Ini Bukan Ayam Panggang!

“Ini bukan ayam panggang. Ini adalah korban luka-luka di Palestina akibat bom Israel”, gumamku saat disuguhi sekotak nasi + ayam panggang oleh pengurus Aqila English Centre semalam. Sepotong daging berwarna kecokelatan yang gosong sebagian mengingatkanku pada foto-foto yang kususun pada pagi harinya di markas besar Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

Pagi itu (7/2), BSMI menggelar jumpa pers mengenai kepulangan tim relawannya dari Gaza, Palestina. Sebagai relawan, aku bantu-bantu mempersiapkan acara tersebut, termasuk menyusun album foto yang isinya foto-foto reruntuhan gedung, pengeboman, para korban jiwa dan luka-luka, juga perjalanan tim relawan BSMI. Sebagian besar staf gak tega melihat foto-foto korban, bahkan ada yang sampai mual. Untungnya aku termasuk orang yang ‘tega’ melihat potongan-potongan tubuh manusia yang sudah tidak berbentuk lagi.

Penampakan daging yang koyak akibat bom itu memang seperti ayam panggang, hanya saja warnanya kemerahan. Tapi ada juga yang cokelat kehitaman, karena terlalu gosong oleh bom. Biasanya tubuh yang berwarna seperti ini sudah tidak bernyawa lagi.

Jangan salah, korban dengan daging yang seperti ayam panggang ini masih bernyawa! Bagian tubuh mereka harus diamputasi. Dari sekian ratus foto yang dicetak, menurut pengamatanku, hampir semua korban terluka di bagian tubuh dari pinggang ke bawah. Padahal senjata yang digunakan Israel bukan ranjau darat. Entah jenis bom apa yang digunakan Israel.

Menurut pengakuan para relawan BSMI yang semuanya adalah dokter spesialis, jenis bom baru yang digunakan Israel adalah bom yang bisa memancarkan serpihan-serpihan logam tajam yang bisa mengoyak kulit dan daging. Jadi, ketika bom itu ditembakkan, otomatis ia memencarkan serpihan logam tajam ke segala arah. Serpihan logam tajam tersebut banyak ditemukan di tubuh pasien. Saat operasi, serpihan yang sangat kecil namun banyak sekali jumlahnya ini sangat sulit dikeluarkan dari tubuh pasien.

Mengenai bom fosfor putih, 80% korban yang terkena bom ini dipastikan meninggal dunia. Senjata yang dilarang PBB ini secara terang-terangan digunakan Israel untuk menggempur warga Palestina. Zat kimiawinya yang sangat keras mampu membakar kulit hingga ke tulang. Bangunan beton yang terkena bom fosfor putih ini bahkan bisa meleleh.

“BSMI akan mengadukan temuan-temuan ini sebagai pelanggaran HAM oleh Israel kepada pengadilan internasional,” ujar dr. Basuki Supartono, Ketua Umum BSMI. Selain itu, BSMI juga meminta agar perbatasan-perbatasan dibuka. Sebab bantuan kemanusiaan akan sulit masuk jika Palestina terus diblokade. “Percuma saja ada gencatan senjata, jika Palestina terus diblokade, karena itu sama saja dengan membunuh warga disana secara perlahan-lahan,” imbuh dr. Basuki.

Selain mengobati para korban, BSMI juga memberikan bantuan alat-alat medis, 3 unit ambulans, dan uang tunai kepada pihak Rumah Sakit Asy Syifa di Gaza. Untuk ke depannya, BSMI berencana memberikan bantuan untuk pembangunan rumah sakit di sana, jika pintu perbatasan dibuka. “Sebab bantuan akan percuma, kalau pintu perbatasan ditutup. Pasokan semen, batu bata, dan fasilitas medis mau masuk dari mana?” ujar dr. Basuki.

Untuk itu, BSMI juga akan memberikan beasiswa bagi para tenaga medis di Palestina untuk belajar di Indonesia. Karena di sana sangat kekurangan tenaga ahli, khususnya dokter spesialis. Bahkan dokter spesialis jantung pun tidak ada di sana. Demikian pula dengan ahli kandungan. Karena sedikitnya tenaga bidan, maka orang-orang awam pun terpaksa menjadi bidan dalam persalinan.

Ada hal menarik yang diungkapkan dr. Sahudi, seorang relawan BSMI yang baru pulang dari Gaza. “Sebenarnya pemerintahan Palestina adalah wujud dari clean government. Bayangkan saja, semua rumah sakit di Palestina gratis untuk semua jenis pengobatan. Bahkan para tenaga medisnya dibayar cukup tinggi oleh pemerintah. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 30 juta per tahun,” ujar dokter spesialis bedah umum ini.

Aku kembali menatap menatap seonggok daging ayam di depanku. Aku bergeming. Bukannya aku gak nafsu makan akibat terlalu banyak melihat bukti-bukti kebiadaban zionis Israel loh… tetapi karena aku memang tidak lapar karena sudah makan malam di rumah .

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

6 Comments

  1. mbakje said: semua rumah sakit di Palestina gratis untuk semua jenis pengobatan

    indonesia kapan ya..?

    Reply
  2. mbakje said: BSMI juga akan memberikan beasiswa bagi para tenaga medis di Palestina untuk belajar di Indonesia

    smart…!

    Reply
  3. akoeanwar said: indonesia kapan ya..?

    jangan bilang kalau nunggu perang dulu… nauzubillah… :-s

    Reply
  4. akoeanwar said: smart…!

    yup, ini sebagai upaya antisipasi kalau perbatasan terus-menerus diblokade sehingga sulit utk memberikan bantuan scr fisik

    Reply
  5. masih aktif di bsmi ya?

    Reply
  6. ummunaisha said: masih aktif di bsmi ya?

    tepatnya, baru aktif lagi di BSMI 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: