami. Sesekali pandangan bergetar macam ini pernah kualami, tapi aku tidak pernah memeriksakan diri ke dokter.

Well, sepertinya hari ini aku harus memeriksakan diri ke dokter sebelum vertigo-ku tambah parah. So, agenda berangkat kantor harus kubatalkan hari ini. Aku harus segera ke rumah sakit pagi-pagi agar dapat nomor antrian kecil. Phew… kebayang deh kalau harus menunggu berjam-jam di rumah sakit bersama para penderita penyakit yang beragam!

Habis mandi dan berganti pakaian aku langsung menuju RSUD Budi Asih yang tidak jauh dari rumah. Polikliniknya lumayan lengkap dan harganya tidak terlalu mahal. Sebuah pilihan pas

Jam 8 pagi. Sudah lumayan banyak yang antri. Aku sedikit telat karena harus bergerak pelan-pelan dengan pandangan yang kadang bergetar. Baiklah, aku harus menunggu dengan sabar bersama puluhan pasien lain.

“Jatining Siti!” seru petugas loket pendaftaran.

“Ya!” sahutku sambil setengah berlari menuju sumber suara.

“Mau ke poli apa, bu?”

“Umm… Kalau vertigo itu masuknya poli apa ya, mbak? Ke internis bukan?”

“Vertigo?” dahi petugas kasir itu berkerut. Kemudian ia memanggil temannya yang perawat dan mengulang pertanyaanku pada sang perawat. “Tunggu sebentar ya bu, kami tanyakan dulu,” ujar petugas kasir itu.

Setelah menunggu beberapa menit, namaku dipanggil lagi. “Maaf bu, vertigo bukan ke poli internis,” ujar petugas kasir itu.

“Coba ibu tanya ke bagian syaraf, apakah mereka menangani vertigo juga,” saran sang perawat.

Baiklah, aku menuruti saran petugas medis itu. Lalu aku melangkah menjauhi loket dan menebar pandangan mencari “poli syaraf”. Ternyata poli yang dimaksud tidak berada di bagian ini. Kemudian aku menuju loket lain yang (barangkali) melayani pasien poli syaraf. Ternyata di loket berikutnya tidak tertera tulisan “poli syaraf”. Mungkin di loket berikutnya lagi, pikirku.

Poli anak, poli THT, poli bedah, poli orthopedic, poli, poli, poli,…. Mana poli syaraf? Ini adalah loket terakhir. Jangan-jangan ada loket yang terlewat. Duh, pandanganku mulai bergetar lagi seperti ada gempa bumi. Namun lantai yang kupijak diam kukuh.  

Dengan sedikit terhuyung-huyung aku kembali ke loket pertama. Poli gigi, poli internis, poli umum, poli mata, poli… Mana poli syaraf? Loket dua. Poli kulit, poli kebidanan, poli teknik, poli phonic, poli, poli…. Oh my God, pandanganku kembali bergetar. Kali ini tambah berputar-putar. Kenapa kakiku rasanya tak lagi menapak? Kenapa badanku rasanya seberti terbaring? Tuhan, apa yang terjadi padaku…?

“Jati…”. Samar-samar aku mendengar namaku dipanggil. Siapa yang memanggil? Apakah petugas loket itu menemukan poli syaraf?

“Jati…”. Ya, ya, jawabku tanpa suara. “Jati…,” lanjut suara itu.

“Jat, kamu gak ke kantor? Sekarang sudah jam 6.15!!!” seru ibu sambil mengetuk pintu kamarku.

Ha….???!!!

***

Jakarta, 15 November 2007
*) kisah nyata tadi pagi.

Selengkapnya tentang vertigo, bisa dibaca di sini

VERTIGO*

Jam 6 pagi. Saatnya bangun dan mandi, lalu berangkat ke kantor. Duh, tapi kok pandanganku berputar-putar begini? Dinding kamar terlihat bergetar seperti ada gempa. Tapi aku yakin tidak terjadi gempa, karena aku masih merasakan badanku terbaring di tempat tidur.

Sekali lagi aku mencoba membelakakkan mata dan memfokuskan pandangan. Dinding dan langit-langit kamar tetap bergetar. Sepertinya gejala vertigo. Memang ini bukan yang pertama kali kualami. Sesekali pandangan bergetar macam ini pernah kualami, tapi aku tidak pernah memeriksakan diri ke dokter.

Well, sepertinya hari ini aku harus memeriksakan diri ke dokter sebelum vertigo-ku tambah parah. So, agenda berangkat kantor harus kubatalkan hari ini. Aku harus segera ke rumah sakit pagi-pagi agar dapat nomor antrian kecil. Phew… kebayang deh kalau harus menunggu berjam-jam di rumah sakit bersama para penderita penyakit yang beragam!

Habis mandi dan berganti pakaian aku langsung menuju RSUD Budi Asih yang tidak jauh dari rumah. Polikliniknya lumayan lengkap dan harganya tidak terlalu mahal. Sebuah pilihan pas

Jam 8 pagi. Sudah lumayan banyak yang antri. Aku sedikit telat karena harus bergerak pelan-pelan dengan pandangan yang kadang bergetar. Baiklah, aku harus menunggu dengan sabar bersama puluhan pasien lain.

“Jatining Siti!” seru petugas loket pendaftaran.

“Ya!” sahutku sambil setengah berlari menuju sumber suara.

“Mau ke poli apa, bu?”

“Umm… Kalau vertigo itu masuknya poli apa ya, mbak? Ke internis bukan?”

“Vertigo?” dahi petugas kasir itu berkerut. Kemudian ia memanggil temannya yang perawat dan mengulang pertanyaanku pada sang perawat. “Tunggu sebentar ya bu, kami tanyakan dulu,” ujar petugas kasir itu.

Setelah menunggu beberapa menit, namaku dipanggil lagi. “Maaf bu, vertigo bukan ke poli internis,” ujar petugas kasir itu.

“Coba ibu tanya ke bagian syaraf, apakah mereka menangani vertigo juga,” saran sang perawat.

Baiklah, aku menuruti saran petugas medis itu. Lalu aku melangkah menjauhi loket dan menebar pandangan mencari “poli syaraf”. Ternyata poli yang dimaksud tidak berada di bagian ini. Kemudian aku menuju loket lain yang (barangkali) melayani pasien poli syaraf. Ternyata di loket berikutnya tidak tertera tulisan “poli syaraf”. Mungkin di loket berikutnya lagi, pikirku.

Poli anak, poli THT, poli bedah, poli orthopedic, poli, poli, poli,…. Mana poli syaraf? Ini adalah loket terakhir. Jangan-jangan ada loket yang terlewat. Duh, pandanganku mulai bergetar lagi seperti ada gempa bumi. Namun lantai yang kupijak diam kukuh.

Dengan sedikit terhuyung-huyung aku kembali ke loket pertama. Poli gigi, poli internis, poli umum, poli mata, poli… Mana poli syaraf? Loket dua. Poli kulit, poli kebidanan, poli teknik, poli phonic, poli, poli…. Oh my God, pandanganku kembali bergetar. Kali ini tambah berputar-putar. Kenapa kakiku rasanya tak lagi menapak? Kenapa badanku rasanya seberti terbaring? Tuhan, apa yang terjadi padaku…?

“Jati…”. Samar-samar aku mendengar namaku dipanggil. Siapa yang memanggil? Apakah petugas loket itu menemukan poli syaraf?

“Jati…”. Ya, ya, jawabku tanpa suara. “Jati…,” lanjut suara itu.

“Jat, kamu gak ke kantor? Sekarang sudah jam 6.15!!!” seru ibu sambil mengetuk pintu kamarku.

Ha….???!!!

***

Jakarta, 15 November 2007
*) kisah nyata tadi pagi.

Selengkapnya tentang vertigo, bisa dibaca di sini

PEMICU KANKER, WASPADALAH!!!

Dapet dari grup ini. Semoga bermanfaat buat kita semua…

Gula adalah umpan kanker . Dengan mengurangi gula, berarti juga mengurangi suplai makanan penting bagi sel kanker. Pengganti gula seperti NutraSweet, Equal, Spoonful, dll dibuat dengan aspartam dan itu berbahaya. Pengganti alami yang lebih baik dapat berupa madu atau tetes tebu tetapi dalam jumlah yang amat sedikit. Garam meja pun mempunyai tambahan kimia untuk membuat warnanya putih. Alternatif yang lebih baik adalah dengan garam laut.

Susu sapi membuat tubuh memproduksi mucus, terutama di organ bagian dalam. Kanker diumpan oleh mucus. Dengan mengurangi susu dan menggantikan dengan susu kedelai tawar sel kanker akan kelaparan.

Sel kanker tumbuh dengan subur di lingkungan asam. Diet anti daging adalah bersifat asam, yang terbaik adalah memakan ikan dan ayam daripada daging sapi atau babi. Daging juga mengandung antibiotik ternak yang menumbuhkan hormon dan parasit yang berbahaya, terutama bagi penderita kanker.

Diet dengan 80% sayur dan buah segar , biji-bijian dan kacang-kacangan membantu tubuh dalam lingkungan alkalin. 20%nya bisa diperoleh dari makanan matang termasuk kacang. Sayur segar menyediakan enzim hidup yang mudah diserap dalam 15 menit untuk memelihara dan meningkatkan pertumbuhan sel sehat. Untuk memperoleh enzim hidup untuk membangun sel sehat, cobalah minum jus sayur segar (semua sayuran termasuk kacang2an) dan makan sayuran mentah 2 atau 3 kali sehari. Enzim rusak pada temperature 104 derajat Farenheit atau 40 derajat Celcius.

Hindari kopi, teh, dan coklat yang mempunyai kafein tinggi. Teh hijau adalah alternative terbaik yang mempunyai sel penumpas kanker. Yang terbaik meminum air bersih atau air yang telah disaring untuk menghindari racun dan logam berat dalam air ledeng.

(FORWARDLAH PADA ORANG-ORANG YANG ANDA SAYANGI)

Emang enak makan ‘gaji buta’

Menyambung dua curhat sebelumnya….

Sampai hari ini alhamdulillah aku masih digaji sebagai karyawan. Meskipun sampai hari ini pun masih belum ada kejelasan job desk dan deg-degan soal status, apakah akan di-PHK atau diangkat sebagai karyawan tetap, secara kontrakku habis dua bulan lagi. Tapi alhamdulillah aku masih bisa bersyukur.

Masih makan ‘gaji buta’? Well, you can say that… Mengingat aku tidak mengerjakan apa-apa secara formal. Tapi…. ‘gaji buta’? Hmmm… kupikir tidak juga. Dibandingkan beberpa bulan sebelumnya ketika aku tak putus dikejar deadline dan berkutat dengan liputan, akhir-akhir ini aku memiliki lebih banyak ‘kebebasan’. Bukan berarti aku bebas ngeluyur kemanapun loh. Aku tetap ‘terpenjara’ dalam ruang kantor dan jam kantor 8 to 5.

Mungkin aku sedikit meralat soal paradigma gaji buta ini. Sebab banyak hal yang kulakukan pada jam kantor ini. Aku jadi banyak bersyukur dengan keadaan ini, karena aku jadi banyak belajar hal baru. Aku punya waktu lebih banyak untuk membaca, mencari referensi, menuangakan ide, merencanakan masa depan, dll. Mungkin ini saatnya aku belajar dan dibayar–meskipun bekerja itu sendiri bagian dari belajar.

Jika ternyata dua bulan lagi diangkat sebagai karyawan tetap, semoga aku memang layak mendapatkannya karena aku belajar banyak hal dan akan terus belajar–toh belajar adalah proses tiada henti kan? Namun jika ternyata aku di-PHK, semoga aku tidak akan putus bersyukur karena semua ini adalah proses belajar.

Terima kasih Tuhan, Kau menunjukkan padaku hal baru untuk belajar, untuk semakin bersyukur pada-Mu… amin

PEMICU KANKER, WASPADALAH!!!

Dapet dari grup ini. Semoga bermanfaat buat kita semua…

Gula adalah umpan kanker . Dengan mengurangi gula, berarti juga mengurangi suplai makanan penting bagi sel kanker. Pengganti gula seperti NutraSweet, Equal, Spoonful, dll dibuat dengan aspartam dan itu berbahaya. Pengganti alami yang lebih baik dapat berupa madu atau tetes tebu tetapi dalam jumlah yang amat sedikit. Garam meja pun mempunyai tambahan kimia untuk membuat warnanya putih. Alternatif yang lebih baik adalah dengan garam laut.

Susu sapi membuat tubuh memproduksi mucus, terutama di organ bagian dalam. Kanker diumpan oleh mucus. Dengan mengurangi susu dan menggantikan dengan susu kedelai tawar sel kanker akan kelaparan.

Sel kanker tumbuh dengan subur di lingkungan asam. Diet anti daging adalah bersifat asam, yang terbaik adalah memakan ikan dan ayam daripada daging sapi atau babi. Daging juga mengandung antibiotik ternak yang menumbuhkan hormon dan parasit yang berbahaya, terutama bagi penderita kanker.

Diet dengan 80% sayur dan buah segar , biji-bijian dan kacang-kacangan membantu tubuh dalam lingkungan alkalin. 20%nya bisa diperoleh dari makanan matang termasuk kacang. Sayur segar menyediakan enzim hidup yang mudah diserap dalam 15 menit untuk memelihara dan meningkatkan pertumbuhan sel sehat. Untuk memperoleh enzim hidup untuk membangun sel sehat, cobalah minum jus sayur segar (semua sayuran termasuk kacang2an) dan makan sayuran mentah 2 atau 3 kali sehari. Enzim rusak pada temperature 104 derajat Farenheit atau 40 derajat Celcius.

Hindari kopi, teh, dan coklat yang mempunyai kafein tinggi. Teh hijau adalah alternative terbaik yang mempunyai sel penumpas kanker. Yang terbaik meminum air bersih atau air yang telah disaring untuk menghindari racun dan logam berat dalam air ledeng.

(FORWARDLAH PADA ORANG-ORANG YANG ANDA SAYANGI)

Rich Dad Poor Dad for Teens

Rating: ★★★★
Category: Books
Genre: Teens
Author: Robert T. Kiyosaki

Ayah Miskin: “Belajarlah dengan supaya kau bisa menemukan perusahaan bagus dan bekerja di situ”

Ayah Kaya: “Belajarlah dengan tekun supaya kau bisa menemukan perusahaan bagus dan membelinya”

Ayah Miskin: “Buatlah CV yang bagus untuk dapat pekerjaan yang bagus”

Ayah Kaya: “Tulislah rencana financial dan bisnis yang kuat untuk menciptakan perusahaan yang bagus”

Ayah Miskin: “Kalau sudah berurusan dengan uang, jangan ambil resiko!”

Ayah Kaya: “Belajarlah untuk mengelola resiko!”

Ayah Miskin: “Tabung!”

Ayah Kaya: “Investasikan!”

Ungkapan-ungkapan tersebut hanyalah secuil paradoks yang ditampilkan buku ini. Yang pasti, buku ini mencoba mengubah paradigma ‘ayah miskin’ menjadi paradigma ‘ayah kaya’.

Yang harus digarisbawahi adalah definisi ‘kaya’ itu sendiri. ‘Kaya’ bukan berarti berpenghasilan besar. Buat apa memiliki penghasilan besar jika tidak punya asset? Orang-orang berpenghasilan besar biasanya punya pengeluaran yang juga besar untuk benda-benda konsumtif (liabilitas), dan hal ini tidak menjadikan mereka kaya.

Dalam bukunya, Kiyosaki mengisahkan bagaimana ia belajar tentang finansial dari ayahnya sendiri (ayah miskin) dan ayah temannya (ayah kaya). Dimana ayah kaya berpenghasilan tidak jauh berbeda dari ayah miskin yang pekerja tulen. Namun ayah kaya memiliki banyak perusahaan dan menggaji banyak karyawan. Bahkan ayah kaya memiliki passive income yang memungkinkan uang bekerja untuknya.

Memang kedengarannya agak mustahil. How come gitu loh? Yang pasti, orang kaya adalah orang yang kaya hati, kaya kreativitas, dan terutama cerdas finansial. Orang kaya memperlakukan uang secara bijak. Mereka membeli sesuatu yang mereka butuhkan—bukan inginkan–, sehingga mereka tidak konsumtif. Artinya, mereka lebih banyak menyisihkan pendapatan mereka untuk asset ketimbang liabilitas.

Dalam mengelola asset, Kiyosaki membaginya dalam tiga ‘celengan’, yaitu:
1. beramal
2. tabungan
3. investasi

Kesimpulannya, jika Anda ingin kaya, maka Anda harus cerdas finansial dan kreatif memanfaatkan peluang. Memperturutkan hawa nafsu (berbelanja) adalah hal berbahaya! Menjadi kaya bukan berarti menjadi sombong atau haus duniawi. Sebaliknya, menjadi kaya membuka peluang kita untuk lebih banyak menolong orang lain dan beramal.

So, be wise on using money and don’t let your passion drives you!

Fit Ala Rasulullah

1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH
Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain:
– Berlimpah pahala dari Allah
– Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB
– Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan
 
2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jum’at beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman” (HR Muslim)

3. TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN
Selama hidupnya, Rasulullah tidak pernah makan sampai kenyang. Sabda Rasul : “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan) “(Muttafaq Alaih)

Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda:
Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.

4. MAKAN MAKANAN HALAL & THAYIB
Tidak hanya halal, Rasulullah memakan makanan yang thayib atau baik bagi kesehatan tubuh. Sebagai orang Arab, Rasulullah biasa mengkonsumi kurma, susu, buah tin, minyak zaitun, madu lebah, gandum, tajin gandum, rebusan sayur, daging, labu manis, khabish. Menu-menu di atas bersifat alami dan bebas zat aditif.

5. SEDIKIT TIDUR
Sedikit tidur bukan berarti kurang tidur, melainkan tidur dalam takaran yang cukup. Dalam kesehariannya, Rasulullah tidak pernah begadang sehabis sholat Isya’. Tapi Rasulullah selalu bangun malam untuk sholat. Berdasarkan sebuah hadits, Rasulullah itu beristirahat dengan sholat, bukan dengan tidur. Sabda beliau, “Ya Bilal, istirahatkan kami dengan sholat”.

6. OLAH RAGA
Jenis olah raga yang dicontohkan Rasulullah adalah berkuda, memanah, dan berenang. Berkuda merupakan olah raga yang membutuhkan dan membangun kekuatan fisik. Memanah adalah olah raga yang membutuhkan konsentrasi dan ketepatan. Sementara berenang adalah olah raga yang mampu membakar banyak kalori.

7. GEMAR BERJALAN KAKI
Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir,pori- pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.

8. TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah : “Jangan Marah!” (diulangi sampai 3 kali). Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah:
– Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
– Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon
– Segera berwudhu
– Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

9. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT.

10. TAK PERNAH IRI HATI
Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.

::Ya Allah,bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat-sifat mahmudah…: :

(jat/dari berbagai sumber)

Fit Ala Rasulullah

1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH
Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain:
– Berlimpah pahala dari Allah
– Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB
– Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan

2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jum’at beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman” (HR Muslim)

3. TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN
Selama hidupnya, Rasulullah tidak pernah makan sampai kenyang. Sabda Rasul : “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan) “(Muttafaq Alaih)

Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda:
Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.

4. MAKAN MAKANAN HALAL & THAYIB
Tidak hanya halal, Rasulullah memakan makanan yang thayib atau baik bagi kesehatan tubuh. Sebagai orang Arab, Rasulullah biasa mengkonsumi kurma, susu, buah tin, minyak zaitun, madu lebah, gandum, tajin gandum, rebusan sayur, daging, labu manis, khabish. Menu-menu di atas bersifat alami dan bebas zat aditif.

5. SEDIKIT TIDUR
Sedikit tidur bukan berarti kurang tidur, melainkan tidur dalam takaran yang cukup. Dalam kesehariannya, Rasulullah tidak pernah begadang sehabis sholat Isya’. Tapi Rasulullah selalu bangun malam untuk sholat. Berdasarkan sebuah hadits, Rasulullah itu beristirahat dengan sholat, bukan dengan tidur. Sabda beliau, “Ya Bilal, istirahatkan kami dengan sholat”.

6. OLAH RAGA
Jenis olah raga yang dicontohkan Rasulullah adalah berkuda, memanah, dan berenang. Berkuda merupakan olah raga yang membutuhkan dan membangun kekuatan fisik. Memanah adalah olah raga yang membutuhkan konsentrasi dan ketepatan. Sementara berenang adalah olah raga yang mampu membakar banyak kalori.

7. GEMAR BERJALAN KAKI
Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir,pori- pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.

8. TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah : “Jangan Marah!” (diulangi sampai 3 kali). Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah:
– Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
– Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon
– Segera berwudhu
– Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

9. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT.

10. TAK PERNAH IRI HATI
Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.

::Ya Allah,bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat-sifat mahmudah…: :

(jat/dari berbagai sumber)