Aku Takut Hamil…!!!

Badan anget, mual, pusing-pusing, sakit perut bagian bawah, sering pipis adalah gejala-gejala yang aku alami 2 minggu terakhir. “Jangan-jangan kamu ‘isi’,” kata beberapa orang. Percaya gak percaya, karena haidku belum telat. Tapi karena rasa mual yang makin menjadi plus diare, aku merasa harus memastikan positif tidaknya, karena aku ingin minum obat–karena kalo positif hamil kan gak boleh sembarangan minum obat.

Akhirnya aku membeli tespek seharga Rp 18.500 yang mengaku 99% akurat dan bisa mendeteksi kehamilan minimal 6 hari setelah berhubungan. Sesuai dengan SOP yang ada pada kemasan, aku lakukan tes urin pagi-pagi saat baru bangun tidur. Viola! Hasilnya negatif.

Sedih? Nggak tuh, biasa aja. Tapi penasaran ajah, apalagi banyak teman yang sudah berpengalaman hamil bilang bahwa tespek bisa jadi salah, karena kehamilan usia muda seringkali belum terdeteksi, sementara gejala yang menimpaku (kata orang) mirip dengan orang hamil muda.

Honeymoon syndrome (infeksi ringan saluran kencing) kali. Biasa itu,” ujar temanku yang suaminya dokter. Hal senada juga diungkapkan oleh dokter dan perawat klinik BSMI. Iya kah? Wallahua’lam. Yang pasti, gejala tersebut akhirnya diikuti dengan haid. PMS (Pre Menstrual Syndrome) kah gejala yang aku alami? Tapi kok begini? Dulu sebelum menikah kalo PMS paling-paling sakit perut bagian bawah saja dan sedikit uring-uringan. Tapi kok kali ini plus mual, panas, bahkan kemarin sempat migrain.

What’s wrong with me…? Hormon? Berdasarkan sejumlah referensi dan konsultasi, ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogenlah penyebabnya.

Subhanallah… Aku jadi membayangkan bagaimana kalau (insyaallah) nanti positif hamil. Lha wong belum hamil saja badan rasanya gak karu-karuan gini plus mood yang enggak banget deh niy gara-gara ketidakstabilan hormon, apalagi kalau hamil ya? Wallahua’lam.

Aku sedang membaca buku “Chicken Soup for Expectant Mother’s Soul“, dan beberapa hari ini aku sering berbagi sama teman-teman yang sedang hamil, sudah punya anak, baru saja melahirkan, sudah pernah keguguran, bahkan yang melahirkan anak cacat. Banyak sekali pelajaran yang bisa aku petik. Ternyata hamil itu memang tidak mudah. Bahkan punya anak pun adalah ‘beban’ (tentu dari sisi mana kita melihat. Red). Apakah aku siap muntah-muntah saat hamil nanti? Apakah aku siap merelakan baju-bajuku karena tak muat lagi? Apakah aku siap membawa ‘tambur’ kemana-mana? Mungkin gak punya anak tanpa hamil terlebih dulu…? Mungkin ajah, dengan adopsi hehehe…

Bahkan ketika menjadi seorang ibu; Apakah aku siap kurang tidur karena tangis bayi? Apakah aku siap kelelahan karena harus menyuci baju tambahan anggota keluarga baru? Apakah aku siap selalu tersenyum meski kelelahan? Apakah aku siap mencurahkan kasih sayang dengan adil kepada bayiku, ayah dari bayiku, dan orang-orang di sekitarku? Apakah aku siap anggaran untuk tetek bengek kelahiran, dan pendidikan anakku kelak? Apakah aku siap merasa was-was ketika menonton berita kriminal dan bergumam, “Apa jadinya jika wajah anakku yang muncul dalam berita itu?” Bahkan apakah aku siap jikalau Tuhan menakdirkanku untuk membesarkan anak yang cacat (nauzubillahiminzalik)??

Well, meskipun aku belum diizinkan Allah menerima amanah sebuah nyawa, aku tidak kecewa dan menyesal. Aku yakin Ia punya rencana. Meminjam kata-kata Mario Teguh, “Apa pun rencana Tuhan pada Anda, semata-mata untuk memuliakan Anda”. Ya, aku yakin itu. Kita manusia hanya berusaha, masalah hasil mutlah milik-Nya. Karena itu aku pernah berkata pada seorang teman, “Kalau positif hamil ya alhamdulillah, tapi kalau negatif ya alhamdulillah juga.”. Karena apa pun rencana-Nya, kita harus senantiasa bersyukur.

Yang pasti aku minta maaf dan pengertiannya untuk orang-orang terdekatku yang mau gak mau terkena radiasi efek ketidakstabilan hormon ini …… Dan seandainya saat itu tiba, semoga aku siap menjalaninya begitu juga dengan orang-orang terdekatku. Wallahua’lam bishawab.

Advertisements
Leave a comment

7 Comments

  1. hamil..pny anak…melihat tumbuh kembang dri mulai nol sampai ia meninggal dunia..adalah INDAH loh mbak..subhanallah…pny anak itu anugrah..& awalnya adalah dgn hamil..:) dgn sgala tetekbengeknya..seru abis!! :D:)

    Reply
  2. doain aku ya 🙂

    Reply
  3. jangan takut miz ^_^

    Reply
  4. gak takut kok san, malah pengen hehehe… kan sengaja bikin judul 'bombastis' biar pada baca hehehe…

    Reply
  5. Hmmm… mestinya tulisan ini dikasih judul: “Hamil? Siapa Takut?” ;p

    Reply
  6. yang sabar ya jat…kalo seandainya nanti hamil harus siap dunk…segala yg kita alami ketika hamil adalah sebuah seni dan perjalanan hidup yang indah walaupun harus dilalui dengan kepayahan, karena kehamilan satu anak dengan anak yang lain akan berbeda…dan dengan kita hamil juga kita akan merasakan betapa payahnya ibu kita dahulu pun ketika mengandung kita…so makin cinta deh ma ibu…

    Reply
  7. mohon doanya ya yat… smg aku siap di mata-Nya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: