Debut Pertama

Belom sebulan kerja di penerbitan Penebar Swadaya (PS), eeeh… udah ditodong ikut memeriahkan HUT Trubus yang ke-38. Inilah aksi “Pasukan Bertopeng”!!! ^_^

We are, we are PS…!! (4x)

Di setiap ada PS mengapa jantungku berdetak
berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang
Di setiap ada PS mengapa darahku mengalir
mengalir lebih deras dari ujung kaki ke ujung kepala

Aku sedang ingin gembira hari ini
Trubus ulang tahun semua jadi happy
Aku sedang ingin bertanding karena
Pasti ada PS di sini yakin menang

Ada 32 karyawan Penebar Swadaya
Terdiri dari 5 divisi yang ada di dalamnya
Ada PS
Ada Griya
Penebar Plus+
Penebar CIF
Dan ada Pacu Minat Baca…..

Advertisements

Dosen Pembimbingku Telah Tiada

innalillahi wa inna ilaihi roji’uun….
terkejut juga baca berita ini... hix, kini dosen pembimbing skripsiku telah tiada semua

Selamat jalan Pak Dudi Djumadi yang baru saja ‘pergi’ dan Pak Dendi Sudiana yang telah ‘pergi’ sekitar setahun lalu… Semoga amal ibadah bapak diterima Allah SWT.. amin.

Dosen Pembimbingku Telah Tiada

innalillahi wa inna ilaihi roji’uun….
terkejut juga baca berita ini... hix, kini dosen pembimbing skripsiku telah tiada semua

Selamat jalan Pak Dudi Djumadi yang baru saja ‘pergi’ dan Pak Dendi Sudiana yang telah ‘pergi’ sekitar setahun lalu… Semoga amal ibadah bapak diterima Allah SWT.. amin.

Terkabul…!!

Gara-gara baca postingan bapak Ogie … Jadi pengen ikutan share…

Kejadian ini terjadi jauuuh hari sebelum baca buku Law of Attraction (LOA)-nya Michael J. Losier. Hanya saja, ketika membaca buku itu, aku jadi yakin bahwa kejadian-kejadian berikut ini merupakan bukti bekerjanya LOA.

“You are what you think” kata seorang filusuf (namanya lupa), seperti firman Allah dalam Al Qur’an, “Aku seusai dengan prasangka hamba-Ku”. Dan ini benar! Aku pernah mengalami itu beberapa kali.

#Kejadian 1

Pas SMA aku sempat mbatin, “Aku ingin sekali nge-kost”. Padahal aku anak tunggal. Kalo secara logika dan perasaan kayaknya gak mungkin banget aku ninggalin orang tuaku. Lagian, mereka mana mau aku sekolah jauh-jauh… Ternyata, semua terjawab melalui kejadian berikut…

#Kejadian 2

“Kamu pilih jurusan apa, Jat? Pokoknya paling jauh di Bogor lho!” ujar (alm) Bapakku sesaat sebelum aku mengumpulkan formulir UMPTN (sekarang SPMB. Red).

Karena waktu itu aku lagi sebeeel banget sama bapakku—maklum ABG—aku jawab ngasal dengan nada menantang, “Pokoknya saya akan kuliah di Bandung! Saya akan kuliah jauh dari Bapak!!”

Alhasil aku lulus UMPTN dan diterima di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung.

#Kejadian 3

Kuliah di jurusan jurnalistik UNPAD pas angkatanku itu identik dengan “lama lulus”. 5 tahun adalah waktu standar, bahkan relatif cepat, untuk menyelesaikan studi. “Paling gue lulus akhir 2004,” celetukku suatu ketika pas masuk tingkat tiga kuliah. Dan saudara-saudara… aku lulus sidang pada November 2004, lalu diwisuda Desember 2004.

#Kejadian 4

Menjelang kelulusan, aku rasanya ingiiin sekali membalas pengorbanan ibu sebagai orang tua tunggal (karena bapak sudah meninggal. Red) yang telah membiayai kuliahku. Lalu aku sempat mbatin, “Nanti kalau udah lulus kuliah, pingiiiin banget deh pergi haji berdua sama ibu.”. Padahal waktu itu gak tau caranya gimana dan duit dari mana, pokoknya pingiiin banget. Subhanallah… 2 tahun setelah lulus kuliah, aku dan ibu menunaikan haji.

Masih banyak lagi kejadian-kejadian yang membuktikan bekerjanya LOA itu. Tapi kejadian berikut ini adalah “ketertarikan sadar” yang aku alami pasca baca buku LOA;

#Kejadian 5

Angkot T11 jurusan Cililitan – Mekarsari tergolong jarang yang bertolak dari Cililitan, karena biasanya angkot merah dari Mekarsari ini hanya sampai Pasar Rebo. Makanya aku beberapa kali terlambat sampai kantor hanya karena lama menunggu angkot satu ini. Padahal perjalanannya sendiri hanya membutuhkan waktu 30 menit!

Maka pada suatu hari, dalam perjalanan menuju perempatan Cililitan yang ramai dengan kendaraan bermotor, aku memvisualisasikan kejadian yang ternyata sama persis dengan yang terjadi kemudian. Aku membayangkan pada saat menyebrang jalan di perempatan ramai itu, tampak angkot merah T11 yang sedang mengetem. Padahal biasanya T11 gak pernah ngetem di perempatan Cililitan loh, soalnya ada polisi. Tapi ternyata sejurus kemudian pada saat aku setengah berlari melalui zebra cross yang membentang di sisi lampu merah, kulihat ‘angkot tercintaku’ sedang mengetem, saudara-saudara!! Luar biasaaah…! Subhanallah…!!***

Terkabul…!!

Gara-gara baca postingan bapak Ogie … Jadi pengen ikutan share…

Kejadian ini terjadi jauuuh hari sebelum baca buku Law of Attraction (LOA)-nya Michael J. Losier. Hanya saja, ketika membaca buku itu, aku jadi yakin bahwa kejadian-kejadian berikut ini merupakan bukti bekerjanya LOA.

“You are what you think” kata seorang filusuf (namanya lupa), seperti firman Allah dalam Al Qur’an, “Aku seusai dengan prasangka hamba-Ku”. Dan ini benar! Aku pernah mengalami itu beberapa kali.

#Kejadian 1

Pas SMA aku sempat mbatin, “Aku ingin sekali nge-kost”. Padahal aku anak tunggal. Kalo secara logika dan perasaan kayaknya gak mungkin banget aku ninggalin orang tuaku. Lagian, mereka mana mau aku sekolah jauh-jauh… Ternyata, semua terjawab melalui kejadian berikut…

#Kejadian 2

“Kamu pilih jurusan apa, Jat? Pokoknya paling jauh di Bogor lho!” ujar (alm) Bapakku sesaat sebelum aku mengumpulkan formulir UMPTN (sekarang SPMB. Red).

Karena waktu itu aku lagi sebeeel banget sama bapakku—maklum ABG—aku jawab ngasal dengan nada menantang, “Pokoknya saya akan kuliah di Bandung! Saya akan kuliah jauh dari Bapak!!”

Alhasil aku lulus UMPTN dan diterima di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung.

#Kejadian 3

Kuliah di jurusan jurnalistik UNPAD pas angkatanku itu identik dengan “lama lulus”. 5 tahun adalah waktu standar, bahkan relatif cepat, untuk menyelesaikan studi. “Paling gue lulus akhir 2004,” celetukku suatu ketika pas masuk tingkat tiga kuliah. Dan saudara-saudara… aku lulus sidang pada November 2004, lalu diwisuda Desember 2004.

#Kejadian 4

Menjelang kelulusan, aku rasanya ingiiin sekali membalas pengorbanan ibu sebagai orang tua tunggal (karena bapak sudah meninggal. Red) yang telah membiayai kuliahku. Lalu aku sempat mbatin, “Nanti kalau udah lulus kuliah, pingiiiin banget deh pergi haji berdua sama ibu.”. Padahal waktu itu gak tau caranya gimana dan duit dari mana, pokoknya pingiiin banget. Subhanallah… 2 tahun setelah lulus kuliah, aku dan ibu menunaikan haji.

Masih banyak lagi kejadian-kejadian yang membuktikan bekerjanya LOA itu. Tapi kejadian berikut ini adalah “ketertarikan sadar” yang aku alami pasca baca buku LOA;

#Kejadian 5

Angkot T11 jurusan Cililitan – Mekarsari tergolong jarang yang bertolak dari Cililitan, karena biasanya angkot merah dari Mekarsari ini hanya sampai Pasar Rebo. Makanya aku beberapa kali terlambat sampai kantor hanya karena lama menunggu angkot satu ini. Padahal perjalanannya sendiri hanya membutuhkan waktu 30 menit!

Maka pada suatu hari, dalam perjalanan menuju perempatan Cililitan yang ramai dengan kendaraan bermotor, aku memvisualisasikan kejadian yang ternyata sama persis dengan yang terjadi kemudian. Aku membayangkan pada saat menyebrang jalan di perempatan ramai itu, tampak angkot merah T11 yang sedang mengetem. Padahal biasanya T11 gak pernah ngetem di perempatan Cililitan loh, soalnya ada polisi. Tapi ternyata sejurus kemudian pada saat aku setengah berlari melalui zebra cross yang membentang di sisi lampu merah, kulihat ‘angkot tercintaku’ sedang mengetem, saudara-saudara!! Luar biasaaah…! Subhanallah…!!***

Law of Attraction

Rating: ★★★★★
Category: Books
Genre: Religion & Spirituality
Author: Michael J. Losier

Pernahkah Anda mengalami sederet ‘kebetulan-kebetulan’ seperti bayangan Anda? Misalnya, ketika Anda sedang menginginkan sesuatu tiba-tiba sesuatu itu muncul di hadapan Anda. Atau ketika Anda sedang memikirkan seseorang, ternyata orang tersebut menelpon Anda. Bahkan sebaliknya, ketika Anda sedang sangat tidak menginginkan sesuatu, sesuatu itu justru terjadi.

Itulah sederet bukti “hukum ketertarikan” atau “law of attraction”. Hukum ketertarikan sendiri dapat didefinisikan sebagai “Segala sesuatu yang Anda pikirkan dengan segenap perhatian, energi, dan konsentrasi pikiran, baik hal positif maupun negatif yang kemudian datang ke kehidupan Anda” (p.14). Jadi, sebenarnya semua itu bukan ‘kebetulan’, tapi ‘kesengajaan’ karena Andalah yang mengundangnya menjadi kenyataan.

Pada hakikatnya, setiap kita memancarkan getaran-getaran energi, baik itu postif maupun negatif. Dan energi itu berasal dari suasana hati kita. Dan suasana hati kita berasal dari pikiran-pikiran kita. Ini mengingatkan saya pada sebuah ayat Al Qur’an yang melarang kita berprasangka, karena sebagian prasangka adalah dosa. Dosa di sini tentu saja adalah prasangka negatif yang dapat menimbulkan getaran negatif. Sebab getaran negatif ini dapat menimbulkan hal-hal negatif pula. Begitu pun sebaliknya, getaran positif akan menimbulkan hal-hal positif pula.

Mungkin sudah banyak buku yang menjelaskan tentang hukum ketertarikan ini, mulai dari ilmu fisika hingga kejiwaan. Karena kaidah hukum ketertarikan ini memang berasal dari ilmu fisika tentang “hukum kekekalan energi”. Bahwa energi itu tidak bisa dimusnahkan, ia hanya berubah menjadi wujud yang lain.

Bahkan fisikawan Johanes Surya pun dalam bukunya “Mestakung” (singkatan dari Semesta Mendukung) menjelaskan secara ilmiah bagaimana alam semesta akan bersatu padu mewujudkan keinginan kita jika kita benar-benar menginginkan sesuatu.

Kelebihan buku karangan Michael J. Losier ini adalah paparannya yang mudah dimengerti, praktis, dan disertai dengan lembar kerja praktis yang dapat langsung dipraktekkan.

Buku ini mengedepankan bagaimana agar kita senantiasa mengeluarkan getaran positif dalam hidup dengan membuat “ketertarikan sadar”. Ada tiga tahap formula ketertarikan sadar yang diajarkan Losier, yaitu:
1. Kenali hasrat keinginan Anda
2. Berikan perhatian pada hasrat itu
3. Biarkan hasrat itu menjelma nyata.

Mungkin ada yang bertanya-tanya perihal fokus pada hasrat keinginan, “Apakah hasrat ini akan menjadikan kita menjadi ambisius dan menghalalkan segala cara?”. Pada tahap ketiga “Biarkan hasrat itu menjelma nyata”, Losier mengajarkan pembaca untuk rela atau ikhlas. Karena keinginan yang menggebu-gebu tanpa keikhlasan malah menghasilkan getaran negatif yang justru menegasikan keinginan Anda semula.

Sekali lagi, saya teringat lagi pada firman Allah SWT, “Barangsiapa bertawakal pada-Ku, maka Aku akan mencukupkan keperluannya”…. Subhanallah.

Bagi yang penasaran bisa buka situsnya:
http://www.lawofattractionbook.com/

The Messiah, Yesus Tidak Pernah Disalibkan!

Rating: ★★★★★
Category: Movies
Genre: Cult

Review ini dikutip dari:
http://sultanhaidar.multiply.com/reviews/item/11/The_Messiah_Yesus_Tidak_Pernah_Disalibkan

Sebuah film Yesus yang dituturkan dari cara pandang Islam baru saja
diluncurkan di Iran. Hal ini menyebabkan berbagai reaksi dari
komunitas Kristen, karena di film tersebut Yesus tidak mati
disalibkan tetapi digantikan oleh Yudas Iskariot.

Judul film ini “The Messiah” – ditulis, diproduksi dan disutradarai
oleh seorang pembuat film dari Iran bernama Nader Talebzadeh. Film
ini dibuat di Iran dan Yesus pun dimainkan oleh seorang aktor Iran.
Film ini dibuat berdasarkan apa yang Alquran tuliskan tentang Yesus
dan berdasarkan Injil Barnabas – sebuah kitab yang tidak termasuk
dalam kanonisasi Alkitab.

Film ini menyajikan dua penutupan film – dari sudut muslim dan
Kristen tentang Yesus dan salib-Nya. Film ini memenangkan penghargaan
dari Roma, Rome’s Religion Today Film Festival sebagai nominasi
dialog antar umat beragama.

Dr. Emir Caner, seorang dekan dari Southwestern Baptist Theological
Seminary merekomendasikan untuk orang Kristen menonton film ini, dan
menanyakan beberapa hal berikut ini :

Kapan Yesus digantikan, menurut yang tertulis di Alquran ?
Kenapa ibu dan para murid Yesus tidak mengenali bahwa orang yang
mereka ikuti itu telah ditukar sebelum berada di atas kayu salib ?
Apa tujuan Allah’ membutakan semua kerumunan termasuk murid -murid
Yesus dan Maria ibu Yesus, sehingga mereka tetap berpikir bahwa Yesus
lah yang sedang disalibkan ?

Caner, yang juga seorang professor bidang sejarah, mengatakan bahwa
dia percaya pada akhirnya dengan cara kita menonton sambil bertanya
berdasarkan sudut pandang itu, kita bisa menerima film ini.

“Mungkin Orang Muslim dan Kristen akan menyadari melalui film ini
bahwa Alquran hanya menawarkan suatu kemungkinan cerita yang mungkin
terjadi saat itu, walaupun Alkitab sudah dengan jelas menuliskan
sejarah mendetail yang dapat dipercaya dan telah dibuktikan bahkan
pada saat ini.” Demikian Caner menuliskan pernyataannya.

Hampir secara keseluruhan “The Messiah,” penampilan Yesus dalam film
ini mirip dengan versi Yesus yang dibuat oleh dunia barat. Rambut
pirang dan melakukan mukjizat. Hanya yang berbeda adalah bagaimana
Yudas tiba – tiba secara ajaib berubah menyerupai Yesus dan
menggantikan Yesus disalibkan.

“Dia ( Yesus-red ) bukan Anak Allah dan tidak pernah menjadi Anak
Allah. Dia hanya nabi dan Dia tidak pernah disalibkan, itu adalah
orang lain yang disalibkan menggantikan Dia,” Talebzadeh menyatakan
kepada CNN.

Film fenomenal yang melibatkan hampir lebih dari 1000 orang ini
merupakan sebuah film terbesar yang pernah dibuat di Iran. Film ini
telah dirilis di Iran saat ini, dan segera akan dapat disaksikan di
Internet melalui CNN.

official website:
http://cmi.irib.ir/messiah/

Tahukah Kau?


Tahukah kau, hal indah baru saja terjadi…

Aku baru menyadari

Bahwa keindahan itu tidak harus dimiliki

 

Ibarat bunga cantik nan harum mewangi

Di pohonnya akan bertambah lestari

Jika kau petik untuk kau miliki sendiri

Ia akan layu tak lagi berseri

 

Tahukah kau, hal indah baru saja terjadi…

Baru saja kusemai

Bibit-bibit cinta di taman asri

 

Membiarkan kuncup-kuncup menanti musim semi

Agar saat mekar nanti

Indahnya bisa jua kau nikmati

Tidak hanya olehku sendiri

 

Tahukah kau, hal indah baru saja terjadi…

Bahwa cinta sejati hanya milik Illahi

Karena tiada yang abadi di dunia ini

 

Bogor, 1 April 2008