Cukup Ridha Allah Sebagai Kriteria

“Ana menginginkan wanita shalehah, yaitu wanita yang berakhlak baik, memiliki naluriah mencintai dan menyayangi anak kecil, mempunyai perhatian besar bagi pendidikan anak, teliti, dan perhatian terhadap kebutuhan suami, setia, dapat memelihara dengan baik dan mempu mengatur ekonomi keluarga… bla…bla…bla…bla…”

Saudariku Muslimah, apa yang kau rasakan saat ada seorang pria yang sedang mencari istri mengajukan sederet kriteria semacam itu padamu?

Tak ingin kuketahui jawabannya. Cukuplah jawaban itu kau simpan dalam hati. Kau renungkan dan diskusikan bersama nurani.

Rasulullah berkata bahwa ada empat hal sebab seorang perempuan dinikahi. Harta, kecantikan, keturunan, dan agama. Rasulullah telah menganjurkan agar agama menjadi pilihan utama.

Pernahkah terpikir di benakmu mengapa Rasulul hanya menganjurkan hal itu kepada laki-laki? Aku bukan ahli fiqih atau hadis, apalagi ahli tafsir atau Bahasa Arab. Aku pun tak tahu mengapa.

Satu hal saja yang kumaknai dari ketiadaan petunjuk memilih jodoh bagi perempuan, yaitu “tantangan” dari Rasulullah untuk menjadi wanita shalehah! Kapan pun, dalam situasi bagaimana pun! Sehingga jika kelak menikah, siapa pun suaminya nanti, seperti apa pun keadaannya, dia tetap menjadi wanita shalehah. Seperti Ibunda Asiyah yang mulia, yang menjadi salah satu penghuni utama surga meskipun suaminya kafir harbi. Fir’aun, sang raja yang zalim lagi sombong kepada Rabbnya.

Sebuah tekad pun terpancang untuk menggembleng diri menjadi wanita yang kokoh dalam keimanan seperti Asiyah. Bahwa untuk menjadi wanita sholehah tak harus tergantung kepada suami yang shaleh. Tidak sangat penting dengan siapa aku menikah, bagaimana kondisi iman orang yang akan menikahiku (kerena aku tidak tahu bagaimana cara mengetahuinya secara tepat). Yang lebih penting adalah bagaimana ikhtiarku menjaga keimanan, sebelum menikah dan–jika Allah berkehendak–setelah aku menikah nanti.

Dulu, aku pernah berpikir bahwa mengkriteriakan dien sebagai satu-satunya adalah yang paling utama dan segalanya. Dien… yang aku sendiri sampai sekarang masih belum tahu bagaimana cara tepat mengetahui dan mengukurnya. Mengkriteriakan dien kuanggap segalanya sampai Allah mempertemukanku dengan berbagai peristiwa. Perjalanan hidup–pahit, getir, manis, pahit, asam, asin–yang kualami menjadikan aku berpikir ulang. Ternyata ada yang lebih dari itu. Apa itu? Allah! Yah, cukup ridha Allah sebagai kriteria.

(disadur dari buku “Cewek Nembak Duluan” oleh Jazimah Al-Muhyi, DAR! Mizan publishing )

Advertisements
Leave a comment

15 Comments

  1. kala kata ustad Sigit (di seminar pra nikah yg lalu), Dien itu diukur dari akidah, ibadah, dan akhlaknya.
    kala kata temen, lihatlah komitmen ibadahnya…

    Reply
  2. lalu.. bagaimana kita mengukur akidah, ibadah, dan akhlaknya?

    Reply
  3. Sesungguhnya wanita sholehah untuk laki2 yang sholeh juga, begitu juga sebaliknya.
    Insya ALlah, dengan ikhtiar yang sungguh akan hadirnya si “Sholeh”.

    *lalu…bagaimana kita mengukur akidah, ibadah, dan akhlaknya?,
    WaLlahu a'lam, sebaik2nya manusia adalah karena taqwanya.

    Reply
  4. mungkin ayat dari Al Qur'an ini pengecualian untuk Asiyah istri Fir'aun, juga Nabi Nuh dan Nabi Luth… wallahu'alam

    Reply
  5. bener mbak..Ridha Allah…itu jawaban yg Wiw cari2 selama ini..hehehe…jazakillah…

    Reply
  6. waiyyaki…. iya wiw, klo Allah ridho insya Allah segalanya akan mudah dan lancar ๐Ÿ˜‰

    Reply
  7. lho..? kenapa rik? cup…cup..cup..

    Reply
  8. ya..ikhlas dan ridho sama apaun yang Allah tetapkan untuk kita, itu yang terbaik…
    learning by doing….
    ๐Ÿ™‚

    Reply
  9. terharu.. hehe..

    Reply
  10. yup, that's the point!

    Reply
  11. Buah tangan dari ikhlas adalah ridhaNya

    Reply
  12. iya mbak insyaallah..

    Reply
  13. Betul teh, seharusnya memang iman itu memang sudah jadi tanggung jawab kita yah…jangan bergantung dengan iman sang imam keluarga atau siapa pun juga di mana kita berada…
    baca tulisan teh jati yang ini saya nemuin jawabannya…doakan saya supaya lebih istiqomah…amien

    Reply
  14. amin insyaallah ta ๐Ÿ™‚

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: