Bersalaman [Tragedi Cincin Kawin ;p]

Sabtu (21/11) malam lalu aku menghadiri resepsi pernikahan adik sepupuku. Standar resepsi orang Indonesia, setelah mengisi buku tamu lalu bersalaman dengan kedua mempelai dan kedua orang tua masing-masing mempelai, lalu makan, terus foto bersama pengantin, dan diakhiri dengan salaman pamit kepada kedua mempelai dan keluarganya.

Itulah ritual yang aku sekeluarga lakukan pada Sabtu malam kemarin. Seperti biasa, salaman terakhir ialah dengan orang tua mempelai pria, karena (biasanya) mereka duduk di sisi kiri pengantin yang artinya adalah ‘pihak terakhir’ yang disalami. Dan di sinilah kekonyolan dimulai…

“Pamit ya bu,” ujarku sembari menyalami ibu mempelai pria dengan kedua tanganku.

“Terima kasih ya,” sahut sang ibu sambil menyalami aku dengan kedua tangannya.

Apa yang terjadi kemudian, saudara-saudara? Aku merasakan ada sesuatu yang terlepas dari jariku. Maling cincin!!! Hahaha… enggak lah, aku gak teriak begitu. Cuma sempet kaget ajah gara-gara tuh cincin kawin yang kedodoran dengan mudahnya terlepas dari jari manis kananku yang kurus (ini cincinnya yang kegedean apa gw yang kurus yak Red).

Permasalahannya sekarang adalah, apakah sang ibu menyadari kalau cincin kawinku telah berpindah tangan?? Mati aku! ujarku dalam hati. Kalau si ibu itu tidak sadar, pasti cincin penuh kenangan itu telah terpental begitu saja ketika ia menurunkan tangannya.

Setengah panik, usai salaman aku tidak segera beranjak, padahal di belakangku orang-orang sudah mengantri untuk salaman. Mati aku!

Terus kutatap wajah sang ibu, dan ia membalas tatapanku penuh arti. Tak lepas senyum dari wajahnya. Mungkin itu sudah template wajahnya yang harus terus sumringah menyalami sekian ratus tamu undangan. Bu, cincin saya bu! teriakku dalam hati sambil terus menatapnya penuh arti. Namun si ibu hanya membalas dengan senyum.

Tanpa mengurangi rasa hormat, kuberanikan diri untuk menyampaikan maksud hati. “Maaf bu…”.

Belum sempat aku menyelesaikan kalimat, si ibu sambil tersenyum kemudian menangkupkan kedua tangannya ke arahku. Bak seorang pesulap, sim salabim! Cincin kawinku ada di tangan si ibu penuh senyum yang sedang tertangkup ke arahku. Syukurlah… phew !

Advertisements
Next Post
Leave a comment

4 Comments

  1. Alhamdulillah…cincin itu kembali dengan selamat… πŸ™‚

    Reply
  2. lihatbintang said: Alhamdulillah…cincin itu kembali dengan selamat… πŸ™‚

    hehehe… iya alhamdulillah πŸ™‚

    Reply
  3. hihihi…lucu…

    Reply
  4. d1nygituloh said: hihihi…lucu…

    xixixixi πŸ™‚

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: