Dicari : Kosmetika Halal!

Belakangan ini aku lagi senang ‘bercentil-centil’ ria gara-gara sebuah permintaan. “Sekali-kali kamu dandan kayak gini donk, sayang,” ujar suamiku sambil memandangi foto manten kami.

Waks! Awalnya gak percaya juga bakal ada request macam gini, apalagi aku termasuk orang yang jarang banget dandan, khawatir salah-salah jadi tabaruj. Kalo dandan asal bedakan n pake lipbalm sih udah biasa lah ya… tapi ini dandan full make up kayak waktu jadi manten dulu?!! Emang sih, banyak yang bilang riasan mantenku bagus, gak menor, dan manglingi 😉 Thanks to Mbak Ida & Ida’s Salon-nya!

Namun demikian, di sisi lain aku bersyukur atas request suamiku itu, karena ‘ilmu sederhana’ tentang rias wajah dari sobatku ‘Neng Ophie’ a.k.a. ‘Bunda Hafidz’ waktu ngekos dulu jadi berguna juga hehehe. Thanks, Ophie!

Zap! Langsunglah besoknya aku ngublek Mbah Google dengan keywords “make up tutorial”. Dari sinilah kemudian aku mengenal Michelle Phan, seorang seniman (pelukis dan perias wajah) belasteran AS dan Vietnam yang rajin upload video make up tutorial dan tips kecantikan di Youtube. Alih-alih aku jadi ‘kecanduan’ tips-tips dari cewek yang menurut wikipedia sebagai Youtuber yang paling sering dilihat videonya.

Berbekal pengetahuan dasar rias wajah dari Neng Ophie dan tutorialnya Michelle Phan, aku jadi tahu oh, ternyata foundation tuh selain yang cair, ada juga yang krim dan bubuk. Terus, cara mengaplikasikannya ada tekniknya biar hasilnya halus dan mulus di wajah. Dari video basic concealer tutorial-nya Michelle Phan aku juga jadi tahu bagaimana teknik shading dan highlight pada wajah. Ini cukup menjawab penasaranku kenapa wajahku bisa manglingi waktu jadi manten kemarin hihihi… Intinya, aku banyak berguru sama Michelle Phan soal make up dan tips kecantikan. Thanks, Ms. Phan!

Anyway, meskipun masih belajar, tapi alhamdulillah hasilnya lumayan lah… Dibilang cantik (sama suami loh) dan tidak menor hehehe…. Ya iyalah gak menor, soalnya gak pake eye shadow. Maklum belum jago memulas eye shadow plus koleksi warna eye shadow sangat terbatas hehehe… ;p

Kosmetik Halal, Emang Ada?

Lalu, bagimana dengan produk kosmetiknya? Yang pasti, jadi ada pos baru untuk beli produk make up lah yaw. Tapi kalo dihitung-hitung lumayan ekonomis lah ya. Selain buat belajar—karena keahlian merias wajah tergantung jam terbang—kalau kondangan atau acara resmi, kan jadi gak perlu keluar duit buat salon, tul gak?! Tul aja deh 😉

But above all, ada yang perlu digarisbawahi. Dan hal ini yang sempat membuat aku jadi lebih teliti dan hati-hati. Karena eh karena… ternyata hampir semua produk kosmetik menggunakan bahan haram, terutama alkohol dan bahan turunan dari babi. Wedew!

Bukannya promosi sebuah merk kosmetik, tapi akhirnya aku beralih menggunakan kosmetik yang bersertifikasi halal. Memang harganya lebih mahal, tapi buat saya sebagai muslimah, nilai keberkahan tidak diukur dari besarnya rupiah yang saya keluarkan untuk membeli produk halal tersebut. Dan alhamdulillah so far kulit saya cocok dengan merk tersebut. Anyway, saya salut dengan Layla Mandi, seorang mualaf asal Kanada yang menggagas kosmetik halal, lantaran prihatin dengan produk kosmetik yang digunakan para muslimah di seluruh dunia mengandung unsur haram.

Layla Mandi
Pada umumnya produsen kosmetik, baik yang skin care maupun make up, hanya mencantumkan bahan aktif yang digunakan, bahkan masih sangat banyak yang tidak mencantumkan sama sekali. Dan dari penelusuran di direktori halal MUI, sebagian besar produk kosmetik terkenal made in Indonesia tidak punya sertifikasi halal–apalagi yang made in luar negeri ya.

Memang, alkohol dan bahan turunan dari babi umumnya digunakan bukan sebagai bahan utama atau bahan aktif kosmetik. Bahan-bahan tersebut digunankan sebagai campuran atau pelarut. Tapi tetap saja intinya haram, ya tho?

Selain produk kosmetik, alat-alat pemulas kosmetik seperti kuas eye shadow, blush on, dll pun ternyata ditemukan banyak yang terbuat dari bulu babi. Waduh, ngeri! Sempat terpikir mau beli kuas buatan The Body Shop juga sih yang ngaku ‘Against animal testing’. Tapi harganya bo’! Satu kuas aja harganya di atas Rp 100.000… OMG! Sempat terpikir untuk motong rambut sendiri dan merangkainya jadi kuas hehehe…

Tapi ternyata ada juga lho kuas yang terbuat dari bulu ekor kuda, bulu kambing, domba, musang, atau tupai. Kuas yang terbuat dari bulu binatang ini memang halus di kulit dan harganya lebih mahal dari bulu babi. Bulu musang yang ‘katanya’ paling halus so pasti paling mahal. Nah, kalau yang lebih murah ada juga kuas yang terbuat dari bahan sintetis. Tapi memang di kulit (agak) kasar.

Cara Membedakan Kuas Bulu Hewan (Babi) dan Bukan

‘Bristle’ alias kuas bulu babi
Rambut atau bulu adalah suatu protein yang bernama keratin. Keratin merupakan salah satu kelompok protein yang dikenal sebagai protein serat. Protein serat memiliki struktur panjang. Setiap hewan memiliki protein keratin pada bagian dermis (permukaan) dari kulit, kuku, paruh, sisi ikan, tanduk, dan kuku binatang. Sebagai halnya protein, maka rambut/bulu yang mengandung keratin saat dibakar akan menimbulkan bau yang khas. Bau khas tersebut sama ketika kita mencium aroma daging yang dipanggang.

Sementara bila kuas itu terbuat dari ijuk atau sabut ketika dibakar pasti akan langsung terbakar, dan tidak mengeluarkan aroma spesifik selain bau abu pembakaran. Ketika dibandingkan dengan sapu ijuk dibakar jelas sekali terdapat perbedaan bau yang sangat kentara.

Selain ciri-ciri tadi, kuas yang terbuat dari bulu/rambut babi masih memiliki perbedaan pada warna. Kuas yang terbuat dari bulu/rambut babi biasanya berwarna putih. Biasanya kuas yang berwarna putih nan lembut itu harganya lebih tinggi dibanding barang serupa. Kuas berwarna putih itu di pasaran biasa disebut kuas bristle .

Demikian curhat ‘gak penting’ Mbak Je. Semoga bermanfaat… 😉

Dicari : Kosmetika Halal!

Belakangan ini aku lagi senang ‘bercentil-centil’ ria gara-gara sebuah permintaan. “Sekali-kali kamu dandan kayak gini donk, sayang,” ujar suamiku sambil memandangi foto manten kami.

Waks! Awalnya gak percaya juga bakal ada request macam gini, apalagi aku termasuk orang yang jarang banget dandan, khawatir salah-salah jadi tabaruj. Kalo dandan asal bedakan n pake lipbalm sih udah biasa lah ya… tapi ini dandan full make up kayak waktu jadi manten dulu?!! Emang sih, banyak yang bilang riasan mantenku bagus, gak menor, dan manglingi 😉 Thanks to Mbak Ida & Ida’s Salon-nya!

Namun demikian, di sisi lain aku bersyukur atas request suamiku itu, karena ‘ilmu sederhana’ tentang rias wajah dari sobatku ‘Neng Ophie’ a.k.a. ‘Bunda Hafidz’ waktu ngekos dulu jadi berguna juga hehehe. Thanks, Ophie!

Zap! Langsunglah besoknya aku ngublek Mbah Google dengan keywords “make up tutorial”. Dari sinilah kemudian aku mengenal Michelle Phan, seorang seniman (pelukis dan perias wajah) belasteran AS dan Vietnam yang rajin upload video make up tutorial dan tips kecantikan di Youtube. Alih-alih aku jadi ‘kecanduan’ tips-tips dari cewek yang menurut wikipedia sebagai Youtuber yang paling sering dilihat videonya.

Berbekal pengetahuan dasar rias wajah dari Neng Ophie dan tutorialnya Michelle Phan, aku jadi tahu oh, ternyata foundation tuh selain yang cair, ada juga yang krim dan bubuk. Terus, cara mengaplikasikannya ada tekniknya biar hasilnya halus dan mulus di wajah. Dari video basic concealer tutorial-nya Michelle Phan aku juga jadi tahu bagaimana teknik shading dan highlight pada wajah. Ini cukup menjawab penasaranku kenapa wajahku bisa manglingi waktu jadi manten kemarin hihihi… Intinya, aku banyak berguru sama Michelle Phan soal make up dan tips kecantikan. Thanks, Ms. Phan!

Anyway, meskipun masih belajar, tapi alhamdulillah hasilnya lumayan lah… Dibilang cantik (sama suami loh) dan tidak menor hehehe…. Ya iyalah gak menor, soalnya gak pake eye shadow. Maklum belum jago memulas eye shadow plus koleksi warna eye shadow sangat terbatas hehehe… ;p

Kosmetik Halal, Emang Ada?

Lalu, bagimana dengan produk kosmetiknya? Yang pasti, jadi ada pos baru untuk beli produk make up lah yaw. Tapi kalo dihitung-hitung lumayan ekonomis lah ya. Selain buat belajar—karena keahlian merias wajah tergantung jam terbang—kalau kondangan atau acara resmi, kan jadi gak perlu keluar duit buat salon, tul gak?! Tul aja deh 😉

But above all, ada yang perlu digarisbawahi. Dan hal ini yang sempat membuat aku jadi lebih teliti dan hati-hati. Karena eh karena… ternyata hampir semua produk kosmetik menggunakan bahan haram, terutama alkohol dan bahan turunan dari babi. Wedew!

Bukannya promosi sebuah merk kosmetik, tapi akhirnya aku beralih menggunakan kosmetik yang bersertifikasi halal. Memang harganya lebih mahal, tapi buat saya sebagai muslimah, nilai keberkahan tidak diukur dari besarnya rupiah yang saya keluarkan untuk membeli produk halal tersebut. Dan alhamdulillah so far kulit saya cocok dengan merk tersebut. Anyway, saya salut dengan Layla Mandi, seorang mualaf asal Kanada yang menggagas kosmetik halal, lantaran prihatin dengan produk kosmetik yang digunakan para muslimah di seluruh dunia mengandung unsur haram.

Layla Mandi
Pada umumnya produsen kosmetik, baik yang skin care maupun make up, hanya mencantumkan bahan aktif yang digunakan, bahkan masih sangat banyak yang tidak mencantumkan sama sekali. Dan dari penelusuran di direktori halal MUI, sebagian besar produk kosmetik terkenal made in Indonesia tidak punya sertifikasi halal–apalagi yang made in luar negeri ya.

Memang, alkohol dan bahan turunan dari babi umumnya digunakan bukan sebagai bahan utama atau bahan aktif kosmetik. Bahan-bahan tersebut digunankan sebagai campuran atau pelarut. Tapi tetap saja intinya haram, ya tho?

Selain produk kosmetik, alat-alat pemulas kosmetik seperti kuas eye shadow, blush on, dll pun ternyata ditemukan banyak yang terbuat dari bulu babi. Waduh, ngeri! Sempat terpikir mau beli kuas buatan The Body Shop juga sih yang ngaku ‘Against animal testing’. Tapi harganya bo’! Satu kuas aja harganya di atas Rp 100.000… OMG! Sempat terpikir untuk motong rambut sendiri dan merangkainya jadi kuas hehehe…

Tapi ternyata ada juga lho kuas yang terbuat dari bulu ekor kuda, bulu kambing, domba, musang, atau tupai. Kuas yang terbuat dari bulu binatang ini memang halus di kulit dan harganya lebih mahal dari bulu babi. Bulu musang yang ‘katanya’ paling halus so pasti paling mahal. Nah, kalau yang lebih murah ada juga kuas yang terbuat dari bahan sintetis. Tapi memang di kulit (agak) kasar.

Cara Membedakan Kuas Bulu Hewan (Babi) dan Bukan

‘Bristle’ alias kuas bulu babi
Rambut atau bulu adalah suatu protein yang bernama keratin. Keratin merupakan salah satu kelompok protein yang dikenal sebagai protein serat. Protein serat memiliki struktur panjang. Setiap hewan memiliki protein keratin pada bagian dermis (permukaan) dari kulit,
kuku, paruh, sisi ikan, tanduk, dan kuku binatang. Sebagai halnya protein, maka rambut/bulu yang mengandung keratin saat dibakar akan menimbulkan bau yang khas. Bau khas tersebut sama ketika kita mencium aroma daging yang dipanggang.

Sementara bila kuas itu terbuat dari ijuk atau sabut ketika dibakar pasti akan langsung terbakar, dan tidak mengeluarkan aroma spesifik selain bau abu pembakaran. Ketika dibandingkan dengan sapu ijuk dibakar jelas sekali terdapat perbedaan bau yang sangat kentara.

Selain ciri-ciri tadi, kuas yang terbuat dari bulu/rambut babi masih memiliki perbedaan pada warna. Kuas yang terbuat dari bulu/rambut babi biasanya berwarna putih. Biasanya kuas yang berwarna putih nan lembut itu harganya lebih tinggi dibanding barang serupa. Kuas berwarna putih itu di pasaran biasa disebut kuas bristle .

Demikian curhat ‘gak penting’ Mbak Je. Semoga bermanfaat… 😉

Lulur Madu Susu Kopi


Description:
Lulur alami dari bahan-bahan rumahan ini terbukti menghaluskan kulit

Ingredients:
1/2 gelas susu murni (susu sapi/susu kambing)
5 sendok penuh makan kopi tubruk
3 sendok makan madu murni

Directions:
-Campur semua bahan jadi satu ke dalam mangkuk
-Aduk-aduk rata dengan sendok
-Lulur siap dipakai

Saran pemakaian:
-Oleskan adonan lulur ke seluruh tubuh, termasuk wajah
-Diamkan minimal 15 menit
-Gosok-gosok seluruh tubuh
-Bilas dengan air hangat
-Rasakan sensasi halusnya kulit Anda 😉

Catatan:
Setelah dibilas, tubuh tidak perlu disabuni lagi, karena butiran kopi yang berfungsi sebagai scrub telah mengangkat kotoran dari permukaan kulit.

Menjauhkan Diri Dari Hal Yang Kurang Manfaat


“Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa
‘Ala Alihi Wa Sallam: ‘Diantara kebaikan Islam seseorang ialah ia meninggalkan apa saja yang tidak penting baginya‘.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Syarh dan Kandungan Hadis:

  1. Berkata Ibnu Rajab rahimahullah: “Hadis ini adalah salah satu prinsip agung (ushul) dari prinsip-prinsip Adab (etika).”
  2. Anjuran memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan hal-hal yang bermanfaat di dunia dan di akhirat.
  3. Anjuran agar seorang hamba menjauhkan dirinya dari perkara-perkara sia-sia dan menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang mulia lagi berguna.
  4. Anjuran untuk selalu melakukan mujahadah (perjuangan) menaklukkan nafsu dan memperbaiki diri dengan menjauhkannya dari perkara-perkara hina dan rendah yang disukainya dan merupakan seleranya.
  5. Ikut campur dalam urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan seseorang adalah menyebabkan terjadinya permusuhan dan persengketaan.
  6. Menyibukkan diri dengan perkara-perkara yang tidak ada kepentingannya dengan seseorang adalah perbuatan sia-sia dan tanda lemahnya iman.
  7. Hati yang sibuk dengan Allah pasti menjauhi semua urusan makhluk yang tidak berguna.
  8. Bukti keistiqomahan seorang muslim adalah tidak ikut campur dalam urusan orang lain yang tidak ada sangkut paut dengannya.
  9. Berbahagialah orang yang tidak mempunyai waktu untuk gelisah di siang hari dan terlalu mengantuk untuk gelisah di malam hari.
  10. Tugas utama manusia yang juga merupakan hikmah diciptakannya manusia dan jin adalah beribadah kepada Allah.
  11. Hadis di atas bukan berarti anjuran meninggalkan amar makruf nahi mungkar, karena kewajiban setiap muslim adalah menegakkan amar makruf nahi mungkar semampunya.
  12. Yang dimaksud dengan perkara-perkara yang bermanfaat adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupannya di dunia dan keselamatannya di akhirat.
  13. Diantara perkara-perkara yang tidak penting adalah segala perkara duniawi yang melalaikannya dari akhirat dan perbuatan-perbuatan mubah yang tidak bermanfaat serta banyak berbicara tanpa ada perlunya.
  14. Berkata sebagian Al-Arifin: “Apabila kamu berbicara ingatlah pendengaran Allah terhadapmu, dan apabila kamu diam ingatlah penglihatan Allah kepadamu”

(Penjelasan Hadis Ke 12 Dari 50 / Arbain Nawawi Plus Tambahan Ibnu Rajab / Hadis-Hadis Inti Ajaran Islam) oleh: Abdullah Saleh Hadrami.

Diambil dari http://www.kajianislam.net. Semoga bermanfaat

Menjauhkan Diri Dari Hal Yang Kurang Manfaat


“Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa
‘Ala Alihi Wa Sallam: ‘Diantara kebaikan Islam seseorang ialah ia meninggalkan apa saja yang tidak penting baginya‘.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Syarh dan Kandungan Hadis:

  1. Berkata Ibnu Rajab rahimahullah: “Hadis ini adalah salah satu prinsip agung (ushul) dari prinsip-prinsip Adab (etika).”
  2. Anjuran memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan hal-hal yang bermanfaat di dunia dan di akhirat.
  3. Anjuran agar seorang hamba menjauhkan dirinya dari perkara-perkara sia-sia dan menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang mulia lagi berguna.
  4. Anjuran untuk selalu melakukan mujahadah (perjuangan) menaklukkan nafsu dan memperbaiki diri dengan menjauhkannya dari perkara-perkara hina dan rendah yang disukainya dan merupakan seleranya.
  5. Ikut campur dalam urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan seseorang adalah menyebabkan terjadinya permusuhan dan persengketaan.
  6. Menyibukkan diri dengan perkara-perkara yang tidak ada kepentingannya dengan seseorang adalah perbuatan sia-sia dan tanda lemahnya iman.
  7. Hati yang sibuk dengan Allah pasti menjauhi semua urusan makhluk yang tidak berguna.
  8. Bukti keistiqomahan seorang muslim adalah tidak ikut campur dalam urusan orang lain yang tidak ada sangkut paut dengannya.
  9. Berbahagialah orang yang tidak mempunyai waktu untuk gelisah di siang hari dan terlalu mengantuk untuk gelisah di malam hari.
  10. Tugas utama manusia yang juga merupakan hikmah diciptakannya manusia dan jin adalah beribadah kepada Allah.
  11. Hadis di atas bukan berarti anjuran meninggalkan amar makruf nahi mungkar, karena kewajiban setiap muslim adalah menegakkan amar makruf nahi mungkar semampunya.
  12. Yang dimaksud dengan perkara-perkara yang bermanfaat adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupannya di dunia dan keselamatannya di akhirat.
  13. Diantara perkara-perkara yang tidak penting adalah segala perkara duniawi yang melalaikannya dari akhirat dan perbuatan-perbuatan mubah yang tidak bermanfaat serta banyak berbicara tanpa ada perlunya.
  14. Berkata sebagian Al-Arifin: “Apabila kamu berbicara ingatlah pendengaran Allah terhadapmu, dan apabila kamu diam ingatlah penglihatan Allah kepadamu”

(Penjelasan Hadis Ke 12 Dari 50 / Arbain Nawawi Plus Tambahan Ibnu Rajab / Hadis-Hadis Inti Ajaran Islam) oleh: Abdullah Saleh Hadrami.

Diambil dari http://www.kajianislam.net. Semoga bermanfaat

10 Desember 2009


gyaa.. angka 6-nya udah kroak ;p

Saat azan subuh berkumandang
Kumengendap-endap di ruang makan
Kusiapkan tart dan lukisan
Kemudian lilin kunyalakan

Saat bangun, ibuku kaget bukan kepalang
Ternyata ada kejutan di meja makan
“Tanggal berapa ini?” Ibuku heran kebingungan
Tentu saja tanggal sepuluh desember dua ribu sembilan

Sambil bernyanyi “Selamat Ulang Tahun”
Kukecup pipi kiri dan kanan
Lalu dengan takzim kucium tangan
“Terima kasih,” ujar ibu dengan air mata tertahan

Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya… prasangka baik aaah, biar beruntung terusss :))

Tips Menyimpan ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Meskipun belum jadi ibu, penasaran juga bagaimana ‘seharusnya’ menjadi ibu. Apalagi sempat miris dengan teman (ibu bukerja) yang berhasil melahirkan dengan normal dan ingin memberikan ASI eksklusif untuk bayinya, tapi tidak tahu bagaimana cara memberikan ASI, apalagi memerah asih, duh!

Berikut ini tips yang diambil dari sini.

Sebagai seorang wanita karier, Vita memang sangat ingin sukses karier dan keluarganya. Karena itu, ia pun berusaha mengeksplorasi semua informasi soal bagaimana memberikan ASI eksklusif tanpa harus meninggalkan kariernya. Untuk itu, ia pun berusaha selalu memeras susunya setiap saat demi sang buah hati. Kendalanya, ia mesti harus banyak bekerja di luar kantor. Karena itu, ia pun kadang kesulitan jika harus memeras susu setiap saat. Tapi, meski merasa repot, dengan keinginan kuat memberikan yang terbaik, ia pun berhasil.

Ibu-ibu yang juga bekerja, barangkali mengalami kerepotan yang sama jika menjadi seperti Vita. Tapi dengan keyakinan dan kemauan kuat, memang semua bisa dilakukan. Untuk itu memang diperlukan niat yang menggebu dari seorang ibu demi buah hati. Lantas, sebenarnya, bagaimana sih proses memeras susu bagi bayi yang sesuai standar agar ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI eksklusif?

Berikut ini adalah beberapa tahapan yang mungkin bisa dilakukan para ibu bekerja saat ingin menyusui sang buah hati. Meski sumbernya berlainan, pada intinya yang bisa dilakukan adalah ada pada tiga tahapan berikut, yakni memeras, menyimpan, dan menyajikan.

Memeras ASI
Yang pertama adalah siapkan cangkir atau mangkuk yang sangat bersih. Cuci dengan air sabun dan keringkan dengan tisu atau lap yang bersih. Lantas, hangatkan dengan air panas dalamnya. Jika sudah akan digunakan, buang segera air tersebut.

Sebelum memeras, jangan lupa cuci tangan dengan bersih. Lantas, jika sudah siap, letakkan cangkir di meja atau pegang, sedangkan satu tangan lain gunakan untuk menampung air susu ibu peras (ASI). Condongkan badan ke depan dan letakkan ibu jari di sekitar areola di atas puting dan jari telunjuk pada areola bawah puting.

Lakukan pijatan halus dengan ibu jari dan telunjuk ke dalam menuju dinding dada. Tekan ibu jari dan jari telunjuk sedikit ke arah dada, tetapi jangan terlalu kuat agar tidak menyumbat aliran susu. Lantas tekan sampai teraba pada sinus laktiferus yaitu tempat tampungan ASI di bawah areola.

Lakukan prosedur tekan dan lepas, tekan dan lepas. Kalau terasa sakit, berarti tekniknya salah. Apabila pada mulanya ASI tidak keluar, jangan berhenti, setelah beberapa kali maka ASI akan keluar. Tekan dengan cara sama di sisi sampingnya untuk memastikan memerasnya ASI dari semua segmen payudara.

Sebaiknya jangan memencet puting. Jangan menggerakkan jari sepanjang puting susu. Menekan atau menarik puting susu tidak dapat memeras ASI. Hal ini sama dengan yang terjadi bila bayi mengisap dari puting susu saja. Peras ASI selama 3-5 menit sampai ASI berkurang pada satu payudara, lalu pindah ke payudara satu lagi, demikian terus bergantian. Oh ya, memeras ASI perlu waktu sekitar 20-30 menit, dan usahakan jangan terlalu cepat dari waktu tersebut. ASI yang diperas harus dikeluarkan sebanyak mungkin. Walau sebenarnya satu cangkir (200 ml) sudah bisa untuk pemberian 2 kali @ 100 ml, tapi usahakan peras sebanyak mungkin.

Menyimpan
Simpanlah ASI dalam wadah atau botol steril. Ada baiknya jika botol yang digunakan dari kaca dan ditutup rapat. Jangan campur ASI yang diperas sekarang dengan ASI yang diperas sebelumnya. Untuk itu, berilah botol dengan label kapan ASI diperas (tanggal dan jam) dan berikan ASI yang diperas lebih dahulu pada sang anak.

Menurut beberapa sumber, ASI peras dapat dibiarkan dalam suhu kamar (kurang lebih 19-25o C) selama kurang lebih 6 – 8 jam. Sedangkan bila masih berupa kolostrum (susu awal atau susu yang pertama kali keluar pada 1-7 hari setelah kelahiran) bisa disimpan sampai 12 jam. Sedangkan jika ASI disimpan dalam lemari pendingin (suhu 4o C) bisa bertahan selama 24-48 jam dan jika ditaruh dalam lemari pembeku (suhu -4o C) biasanya dapat bertahan 2 mingguan lebih, sedangkan jika ditaruh dalam deep freezer (suhu -18o C), ASI bisa bertahan hingga empat bulanan. Namun, syaratnya, semua suhu di atas harus stabil. Untuk mempertahankan aktivitas antioksidan ASI, waktu penyimpanan harus dibatasi sampai 48 jam. ASI yang ditaruh di dalam lemari pendingin lebih baik daripada disimpan di dalam lemari pembeku.

Menyajikan
Untuk memberikan ASI beku untuk anak, pindahkan dulu ASI ke lemari pendingin agar mencair. Kemudian diambil seperlunya (sesuai dengan jumlah kebutuhan bayi sekali minum) untuk dihangatkan kalau mau diberi kepada bayi. ASI tidak boleh dimasak atau dipanaskan, hanya dihangatkan dengan merendam cangkir dalam air hangat. Apabila ASI yang telah dihangatkan tidak habis diminum oleh bayi, maka ASI tersebut harus dibuang.

Saat memberikan ASI pada anak, akan lebih baik jika menggunakan cangkir atau sendok, bukan dot. Hal ini dimaksudkan agar saat ibu menyusui langsung, bayi tidak menolak menyusu. Berikan ASI secara perlahan dan sabar agar bayi tidak tersedak hingga bayi mendapat ASI dalam jumlah yang mencukupi.

Jika memberikan ASI dalam cangkir, pastikan berikan dengan perlahan dan biarkan sang anak berusaha sendiri mengisap air susu itu. Berikan juga waktu istirahat sejenak saat bayi hendak minum, sehingga hal ini meminimalisir kemungkinan bayi tersedak.

Nah, bagaimana para ibu? Masih merasa sulit memberikan ASI eksklusif. Semua itu tergantung pada niat kita kok. Kalau masih merasa sulit, Prenagen menganjurkan agar dicoba saja dulu, jangan langsung mengatakan tidak. Jadi, coba dulu ya… dan jangan lupa, Say Yes to ASI!

PS. Thanks to Teh Rika yang udah ngasih kepercayaan ke aku utk ikutan garap buku tentang ASI

NPSP in Tegal

Meskipun harus bersabar dalam kemacetan long week end Lebaran Haji di dalam bus ekonomi n gak kebagian duduk (duduk di atas mesin di samping pak supir yang sedang bekerja. Red), alhamdulillah kesampean juga pulkam ke Tegal, tempat keluarga besar suami.

Note : NPSP = Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan ;p

Tips Menyimpan ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Meskipun belum jadi ibu, penasaran juga bagaimana ‘seharusnya’ menjadi ibu. Apalagi sempat miris dengan teman (ibu bukerja) yang berhasil melahirkan dengan normal dan ingin memberikan ASI eksklusif untuk bayinya, tapi tidak tahu bagaimana cara memberikan ASI, apalagi memerah asih, duh!

Berikut ini tips yang diambil dari sini.

Sebagai seorang wanita karier, Vita memang sangat ingin sukses karier dan keluarganya. Karena itu, ia pun berusaha mengeksplorasi semua informasi soal bagaimana memberikan ASI eksklusif tanpa harus meninggalkan kariernya. Untuk itu, ia pun berusaha selalu memeras susunya setiap saat demi sang buah hati. Kendalanya, ia mesti harus banyak bekerja di luar kantor. Karena itu, ia pun kadang kesulitan jika harus memeras susu setiap saat. Tapi, meski merasa repot, dengan keinginan kuat memberikan yang terbaik, ia pun berhasil.

Ibu-ibu yang juga bekerja, barangkali mengalami kerepotan yang sama jika menjadi seperti Vita. Tapi dengan keyakinan dan kemauan kuat, memang semua bisa dilakukan. Untuk itu memang diperlukan niat yang menggebu dari seorang ibu demi buah hati. Lantas, sebenarnya, bagaimana sih proses memeras susu bagi bayi yang sesuai standar agar ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI eksklusif?

Berikut ini adalah beberapa tahapan yang mungkin bisa dilakukan para ibu bekerja saat ingin menyusui sang buah hati. Meski sumbernya berlainan, pada intinya yang bisa dilakukan adalah ada pada tiga tahapan berikut, yakni memeras, menyimpan, dan menyajikan.

Memeras ASI
Yang pertama adalah siapkan cangkir atau mangkuk yang sangat bersih. Cuci dengan air sabun dan keringkan dengan tisu atau lap yang bersih. Lantas, hangatkan dengan air panas dalamnya. Jika sudah akan digunakan, buang segera air tersebut.

Sebelum memeras, jangan lupa cuci tangan dengan bersih. Lantas, jika sudah siap, letakkan cangkir di meja atau pegang, sedangkan satu tangan lain gunakan untuk menampung air susu ibu peras (ASI). Condongkan badan ke depan dan letakkan ibu jari di sekitar areola di atas puting dan jari telunjuk pada areola bawah puting.

Lakukan pijatan halus dengan ibu jari dan telunjuk ke dalam menuju dinding dada. Tekan ibu jari dan jari telunjuk sedikit ke arah dada, tetapi jangan terlalu kuat agar tidak menyumbat aliran susu. Lantas tekan sampai teraba pada sinus laktiferus yaitu tempat tampungan ASI di bawah areola.

Lakukan prosedur tekan dan lepas, tekan dan lepas. Kalau terasa sakit, berarti tekniknya salah. Apabila pada mulanya ASI tidak keluar, jangan berhenti, setelah beberapa kali maka ASI akan keluar. Tekan dengan cara sama di sisi sampingnya untuk memastikan memerasnya ASI dari semua segmen payudara.

Sebaiknya jangan memencet puting. Jangan menggerakkan jari sepanjang puting susu. Menekan atau menarik puting susu tidak dapat memeras ASI. Hal ini sama dengan yang terjadi bila bayi mengisap dari puting susu saja. Peras ASI selama 3-5 menit sampai ASI berkurang pada satu payudara, lalu pindah ke payudara satu lagi, demikian terus bergantian. Oh ya, memeras ASI perlu waktu sekitar 20-30 menit, dan usahakan jangan terlalu cepat dari waktu tersebut. ASI yang diperas harus dikeluarkan sebanyak mungkin. Walau sebenarnya satu cangkir (200 ml) sudah bisa untuk pemberian 2 kali @ 100 ml, tapi usahakan peras sebanyak mungkin.

Menyimpan
Simpanlah ASI dalam wadah atau botol steril. Ada baiknya jika botol yang digunakan dari kaca dan ditutup rapat. Jangan campur ASI yang diperas sekarang dengan ASI yang diperas sebelumnya. Untuk itu, berilah botol dengan label kapan ASI diperas (tanggal dan jam) dan berikan ASI yang diperas lebih dahulu pada sang anak.

Menurut beberapa sumber, ASI peras dapat dibiarkan dalam suhu kamar (kurang lebih 19-25o C) selama kurang lebih 6 – 8 jam. Sedangkan bila masih berupa kolostrum (susu awal atau susu yang pertama kali keluar pada 1-7 hari setelah kelahiran) bisa disimpan sampai 12 jam. Sedangkan jika ASI disimpan dalam lemari pendingin (suhu 4o C) bisa bertahan selama 24-48 jam dan jika ditaruh dalam lemari pembeku (suhu -4o C) biasanya dapat bertahan 2 mingguan lebih, sedangkan jika ditaruh dalam deep freezer (suhu -18o C), ASI bisa bertahan hingga empat bulanan. Namun, syaratnya, semua suhu di atas harus stabil. Untuk mempertahankan aktivitas antioksidan ASI, waktu penyimpanan harus dibatasi sampai 48 jam. ASI yang ditaruh di dalam lemari pendingin lebih baik daripada disimpan di dalam lemari pembeku.

Menyajikan
Untuk memberikan ASI beku untuk anak, pindahkan dulu ASI ke lemari pendingin agar mencair. Kemudian diambil seperlunya (sesuai dengan jumlah kebutuhan bayi sekali minum) untuk dihangatkan kalau mau diberi kepada bayi. ASI tidak boleh dimasak atau dipanaskan, hanya dihangatkan dengan merendam cangkir dalam air hangat. Apabila ASI yang telah dihangatkan tidak habis diminum oleh bayi, maka ASI tersebut harus dibuang.

Saat memberikan ASI pada anak, akan lebih baik jika menggunakan cangkir atau sendok, bukan dot. Hal ini dimaksudkan agar saat ibu menyusui langsung, bayi tidak menolak menyusu. Berikan ASI secara perlahan dan sabar agar bayi tidak tersedak hingga bayi mendapat ASI dalam jumlah yang mencukupi.

Jika memberikan ASI dalam cangkir, pastikan berikan dengan perlahan dan biarkan sang anak berusaha sendiri mengisap air susu itu. Berikan juga waktu istirahat sejenak saat bayi hendak minum, sehingga hal ini meminimalisir kemungkinan bayi tersedak.

Nah, bagaimana para ibu? Masih merasa sulit memberikan ASI eksklusif. Semua itu tergantung pada niat kita kok. Kalau masih merasa sulit, Prenagen menganjurkan agar dicoba saja dulu, jangan langsung mengatakan tidak. Jadi, coba dulu ya… dan jangan lupa, Say Yes to ASI!

PS. Thanks to Teh Rika yang udah ngasih kepercayaan ke aku utk ikutan garap buku tentang ASI