Mah, Itu Apa?

Kejadian ini kisah nyata waktu perjalanan mudik akhir tahun lalu. Yep, akhir tahun 2008 emang surga buat mudik/travelling, karena banyak tanggal merahnya hehehe.. Bayangkan, hanya dengan cuti 3 hari bisa liburan hampir 2 minggu! Jadilah saya dan ibu berlibur ke Madiun, Jawa Timur, kampung halaman kami (tepatnya bapak saya. Red).

Karena tiket KA sudah ludes, jadilah kami memilih naik bus (selain juga harganya lebih murah :D). Dalam perjalanan Jakarta – Madiun, bus ribut dengan suara bocah-bocah. Maklum, bukan saya saja yang memanfaatkan ‘obral’ tanggal merah ini, tetapi juga para orang tua yang kebetulan anak-anaknya sedang libur semesteran. Di belakang saya terdengar bocah laki-laki 8 tahun yang lumayan ‘bawel’ menanyakan segala hal pada ibunya. Untung sang ibu cukup sabar melayani pertanyaan polos anaknya. Yeah… pertanyaan ‘gak penting’ anak kecil gitu lah. Sampai pada sebuah pertanyaan yang membuat saya terpana.

Saat itu bus kami tengah melaju melalui pinggiran Indramayu, Jawa Barat. Suasana tipikal pinggiran kota di Jawa yang ‘ndeso’ khas dengan pasar tradisional, orang-orang (tua) yang masih banyak mengenakan kebaya dan bergigi oranye, bakul gendongan, sepeda, dan tentu saja jalan yang lengang tanpa macet (seperti Jakarta).

“Mah, itu apa?” pekik bocah di belakang saya takjub melihat sebuah becak! Apa? Dia gak tahu becak??

“Itu becak, sayang. Nanti di rumah Embah kita naik itu ya,” ujar sang ibu dengan sabarnya.

Oh my God… rupanya anak Jakarta sekarang gak pernah mengenal kendaraan roda tiga yang diontel pake otot ini!! Padahal ini kan kendaraan ramah lingkungan yang khas Indonesia. Phew, kasihan deh generasi muda kita… *mengelap keringat*

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

6 Comments

  1. Becak dia gak tahu. Dia tahunya Sukoi, kali, say! Hehehe

    Reply
  2. hehe… iya kali 🙂

    Reply
  3. wahahaha… iya kasian ! pasti ga pernah ngerasain sensasi naik beca langganan (jemputan) ke sekolah…. untung anakku familiar..hehehe… di bandung mah di tengah kota masih banyak becasensasi lain memacu adrenalin => coba naek beca di daerah kepatihan. suka melawan arah lalulintas padat!

    Reply
  4. ambupiki said: coba naek beca di daerah kepatihan. suka melawan arah lalulintas padat!

    huahahaha…bener pik! Ini juga yang bikin becak dilarang beroperasi di Jakarta sama Pak Harto

    Reply
  5. emang di TK ga pernah diajarin lagu tamasya naik becak ya? hehehe palng ga dijelasin lah roda tiga itu jenisnya apa aja. atau ajak anak ke museum becak:D

    Reply
  6. masalahnya becak belum masuk museum, teh ;p

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: