surat pertama untuk Gaza anakku :)

Jakarta, 28 Agustus 2009

Bismillahirrahmanirrahim

Anakku ‘Gaza’ tersayang,

Assalamu’alaikum warrohmatullahi wabarokatuh. Semoga keselamatan dan rahmat Allah selalu tercurah padamu.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ibu ucapkan karena sekarang Gaza sudah bisa membaca. Selamat ya, Gaza!

Ini adalah surat pertama yang ibu tulis hanya untukmu. Ibu ingin Gaza tahu, bahwa ibu dan bapak sangat sayaaaaang sama Gaza, karena Gaza sholeh dan pandai. Pesan ibu, jangan lupa sholat, zikir, dan belajar ya…

Salam cinta,

 

Ibu

Advertisements

Yang Kau Mau

Ya Rabb…
Aku selalu berusaha mencerna setiap suratan-Mu dengan logikaku
Mencoba memetik pelajaran dari setiap takdir yang Engkau gariskan
Meski terkadang aku terseok-seok untuk memahami mau-Mu
Bahkan tak jarang, aku sama sekali tak memahami apa yang Kau mau
Mungkin itu karena rencana-Mu tidak selalu seperti yang kumau
Padahal Engkau berpesan,
Bisa jadi sesuatu yang kau suka adalah buruk buatmu,
sementara sesuatu yang tidak kau suka adalah baik buatmu
Ampuni aku, Ya Rabb…
Sesungguhnya apa yang Kau tetapkan buatku semata-mata untuk memuliakanku
Karena itu, hidupku akan tenang jika mauku kusesuaikan dengan mau-Mu…

Jakarta, 26 Agustus 2009

Yang Kau Mau

Ya Rabb…
Aku selalu berusaha mencerna setiap suratan-Mu dengan logikaku
Mencoba memetik pelajaran dari setiap takdir yang Engkau gariskan
Meski terkadang aku terseok-seok untuk memahami mau-Mu
Bahkan tak jarang, aku sama sekali tak memahami apa yang Kau mau
Mungkin itu karena rencana-Mu tidak selalu seperti yang kumau
Padahal Engkau berpesan,
Bisa jadi sesuatu yang kau suka adalah buruk buatmu,
sementara sesuatu yang tidak kau suka adalah baik buatmu
Ampuni aku, Ya Rabb…
Sesungguhnya apa yang Kau tetapkan buatku semata-mata untuk memuliakanku
Karena itu, hidupku akan tenang jika mauku kusesuaikan dengan mau-Mu…

Jakarta, 26 Agustus 2009

Konspirasi

Apa iya konflik Indonesia-Malaysia sengaja diciptakan? Karena jika dua negara ini bersatu atau bersahabat erat, maka akan menjadi kekuatan yang kokok di Asia Tenggara. Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa merupakan sebuah potensi. Begitu juga Malaysia yang masih serumpun budaya dengan Indonesia berpenduduk mayoritas muslim. Maka jika Indonesia-Malaysia bersatu, maka ‘kekuatan’ yang ingin menguasai Asia Tenggara sangat khawatir.

Itulah sebabnya hikayat teror bom di Indonesia didalangi oleh orang Malaysia yang ‘katanya’ bernama Dr Azahari dan Noordin M. Top. Begitu hebatnya sang pembuat hikayat menghembuskan dongengnya hingga berhasil menyebarkan kebencian akan Malaysia. Bahkan aroma kebencian itu kian meluas, tidak hanya kepada Malaysia tapi juga simbol-simbol Islam, seperti jilbab, jenggot, cadar, bahkan da’wah.

Mengapa Islam? Karena Islam saat ini adalah satu-satunya kekuatan yang ditakuti oleh kapitalis setelah runtuhnya blok komunis. Karena itu, sang pembuat hikayat gencar meniupkan Islamophobia di tengah-tengah masyarakat yang awalnya aman dan damai.

Coba pikirkan, jika aksi bom tersebut merupakan aksi perlawanan kepada Amerika Serikat sebagai negara adidaya, kenapa dilakukan di Indonesia? Kenapa tidak di AS sana? Selain itu, jika memang tujuan bom tersebut adalah AS, mengapa warga asing yang selalu jadi korban bom di tanah air tidak ada satu pun warga AS? Sebuah anekdot bilang, karena intelnya AS jauh lebih canggih (baca : intel AS sudah tahu skenario hikayat ini ).

Tidak dulu, tidak sekarang, Indonesia yang indah dan kaya selalu menjadi incaran dunia internasional. Tidak dulu, tidak sekarang, hikayat yang dibuat penguasa selalu menjadi senjata ‘ampuh’ kepatuhan rakyat kepada penguasa.

Tulisan ini bukanlah artikel ilmiah atau analisis ilmiah. Tulisan ini murni opini dan pemikiran kritis atas hikayat yang menjadi arus utama (mains stream) opini publik yang dihembuskan lewat media massa. Wallahua’lam bishawab.

Konspirasi

Apa iya konflik Indonesia-Malaysia sengaja diciptakan? Karena jika dua negara ini bersatu atau bersahabat erat, maka akan menjadi kekuatan yang kokok di Asia Tenggara. Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa merupakan sebuah potensi. Begitu juga Malaysia yang masih serumpun budaya dengan Indonesia berpenduduk mayoritas muslim. Maka jika Indonesia-Malaysia bersatu, maka ‘kekuatan’ yang ingin menguasai Asia Tenggara sangat khawatir.

Itulah sebabnya hikayat teror bom di Indonesia didalangi oleh orang Malaysia yang ‘katanya’ bernama Dr Azahari dan Noordin M. Top. Begitu hebatnya sang pembuat hikayat menghembuskan dongengnya hingga berhasil menyebarkan kebencian akan Malaysia. Bahkan aroma kebencian itu kian meluas, tidak hanya kepada Malaysia tapi juga simbol-simbol Islam, seperti jilbab, jenggot, cadar, bahkan da’wah.

Mengapa Islam? Karena Islam saat ini adalah satu-satunya kekuatan yang ditakuti oleh kapitalis setelah runtuhnya blok komunis. Karena itu, sang pembuat hikayat gencar meniupkan Islamophobia di tengah-tengah masyarakat yang awalnya aman dan damai.

Coba pikirkan, jika aksi bom tersebut merupakan aksi perlawanan kepada Amerika Serikat sebagai negara adidaya, kenapa dilakukan di Indonesia? Kenapa tidak di AS sana? Selain itu, jika memang tujuan bom tersebut adalah AS, mengapa warga asing yang selalu jadi korban bom di tanah air tidak ada satu pun warga AS? Sebuah anekdot bilang, karena intelnya AS jauh lebih canggih (baca : intel AS sudah tahu skenario hikayat ini ).

Tidak dulu, tidak sekarang, Indonesia yang indah dan kaya selalu menjadi incaran dunia internasional. Tidak dulu, tidak sekarang, hikayat yang dibuat penguasa selalu menjadi senjata ‘ampuh’ kepatuhan rakyat kepada penguasa.

Tulisan ini bukanlah artikel ilmiah atau analisis ilmiah. Tulisan ini murni opini dan pemikiran kritis atas hikayat yang menjadi arus utama (mains stream) opini publik yang dihembuskan lewat media massa. Wallahua’lam bishawab.

Dufan Merdeka!


Oops… kameranya miring ;p

HUT RI tahun lalu aku tak bisa ke Dufan bersama teman-temanku karena kusakit… tapi tak mengapa, karena HUT RI tahun ini aku bisa ke Dufan bersama suamiku sayang :))
Inilah foto-foto kami saat pacaran di Hari Kemerdekaan RI ke-64. Xixixixixi… maaf narsis!

Gara-gara Mbak Sih!

Kejadian ini terjadi saat HUT kemerdekaan RI ke-64, tepatnya 17 Agustus 2009 lalu. Tanggal merah dan long weekend adalah momen tepat untuk rekreasi, apalagi buat kami–pengantin baru yang gak pacaran sebelum nikah . So, Hari kemerdekaan RI kemarin aku dan chayangkuh pacaran ke Dunia Fantasi (Dufan) Ancol.

What was it? Meskipun lumayan ngantri untuk menikmati suatu wahana, tapi after all… Seru abiiezz!!! Disinyalir karena long weekend itu yah, makanya Dufan rame bangetz. Saking rame-nya, mungkin lebih banyak waktu yang kami habiskan untuk mengantri ketimbang mencicipi berbagai wahana. Bayangkan, kami sempat mengantri 2 jam untuk wahana yang hanya berdurasi 5 menit!!

Aktivitas satu ini (baca: antri) memang membutuhkan kesabaran ekstra. Bayangkan saja, berdiri lama, kaki pegal, berdesakan, bahkan dorong-dorongan kerap membuat emosi naik. Termasuk ketika kami mengantri wahana “Perang Bintang” yang sebenarnya kala itu tergolong tidak terlalu antri.

“Kita kan sepaket!” seru seorang ABG yang menyelak antrian kami sambil terus menggandeng teman-teman se-gengnya. Sepaket?? Emang McD?! Kami hanya mengelus dada melihat kelakuan para ABG yang tidak bisa tertib itu. Alhasil ternyata toh mereka yang ‘sepaket’ itu tidak satu kendaraan di wahana tersebut.

“Mbak, sepaket juga?” ujar suamiku mempersilakan seorang perempuan muda yang antri di belakangku.

“Enggak, kita berdua kok,” ujarnya sambil menggandeng seorang pemuda yang sepertinya pacarnya.

Akhirnya ketika aku dan suamiku sampai di antrian terdepan, kendaraan Perang Bintang yang berkapasitas 6 orang pun tiba. Hup! Sejurus kemudian kami melompat masuk ke ‘pesawat tempur’ tersebut dan mengambil posisi masing-masing.

Kemudian, sedang asik-asiknya memainkan senjata tempur yang tersedia, aku mendengar keributan kecil antara suamiku dan perempuan muda yang duduk sejajar dengannya. Ternyata ia adalah perempuan muda yang tadi antri di belakangku.

“Ada apa?” bisikku pada suamiku.

“Ini… pacarnya ketinggalan kereta,” sahut my hubby.

“Gara-gara mbak sih jalannya pelan, jadinya pacar saya ketinggalan kan!” perempuan muda itu marah padaku.

Hwarakdh!! Kok bisa aku yang salah?? Wah, wah… Ini kayak pepatah Inggris “If you can’t dance don’t blame the floor” alias “Kalo pacar ketinggalan jangan salahin istri orang” . Heran deh, hari gini masih ada orang menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri.

Untungnya aku bisa mencairkan suasana dengan menyeloroh santai, “Halah… ntar juga ketemu di pintu keluar, mbak. Tenang ajah! Pacarnya gak akan ilang kok mbak.”

Allahuma afini fi badani, Allahuma afini fi sam’i, Allahuma afini fi bashari la ila ha illa anta…

Gara-gara Mbak Sih!

Kejadian ini terjadi saat HUT kemerdekaan RI ke-64, tepatnya 17 Agustus 2009 lalu. Tanggal merah dan long weekend adalah momen tepat untuk rekreasi, apalagi buat kami–pengantin baru yang gak pacaran sebelum nikah . So, Hari kemerdekaan RI kemarin aku dan chayangkuh pacaran ke Dunia Fantasi (Dufan) Ancol.

What was it? Meskipun lumayan ngantri untuk menikmati suatu wahana, tapi after all… Seru abiiezz!!! Disinyalir karena long weekend itu yah, makanya Dufan rame bangetz. Saking rame-nya, mungkin lebih banyak waktu yang kami habiskan untuk mengantri ketimbang mencicipi berbagai wahana. Bayangkan, kami sempat mengantri 2 jam untuk wahana yang hanya berdurasi 5 menit!!

Aktivitas satu ini (baca: antri) memang membutuhkan kesabaran ekstra. Bayangkan saja, berdiri lama, kaki pegal, berdesakan, bahkan dorong-dorongan kerap membuat emosi naik. Termasuk ketika kami mengantri wahana “Perang Bintang” yang sebenarnya kala itu tergolong tidak terlalu antri.

“Kita kan sepaket!” seru seorang ABG yang menyelak antrian kami sambil terus menggandeng teman-teman se-gengnya. Sepaket?? Emang McD?! Kami hanya mengelus dada melihat kelakuan para ABG yang tidak bisa tertib itu. Alhasil ternyata toh mereka yang ‘sepaket’ itu tidak satu kendaraan di wahana tersebut.

“Mbak, sepaket juga?” ujar suamiku mempersilakan seorang perempuan muda yang antri di belakangku.

“Enggak, kita berdua kok,” ujarnya sambil menggandeng seorang pemuda yang sepertinya pacarnya.

Akhirnya ketika aku dan suamiku sampai di antrian terdepan, kendaraan Perang Bintang yang berkapasitas 6 orang pun tiba. Hup! Sejurus kemudian kami melompat masuk ke ‘pesawat tempur’ tersebut dan mengambil posisi masing-masing.

Kemudian, sedang asik-asiknya memainkan senjata tempur yang tersedia, aku mendengar keributan kecil antara suamiku dan perempuan muda yang duduk sejajar dengannya. Ternyata ia adalah perempuan muda yang tadi antri di belakangku.

“Ada apa?” bisikku pada suamiku.

“Ini… pacarnya ketinggalan kereta,” sahut my hubby.

“Gara-gara mbak sih jalannya pelan, jadinya pacar saya ketinggalan kan!” perempuan muda itu marah padaku.

Hwarakdh!! Kok bisa aku yang salah?? Wah, wah… Ini kayak pepatah Inggris “If you can’t dance don’t blame the floor” alias “Kalo pacar ketinggalan jangan salahin istri orang” . Heran deh, hari gini masih ada orang menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri.

Untungnya aku bisa mencairkan suasana dengan menyeloroh santai, “Halah… ntar juga ketemu di pintu keluar, mbak. Tenang ajah! Pacarnya gak akan ilang kok mbak.”

Mejeng :p

narsis-narsisan niy di photofunia.com & picjoke.com… tapi, Don’t try this at home!!! Bahaya, bisa narsis akut ^__^