Lowongan Jodoh

Membaca respon dari postingan sebelum ini, saya jadi tertawa sendiri. Menarik! Sangat menarik!

Jujur aja, postingan “application ‘love’ letter” tidak berpretensi apapun. Cuma iseng ajah! Tapi ternyata malah memunculkan sebuah wacana tentang ‘lowongan jodoh’ . Saya jadi berpikir, jangan-jangan jaman sekarang ini bukan cuma cari kerja yang susah, tapi cari jodoh juga susah ya?? hehehe…

Tingginya angka pengangguran di Indonesia disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah lowongan dan jumlah pelamar. Ditambah lagi tidak adanya link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Makanya penyerapan tenaga kerja menjadi sangat kecil. Karena itu, PTN dan PTS dituding sebagai biang kerok penyumbang pengangguran terbesar di tanah air (KOMPAS Sabtu 16/2).

Kalau dianalogikan dengan tingkat persaingan kerja, fenomena ini sepertinya mirip halnya dengan ‘jodoh’–terlepas dari paradigma “jodoh itu di tangan Tuhan”. Tingginya jumlah ‘pengangguran jodoh’ (baca: lajang), bisa jadi disebabkan oleh rendahnya daya serap antara pria yang siap menikah dengan wanita yang siap menikah. Yang berarti, jumlah pelamar dan jumlah lowongan tidak sebanding, alias jumlah wanita yang siap menikah tidak sebanding dengan jumlah pria yang siap menikah. Pertanyaannya, siapa ‘biang kerok’ penyumbang pengangguran jodoh terbesar ini?

Paradigma baru tentang lowongan kerja sekarang ini terjawab dengan paradigma wirausaha, yaitu hidup dia atas kaki sendiri dan tidak tergantung pada orang lain. Dalam paradigma ini, lulusan PT adalah manusia bebas yang bisa memperoleh penghasilan dengan tidak bergantung pada orang lain. Untuk memenuhi kebutuhan finansialnya, para sarjana tidak terkungkung oleh paradigma bekerja pada orang lain, tetapi justru membuka lahan pekerjaan, yaitu dengan berwirausaha.

Tapi bagaimana halnya dengan jodoh? Demi memenuhi kebutuhan biologis dan emosinya, apakah para lajang harus ‘mandiri’ alias ‘berwirausaha’?? Merujuk pada paradigma Islam, kondisi seperti ini terjawab dengan jalan berpuasa. Namun pertanyaan berikutnya adalah, kapan saatnya berbuka?

Advertisements
Leave a comment

14 Comments

  1. mbakje said: Namun pertanyaan berikutnya adalah, kapan saatnya berbuka?

    ada waktunya loo mba.. tapi cuma Allah yang tahu kapan saatnya kita berbukakarena Allah udah janji klo DIA udah nyiapin My Mr Rightjadi kita tinggal sabar aja nunggu berbuka

    Reply
  2. 🙂

    Reply
  3. haha …. kayak ideku …..tapi belum sempat posting euy ….. ide lowongan jodoh , Ok juga tuh … hihi…

    Reply
  4. nah…bedanya sama biro jodoh….

    Reply
  5. kalo biro jodoh banyak boongnya… hehehe…

    Reply
  6. puasa’y jangan keukeuh yach! kalau da undangan walimah, pan lebih baik dicicipi hidangan’y! insya Allah nanti kebagian berkah’y……….! ^_^ heeeeeeeee, afwan. just kidding!

    Reply
  7. ada nggak alternatif kongsi dalam berwirausaha…

    Reply
  8. nice post..

    Reply
  9. qyranabdillah said: puasa’y jangan keukeuh yach! kalau da undangan walimah, pan lebih baik dicicipi hidangan’y!

    Oh kalo itu so pasti!! hihihi… ;p

    Reply
  10. chairulanwardama said: ada nggak alternatif kongsi dalam berwirausaha…

    hmm… anybody knows??

    Reply
  11. ogieurvil said: nice post..

    thx 🙂

    Reply
  12. mbakje said: Namun pertanyaan berikutnya adalah, kapan saatnya berbuka?

    Saat waktu Maghrib tiba, atuh 🙂

    Reply
  13. abahsaidan said: Saat waktu Maghrib tiba, atuh 🙂

    good answer ;p

    Reply
  14. mbakje said: hmm… anybody knows??

    maybe the elder sister can answer…???

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: