Menjauhkan Diri Dari Hal Yang Kurang Manfaat


“Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa
‘Ala Alihi Wa Sallam: ‘Diantara kebaikan Islam seseorang ialah ia meninggalkan apa saja yang tidak penting baginya‘.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Syarh dan Kandungan Hadis:

  1. Berkata Ibnu Rajab rahimahullah: “Hadis ini adalah salah satu prinsip agung (ushul) dari prinsip-prinsip Adab (etika).”
  2. Anjuran memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan hal-hal yang bermanfaat di dunia dan di akhirat.
  3. Anjuran agar seorang hamba menjauhkan dirinya dari perkara-perkara sia-sia dan menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang mulia lagi berguna.
  4. Anjuran untuk selalu melakukan mujahadah (perjuangan) menaklukkan nafsu dan memperbaiki diri dengan menjauhkannya dari perkara-perkara hina dan rendah yang disukainya dan merupakan seleranya.
  5. Ikut campur dalam urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan seseorang adalah menyebabkan terjadinya permusuhan dan persengketaan.
  6. Menyibukkan diri dengan perkara-perkara yang tidak ada kepentingannya dengan seseorang adalah perbuatan sia-sia dan tanda lemahnya iman.
  7. Hati yang sibuk dengan Allah pasti menjauhi semua urusan makhluk yang tidak berguna.
  8. Bukti keistiqomahan seorang muslim adalah tidak ikut campur dalam urusan orang lain yang tidak ada sangkut paut dengannya.
  9. Berbahagialah orang yang tidak mempunyai waktu untuk gelisah di siang hari dan terlalu mengantuk untuk gelisah di malam hari.
  10. Tugas utama manusia yang juga merupakan hikmah diciptakannya manusia dan jin adalah beribadah kepada Allah.
  11. Hadis di atas bukan berarti anjuran meninggalkan amar makruf nahi mungkar, karena kewajiban setiap muslim adalah menegakkan amar makruf nahi mungkar semampunya.
  12. Yang dimaksud dengan perkara-perkara yang bermanfaat adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupannya di dunia dan keselamatannya di akhirat.
  13. Diantara perkara-perkara yang tidak penting adalah segala perkara duniawi yang melalaikannya dari akhirat dan perbuatan-perbuatan mubah yang tidak bermanfaat serta banyak berbicara tanpa ada perlunya.
  14. Berkata sebagian Al-Arifin: “Apabila kamu berbicara ingatlah pendengaran Allah terhadapmu, dan apabila kamu diam ingatlah penglihatan Allah kepadamu”

(Penjelasan Hadis Ke 12 Dari 50 / Arbain Nawawi Plus Tambahan Ibnu Rajab / Hadis-Hadis Inti Ajaran Islam) oleh: Abdullah Saleh Hadrami.

Diambil dari http://www.kajianislam.net. Semoga bermanfaat

Leave a comment

9 Comments

  1. jadiii.. jangan kebanyakan facebook yaaa… 😀

    Reply
  2. sapa yang fb? kita kan nge-MP :p

    Reply
  3. mari buat gerakan MP penuh manfaat. Sehingga everyday teh dapat ilmu, inspirasi dan hal yg manfaat. Alhamdulillah, jika bisa nge-MP tapi dapat kebaikan atau pahala.

    Reply
  4. setuju. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfat bagi manusia lain. Apa pun sarananya.

    Reply
  5. setuju. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfat bagi manusia lain. Apa pun sarananya.

    Reply
  6. setuju! mau FB atau MP yang penting membawa manfaat dan inspirasi

    Reply
  7. sepakat dok 😉

    Reply
  8. Mbak je…ada nih do'a yang slalu aku baca tiap pagi: Allahumma inni As'aluka ilmannafi'an warizqon thoyyiban wa amalan mutaqabbalan. Artinya Ya Allah berikan aku ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amalan yang diterima. Amin. Salam buat Dr. Prita. Salam Kenal

    Reply
  9. amiin… terima kasih infonya, wid

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: