Keyakinan Yang Menyembuhkan*

Mungkin ini sebuah keajaiban bahwa aku masih hidup sampai detik ini.

Awal tahun 1990. Aku hampir tak mempercayai pendengaranku sendiri. Aku sampai pergi ke empat dokter berbeda untuk meyakinkan diri bahwa aku mengidap tumor di payudara. Setiap dokter yang memeriksaku menyampaikan hal senada, yaitu aku harus segera operasi tumor payudara dan umurku mungkin tinggal dua tahun lagi.

Jelas aku syok sekali saat itu. Apalagi pada masa itu penderita tumor masih sangat jarang. Mendengar itu, rasanya hidupku sudah tak bernilai lagi. Setiap hari aku hanya menangis. Aku malah menzholimi diri dengan tidak makan, bahkan aku meninggalkan sholat. Ketiga anakku yang masih kecil juga kuterlantarkan.

Tak satupun yang menyemangatiku. Suamiku juga pasrah saja. Habis mau apa lagi? Yang pasti aku tidak mau dioperasi. Aku tahu operasi itu hanya mengangkat tumor dari luar. Aku juga tahu bahwa operasi bisa jadi gagal. Apalagi biaya operasi tidak murah.

Sebulan itu aku merasa seperti debu tertiup angin. Aku merasa tidak berarti apa-apa. Sampai di suatu malam, di tengah isak tangisku, aku melihat ketiga anakku tengah tertidur pulas, Ranny yang waktu itu masih 3 SD, Sandy yang baru masuk SD, dan si kecil Dipa yang masih TK. Wajah mereka begitu polos, begitu murni. Mereka tidak tahu apa yang sedang dialami mamanya.

Tanpa sadar bulir air mata tambah deras mengalir. Ya Allah, anak-anakku yang masih polos ini. Siapa nanti yang akan mengasuh dan mendidik mereka jika aku tiada? Aku tidak mau intan-intanku tumbuh menjadi anak durhaka.

Akhirnya aku bangkit dari keterpurukanku selama sebulan itu. Aku harus sembuh, pikirku. Sejak itu aku meyakinkan diri bahwa aku bisa sembuh. Tentu sambil mencoba berbagai pengobatan alternatif. Sedapat mungkin aku menghindari dokter. Karena menurutku, vonis dokter hanya membuatku down.

Bermacam jamu kusikat dengan keyakinan bahwa aku sembuh. Berbagai nasihat kuturuti, bahkan ada yang menyarankan makan cicak mentah setiap hari sebulan penuhpun kuturuti. Dan selama pengobatan, aku tidak pernah meraba benjolan pada payudaraku. Maka aku tidak tahu apakah benjolan itu kempes atau menghilang begitu saja. Hanya satu keyakinanku, aku sembuh.

Sampai sekitar satu tahun kemudian. Aku mencoba meraba benjolan itu. Dan subhanallah ternyata tidak ada sama sekali. Aku tidak tahu kapan tepatnya benjolan itu hilang, karena memang aku tidak pernah merabanya. Kemudian aku mencoba periksa ke dokter. Dokter menyatakan tumor itu hilang sama sekali dan dia juga heran.

Sudah hampir 14 tahun sejak kejadian itu dan aku masih bisa menghirup udara-Nya. Di usia ke-46, alhamdulillah aku masih dikaruniai sehat tanpa keluhan sakit seperti yang kuderita 14 tahun lalu. Kini ketiga anakku yang sudah duduk di bangku kuliah masih bisa merasakan belaian tanganku.

Ternyata ayat yang mengatakan bahwa, Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya, tidaklah main-main. Karenannya; yakin, berusaha, dan berdoa, menjadi hal tak terpisahkan dari diriku. Dan itu pula yang selalu kutanamkan pada anak-anakku. (jat)

*Seperti dituturkan Ibu Hartinah kepada reporter Majalah Amal ‘Amanah (edisi Maret 2004)

Leave a comment

8 Comments

  1. subhanallah mb, smp merinding bacanya…makasih dah berbagi yaa ๐Ÿ™‚

    Reply
  2. nice post….. tengkyu yeee..

    Reply
  3. fa huwa yasfii

    Reply
  4. yang menyembuhkan adalah karunia Allah dan semangat hidup bukan cicak mentah ya (halalkah??)

    Reply
  5. Allahu Akbar… sama2 no

    Reply
  6. ogieurvil said: nice post….. tengkyu yeee..

    sama2 kak ogie ๐Ÿ™‚

    Reply
  7. iya bun…

    Reply
  8. drprita said: yang menyembuhkan adalah karunia Allah dan semangat hidup bukan cicak mentah ya (halalkah??)

    haha… benar dok… tapi kalo masalah halal/haram VS darurat saya tdk bisa jawab dok

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: