TRAGEDI KIPAS ANGIN (Part 3 – tamat)

Sesaat setelah kepanikan tadi, aku dan Susan menghembuskan nafas hampir berbarengan di atas sofa. Kami saling menenangkan dan menghibur diri dari kekecewaan. Sambil merebahkan diri di sofa, aku memutar otak. Kira-kira kemana larinya kado berisi kipas angin itu ya? Tiba-tiba sebuah lampu menyala di otakku, “Ting!” 

“San, emang kadonya bentuknya seperti apa? Kertas kadonya warna apa?”

“Pokoknya bentuknya kotak besar, motif kadonya garis-garis berwarna-warni,“ ujar Susan.

Aku kemudian bangkit dari sofa. Kemudian aku menggamit tangan Susan dan berjalan menuju kamar. “Kayak gitu bukan, San?“ ujarku sambil menunjuk bingkisan kotak besar dengan motif kertas kado garis-garis berwarna-warni yang tergeletak di pojok kolong tempat tidur.

GUBRAKKK….!!!!! 

***

Susan, Tya, Dikei, Eno, Widya terima kasih kado kipas anginnya yaa…

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: