Gara-gara Mbak Sih!

Kejadian ini terjadi saat HUT kemerdekaan RI ke-64, tepatnya 17 Agustus 2009 lalu. Tanggal merah dan long weekend adalah momen tepat untuk rekreasi, apalagi buat kami–pengantin baru yang gak pacaran sebelum nikah . So, Hari kemerdekaan RI kemarin aku dan chayangkuh pacaran ke Dunia Fantasi (Dufan) Ancol.

What was it? Meskipun lumayan ngantri untuk menikmati suatu wahana, tapi after all… Seru abiiezz!!! Disinyalir karena long weekend itu yah, makanya Dufan rame bangetz. Saking rame-nya, mungkin lebih banyak waktu yang kami habiskan untuk mengantri ketimbang mencicipi berbagai wahana. Bayangkan, kami sempat mengantri 2 jam untuk wahana yang hanya berdurasi 5 menit!!

Aktivitas satu ini (baca: antri) memang membutuhkan kesabaran ekstra. Bayangkan saja, berdiri lama, kaki pegal, berdesakan, bahkan dorong-dorongan kerap membuat emosi naik. Termasuk ketika kami mengantri wahana “Perang Bintang” yang sebenarnya kala itu tergolong tidak terlalu antri.

“Kita kan sepaket!” seru seorang ABG yang menyelak antrian kami sambil terus menggandeng teman-teman se-gengnya. Sepaket?? Emang McD?! Kami hanya mengelus dada melihat kelakuan para ABG yang tidak bisa tertib itu. Alhasil ternyata toh mereka yang ‘sepaket’ itu tidak satu kendaraan di wahana tersebut.

“Mbak, sepaket juga?” ujar suamiku mempersilakan seorang perempuan muda yang antri di belakangku.

“Enggak, kita berdua kok,” ujarnya sambil menggandeng seorang pemuda yang sepertinya pacarnya.

Akhirnya ketika aku dan suamiku sampai di antrian terdepan, kendaraan Perang Bintang yang berkapasitas 6 orang pun tiba. Hup! Sejurus kemudian kami melompat masuk ke ‘pesawat tempur’ tersebut dan mengambil posisi masing-masing.

Kemudian, sedang asik-asiknya memainkan senjata tempur yang tersedia, aku mendengar keributan kecil antara suamiku dan perempuan muda yang duduk sejajar dengannya. Ternyata ia adalah perempuan muda yang tadi antri di belakangku.

“Ada apa?” bisikku pada suamiku.

“Ini… pacarnya ketinggalan kereta,” sahut my hubby.

“Gara-gara mbak sih jalannya pelan, jadinya pacar saya ketinggalan kan!” perempuan muda itu marah padaku.

Hwarakdh!! Kok bisa aku yang salah?? Wah, wah… Ini kayak pepatah Inggris “If you can’t dance don’t blame the floor” alias “Kalo pacar ketinggalan jangan salahin istri orang” . Heran deh, hari gini masih ada orang menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri.

Untungnya aku bisa mencairkan suasana dengan menyeloroh santai, “Halah… ntar juga ketemu di pintu keluar, mbak. Tenang ajah! Pacarnya gak akan ilang kok mbak.”

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

4 Comments

  1. kwakkwakkwak…. btw perang bintang itu bukannya membosankan sekali yaaa… hehehekapan nih nraktir aku dan ayangku ke dufan bareng?? xixixixi

    Reply
  2. iya kali yaa… makanya gk terlalu ngantri. tapi klo mainnya brg sama yg tersayang mah seru seru ajah tuh ;pnraktir? gk kebalik tya? ^^

    Reply
  3. wekekekkekkk….kereeen2 sama sikap cool.nya miz je deh

    Reply
  4. wekekekekekkk… untungnya gk kebawa emosi juga ;p

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: