TRAGEDI KIPAS ANGIN (Part 2)

“Miss Je, apa kabar??” ujar Susan sebulan setelah pernikahanku.

“Alhamdulillah baik… kumaha damang?” sahutku sambil cipika cipiki kangen (adik-adik menties-ku yang lain, kemana sajakah kalian. Red).

Sebagai sesama penganten baru, spontan kami saling curhat ringan yang ‘gak penting’, termasuk cerita ‘gak pentingku’ tentang kipas angin.

“Tahu gak sih, San, masak konyol banget deh pas waktu bukain kado,” ujarku membuka small talk. Dan bla..bla..bla terucaplah tragedi kipas angin yang aku dan suamiku alami.

“Haaa??? Masak sih, Miss??” pekik Susan tak percaya. Wajahku jadi berkerut melihat ekspresi wajah Susan. “Itu kan hadiah dari kita-kita,” ujarnya hampir menangis.

“Apaa???” Allahu Akbar… Aku jadi ikut memekik lirih mendengarnya. Membayangkan Susan dan adik-adik mentiesku yang patungan dan bersusah payah membeli kipas angin itu.

“Padahal aku udah bawa berat-berat, Miss. Mana sempet berantem sama tukang ojek lagi,” kisah Susan lirih. Aduh, semakin melas aku mendengarnya.

“Ma-maaf ya, San…”

“Yah… gak apa-apa sih.”

Pertanyaan berikutnya adalah, kemanakah kado berisi kipas angin itu berada? Apakah tertinggal di gedung tempat resepsi berlangsung? Atau terbawa di mobil pengangkut pengantin plus seserahan dan tumpukan kado? (Maklum kita gak pake mobil khusus pengantin. Red)

“Ah, Tya gimana sih?” ujar Susan agak sewot terhadap kinerja para penjaga buku tamu, termasuk Tya .

Akhirnya kami menghubungi Tya lewat telepon. Jawaban Tya ternyata juga tidak memuaskan. “Aku gak ikut ngangkutin kado-kado. Aku cuma nomorin kado sama nyimpen kado-kado itu di deket meja buku tamu,” ujarnya pelan. Meskipun aku tidak melihat ekspresinya, tapi aku merasa Tya jadi feeling guilty.

Meskipun sedikit kecewa, aku berusaha menenangkan Susan, “Sudah, gak apa-apa, nanti aku cari, San. Siapa tahu kadonya kebawa mobil tanteku yang ngangkut kado-kado”.

Dari raut wajahnya, aku dapat melihat kekecewaan Susan, apalagi kado itu adalah hasil patungan yang berarti amanah sejumlah orang. Duh… adik-adikku, maaf ya kalau hadiah kalian tidak sampai. Mohon diikhlaskan jika dana patungan dan jerih payah kalian demi kado buatku menjadi sia-sia belaka. Insyaallah pasti ada hikmah di baliknya….

TO BE CONTINUED…

 : pengantin dan para penjaga buku tamu

Advertisements
Leave a comment

2 Comments

  1. mbak….
    kayak nya dah bisa ketebak deh akhir ceritanya…
    hehehe…

    Reply
  2. emang kyk gimana hayoo??^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: