Melahirkan

Gara-gara membaca tulisan ini, aku jadi ingin berbagi pengalaman saat menemani prosesi melahirkan seorang teman di Bandung pertengahan 2004;

Pagi itu begitu cerah. Hari yang baik untuk melanjutkan mengerjakan skripsiku yang sempat terlantar beberapa bulan, demikian pikirku. Tak lama sms berbunyi.

“Jati nu bageur (yang baik. Red), boleh minta tlg ke puskesmas Jl Puter? Istri saya mau melahirkan.” Sebuah sms dari Kang Ihsan, seniorku di kampus yang cukup dekat denganku.

Melahirkan? Wah, sesuatu yang urgent matter nih. Langsung pagi itu aku membatalkan niatku manteng di depan komputer untuk mengerjakan skripsi. Setelah mandi, aku bergegas menuju puskesmas Jl. Puter yang letaknya dekat kosanku.

“Lho? Kok tenang-tenang saja?” tanyaku heran saat masuk ruang persalinan dan melihat Kang Ihsan dan Mbak Laila, istrinya. Maklum, prosesi melahirkan yang kulihat selama hanya lewat tv–dan mayoritas di sinetron yang menampilkan ibu melahirkan dengan teriak-teriak .
“Masih bukaan 4 kok,” jawab Mbak Laila tersenyum tenang.

“Nah, sekarang kan udah ada Jati. Abi pergi beli sarapan dulu ya mi,” ujar Kang Ihsan pada istrinya yang rupanya sejak pagi belum sarapan, begitu juga dengan istrinya.

Tahu gitu, tadi aku beli sarapan sekalian buat mereka berdua. Tapi ya sudahlah. Toh mereka berdua tidak panik dan tenang sekali. Mungkin karena ini adalah prosesi kelahiran anak kedua mereka.

“Aku bantu apa nih mbak?” ujarku yang gak berpengalaman soal hamil apalagi melahirkan.

“Tolong pijit-pijit ya jat.” Lalu kupijit-pijit kakinya. “Allahu Akbar,” rintih Mbak Laila pelan.

“Hah? Kenapa mbak? Mijitnya kekencengan ya?” Aku jadi merasa bersalah.

“Enggak kok. Mules aja.” Lalu kulihat mbak Laila bergerak resah di tempat tidurnya. Hmm..  mungkin ia merasa serba salah dengan posisi tidurnya plus gelombang mules yang kadang muncul kadang hilang. Tak lama kemudian mbak Laila perlahan bangkit dari tempat tidurnya.

“Lho mbak, kok bangun?” ujarku heboh. Kayaknya waktu itu aku heboh sendiri deh, secara kami cuma berdua di ruangan.

“Bergerak sedikit, untuk mempermudah kelahiran,” ujar Mbak Laila (sekali lagi) dengan tenang sambil berjalan-jelan pelan di sekitar tempat tidur. Oh… gitu ya?!

Jam 10.00 pagi; “Masih bukaan 4 nih,” ujar bu bidan. Waks! Dari jam 6 sampai jam 10 pagi masih bukaan 4?! Duh, kasihan Mbak Laila, udah mules-mules tapi masih bukaan 4.

Jam 11.00 pagi (menjelang sholat Jumat); Menurut bu bidan, masih bukaan 4. Waa… ternyata lama juga ya, mana Kang Ihsan hari itu dapat giliran sebagai khotib Jumat di masjid dekat rumahnya di bilangan Ujurng Berung, Bandung. Jadilah tinggal Mbak Laila, aku, dan suster di ruang persalinan Puskesmas Jl. Puter, Bandung.

Deg-degan juga aku, sebab hanya aku seorang (plus suster sama bidan sih. Red) yang menemani seorang ibu yang akan melahirkan. Tapi aku salut dengan Mbak Laila yang mengikhlaskan suaminya pergi meninggalkan dirinya yang tengah berjuang antara hidup dan mati demi melahirkan anak mereka, demi mengemban amanah sebagai khotib Jumat… Subhanallah.

Kulihat wajah harap-harap cemas di wajah Kang Ihsan saat ‘terpaksa’ pergi meninggalkan istrinya. “Titip istri saya ya, Jati nu bageur nu sholihah,” pesannya padaku.

Jam 13.00; Air ketuban sudah pecah. Ternyata sudah bukaan 10. Saatnya tiba, pikirku.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

2 Comments

  1. gmn kabar kosan dulu miss je? ops udah mrs skrg… ceritane kok gak dilanjutkan.. aku pengen kisah lengkap yang ada adegan bidannya bete trus ngomong yang nggak enak itu … 🙂

    Reply
    • Assalamu’alaikum Iga Chan… apa kabar? Waduh, udah lama gak jenguk kosan di Bandung euy!
      Wah, aku baru tahu kalo tulisan ini ter-publish di wordpress… asline tulisan ini hanya draft di blog-ku yang sudah tutup http://mbakje.multiply.com… jadinya tulisannya terkesan belum selesai gitu deh hehehe… insyaallah kalo ada waktu aku lanjutkan deh.
      makasih Iga udah mampir 😉

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: