910 Tahun!

Bayangkan!
910 tahun sudah sejak dideklarasikannya gerakan Zionisme pada 1099
Demi sebuah negara bernama Israel
Namun hingga hari ini, tahun 2009, Palestina belum takluk

910 tahun
Sembilan abad lebih
Atau mungkin lebih

Sebuah bukti nyata yang telanjang
Bukti nyata kekuatan iman
Seperti Daud yang mengalahkan Jalut dengan katapel
Seperti Musa yang mengalahkan Firaun dengan tongkat kayu

***

PS. Thx to Dikei for the presentation last week 

910 Tahun!

Bayangkan!
910 tahun sudah sejak dideklarasikannya gerakan Zionisme pada 1099
Demi sebuah negara bernama Israel
Namun hingga hari ini, tahun 2009, Palestina belum takluk

910 tahun
Sembilan abad lebih
Atau mungkin lebih

Sebuah bukti nyata yang telanjang
Bukti nyata kekuatan iman
Seperti Daud yang mengalahkan Jalut dengan katapel
Seperti Musa yang mengalahkan Firaun dengan tongkat kayu

***

PS. Thx to Dikei for the presentation last week

Free printable worksheets for preschool through fifth grade

http://www.tlsbooks.com/
Buat yang homeschooling atau para guru PAUD (pendidikan anak-anak usia dini), link ini sangat bermanfaat untuk latihan. Karena link worksheetnya langsung berformat pdf dan mudah di-print.

Semoga bermanfaat!

Grow Old With You

I wanna make you smile whenever you’re sad
Carry you around when your arthritis is bad
All I wanna do is grow old with you

I’ll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you

I’ll miss you
I’ll kiss you
Give you my coat when you are cold

I’ll need you
I’ll feed you
Even let ya hold the remote control

So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed if you’ve had too much to drink
I could be the man who grows old with you
I wanna grow old with you

(Grow Old With You/Adam Sandler from OST “The Wedding Singer“)

Grow Old With You

I wanna make you smile whenever you’re sad
Carry you around when your arthritis is bad
All I wanna do is grow old with you

I’ll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you

I’ll miss you
I’ll kiss you
Give you my coat when you are cold

I’ll need you
I’ll feed you
Even let ya hold the remote control

So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed if you’ve had too much to drink
I could be the man who grows old with you
I wanna grow old with you

(Grow Old With You/Adam Sandler from OST “The Wedding Singer“)

analogi

magic_knight21: eheheheheh…btw kapan ni jadi ibu?

jati ajah!: halah..halah… wong bapaknya aja belom nemu

magic_knight21: udah nyari belum?

magic_knight21: nyarinya bener ga?

magic_knight21: kalo udah bener caranya bener ga?

magic_knight21: begini, bapak itu tergantung jenisnya, ada yang ditemukan pake magnet

magic_knight21: ada yang ditemukan pake kail

magic_knight21: ada juga yang ditemukannya pake lem..

magic_knight21: tergantung jenisnya mau yang kaya gimana?

magic_knight21: mau yang kaya besi, ikan, or kertas..

magic_knight21: ngerti ga?

magic_knight21: kalo gak ngerti lupakan saja..

magic_knight21: cuma nulis yang ga penting aja..

magic_knight21: lagi sibuk?

magic_knight21: maaf ya kalo ada kata2 yang tidak berkenan..

magic_knight21: btw, udah harus fokus lagi ke kerjaan..

magic_knight21: jadi sekian dulu n terima kasih..

Ini Bukan Ayam Panggang!

“Ini bukan ayam panggang. Ini adalah korban luka-luka di Palestina akibat bom Israel”, gumamku saat disuguhi sekotak nasi + ayam panggang oleh pengurus Aqila English Centre semalam. Sepotong daging berwarna kecokelatan yang gosong sebagian mengingatkanku pada foto-foto yang kususun pada pagi harinya di markas besar Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

Pagi itu (7/2), BSMI menggelar jumpa pers mengenai kepulangan tim relawannya dari Gaza, Palestina. Sebagai relawan, aku bantu-bantu mempersiapkan acara tersebut, termasuk menyusun album foto yang isinya foto-foto reruntuhan gedung, pengeboman, para korban jiwa dan luka-luka, juga perjalanan tim relawan BSMI. Sebagian besar staf gak tega melihat foto-foto korban, bahkan ada yang sampai mual. Untungnya aku termasuk orang yang ‘tega’ melihat potongan-potongan tubuh manusia yang sudah tidak berbentuk lagi.

Penampakan daging yang koyak akibat bom itu memang seperti ayam panggang, hanya saja warnanya kemerahan. Tapi ada juga yang cokelat kehitaman, karena terlalu gosong oleh bom. Biasanya tubuh yang berwarna seperti ini sudah tidak bernyawa lagi.

Jangan salah, korban dengan daging yang seperti ayam panggang ini masih bernyawa! Bagian tubuh mereka harus diamputasi. Dari sekian ratus foto yang dicetak, menurut pengamatanku, hampir semua korban terluka di bagian tubuh dari pinggang ke bawah. Padahal senjata yang digunakan Israel bukan ranjau darat. Entah jenis bom apa yang digunakan Israel.

Menurut pengakuan para relawan BSMI yang semuanya adalah dokter spesialis, jenis bom baru yang digunakan Israel adalah bom yang bisa memancarkan serpihan-serpihan logam tajam yang bisa mengoyak kulit dan daging. Jadi, ketika bom itu ditembakkan, otomatis ia memencarkan serpihan logam tajam ke segala arah. Serpihan logam tajam tersebut banyak ditemukan di tubuh pasien. Saat operasi, serpihan yang sangat kecil namun banyak sekali jumlahnya ini sangat sulit dikeluarkan dari tubuh pasien.

Mengenai bom fosfor putih, 80% korban yang terkena bom ini dipastikan meninggal dunia. Senjata yang dilarang PBB ini secara terang-terangan digunakan Israel untuk menggempur warga Palestina. Zat kimiawinya yang sangat keras mampu membakar kulit hingga ke tulang. Bangunan beton yang terkena bom fosfor putih ini bahkan bisa meleleh.

“BSMI akan mengadukan temuan-temuan ini sebagai pelanggaran HAM oleh Israel kepada pengadilan internasional,” ujar dr. Basuki Supartono, Ketua Umum BSMI. Selain itu, BSMI juga meminta agar perbatasan-perbatasan dibuka. Sebab bantuan kemanusiaan akan sulit masuk jika Palestina terus diblokade. “Percuma saja ada gencatan senjata, jika Palestina terus diblokade, karena itu sama saja dengan membunuh warga disana secara perlahan-lahan,” imbuh dr. Basuki.

Selain mengobati para korban, BSMI juga memberikan bantuan alat-alat medis, 3 unit ambulans, dan uang tunai kepada pihak Rumah Sakit Asy Syifa di Gaza. Untuk ke depannya, BSMI berencana memberikan bantuan untuk pembangunan rumah sakit di sana, jika pintu perbatasan dibuka. “Sebab bantuan akan percuma, kalau pintu perbatasan ditutup. Pasokan semen, batu bata, dan fasilitas medis mau masuk dari mana?” ujar dr. Basuki.

Untuk itu, BSMI juga akan memberikan beasiswa bagi para tenaga medis di Palestina untuk belajar di Indonesia. Karena di sana sangat kekurangan tenaga ahli, khususnya dokter spesialis. Bahkan dokter spesialis jantung pun tidak ada di sana. Demikian pula dengan ahli kandungan. Karena sedikitnya tenaga bidan, maka orang-orang awam pun terpaksa menjadi bidan dalam persalinan.

Ada hal menarik yang diungkapkan dr. Sahudi, seorang relawan BSMI yang baru pulang dari Gaza. “Sebenarnya pemerintahan Palestina adalah wujud dari clean government. Bayangkan saja, semua rumah sakit di Palestina gratis untuk semua jenis pengobatan. Bahkan para tenaga medisnya dibayar cukup tinggi oleh pemerintah. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 30 juta per tahun,” ujar dokter spesialis bedah umum ini.

Aku kembali menatap menatap seonggok daging ayam di depanku. Aku bergeming. Bukannya aku gak nafsu makan akibat terlalu banyak melihat bukti-bukti kebiadaban zionis Israel loh… tetapi karena aku memang tidak lapar karena sudah makan malam di rumah .

Indonesian Red Crescent

http://www.bsmipusat.net

Ini Bukan Ayam Panggang!

“Ini bukan ayam panggang. Ini adalah korban luka-luka di Palestina akibat bom Israel”, gumamku saat disuguhi sekotak nasi + ayam panggang oleh pengurus Aqila English Centre semalam. Sepotong daging berwarna kecokelatan yang gosong sebagian mengingatkanku pada foto-foto yang kususun pada pagi harinya di markas besar Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

Pagi itu (7/2), BSMI menggelar jumpa pers mengenai kepulangan tim relawannya dari Gaza, Palestina. Sebagai relawan, aku bantu-bantu mempersiapkan acara tersebut, termasuk menyusun album foto yang isinya foto-foto reruntuhan gedung, pengeboman, para korban jiwa dan luka-luka, juga perjalanan tim relawan BSMI. Sebagian besar staf gak tega melihat foto-foto korban, bahkan ada yang sampai mual. Untungnya aku termasuk orang yang ‘tega’ melihat potongan-potongan tubuh manusia yang sudah tidak berbentuk lagi.

Penampakan daging yang koyak akibat bom itu memang seperti ayam panggang, hanya saja warnanya kemerahan. Tapi ada juga yang cokelat kehitaman, karena terlalu gosong oleh bom. Biasanya tubuh yang berwarna seperti ini sudah tidak bernyawa lagi.

Jangan salah, korban dengan daging yang seperti ayam panggang ini masih bernyawa! Bagian tubuh mereka harus diamputasi. Dari sekian ratus foto yang dicetak, menurut pengamatanku, hampir semua korban terluka di bagian tubuh dari pinggang ke bawah. Padahal senjata yang digunakan Israel bukan ranjau darat. Entah jenis bom apa yang digunakan Israel.

Menurut pengakuan para relawan BSMI yang semuanya adalah dokter spesialis, jenis bom baru yang digunakan Israel adalah bom yang bisa memancarkan serpihan-serpihan logam tajam yang bisa mengoyak kulit dan daging. Jadi, ketika bom itu ditembakkan, otomatis ia memencarkan serpihan logam tajam ke segala arah. Serpihan logam tajam tersebut banyak ditemukan di tubuh pasien. Saat operasi, serpihan yang sangat kecil namun banyak sekali jumlahnya ini sangat sulit dikeluarkan dari tubuh pasien.

Mengenai bom fosfor putih, 80% korban yang terkena bom ini dipastikan meninggal dunia. Senjata yang dilarang PBB ini secara terang-terangan digunakan Israel untuk menggempur warga Palestina. Zat kimiawinya yang sangat keras mampu membakar kulit hingga ke tulang. Bangunan beton yang terkena bom fosfor putih ini bahkan bisa meleleh.

“BSMI akan mengadukan temuan-temuan ini sebagai pelanggaran HAM oleh Israel kepada pengadilan internasional,” ujar dr. Basuki Supartono, Ketua Umum BSMI. Selain itu, BSMI juga meminta agar perbatasan-perbatasan dibuka. Sebab bantuan kemanusiaan akan sulit masuk jika Palestina terus diblokade. “Percuma saja ada gencatan senjata, jika Palestina terus diblokade, karena itu sama saja dengan membunuh warga disana secara perlahan-lahan,” imbuh dr. Basuki.

Selain mengobati para korban, BSMI juga memberikan bantuan alat-alat medis, 3 unit ambulans, dan uang tunai kepada pihak Rumah Sakit Asy Syifa di Gaza. Untuk ke depannya, BSMI berencana memberikan bantuan untuk pembangunan rumah sakit di sana, jika pintu perbatasan dibuka. “Sebab bantuan akan percuma, kalau pintu perbatasan ditutup. Pasokan semen, batu bata, dan fasilitas medis mau masuk dari mana?” ujar dr. Basuki.

Untuk itu, BSMI juga akan memberikan beasiswa bagi para tenaga medis di Palestina untuk belajar di Indonesia. Karena di sana sangat kekurangan tenaga ahli, khususnya dokter spesialis. Bahkan dokter spesialis jantung pun tidak ada di sana. Demikian pula dengan ahli kandungan. Karena sedikitnya tenaga bidan, maka orang-orang awam pun terpaksa menjadi bidan dalam persalinan.

Ada hal menarik yang diungkapkan dr. Sahudi, seorang relawan BSMI yang baru pulang dari Gaza. “Sebenarnya pemerintahan Palestina adalah wujud dari clean government. Bayangkan saja, semua rumah sakit di Palestina gratis untuk semua jenis pengobatan. Bahkan para tenaga medisnya dibayar cukup tinggi oleh pemerintah. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 30 juta per tahun,” ujar dokter spesialis bedah umum ini.

Aku kembali menatap menatap seonggok daging ayam di depanku. Aku bergeming. Bukannya aku gak nafsu makan akibat terlalu banyak melihat bukti-bukti kebiadaban zionis Israel loh… tetapi karena aku memang tidak lapar karena sudah makan malam di rumah .

7 Februari 2009

Terima kasih semua atas perhatian, ucapan selamat, dan doa-doanya. Semoga dikabulkan Allah yaa.. amin. Terima kasih juga buat ibuku yang pada tanggal yang sama, 28 tahun lalu mempertaruhkan nyawanya demi aku… Makasih juga ya bu, atas nasi kuning yang uennnaaak :)) I love you, mom!

Terima kasih pula buat Deasy yang jauh-jauh datang membawa cake cokelat Majestik…nyam :p

Terima kasih terutama kepada Allah SWT yang masih kasih kesempatan buatku untuk memperbaiki amalan buat tabungan di akherat. Duh… kalau ingat mati, rasanya aku belum siap 😦