Sakau Traveling

Gara-gara baca buku-buku tentang traveling jadi ‘ngiler’ pengen jalan-jalan lagi. Sumpah! rasanya kangeeeen banget jadi mahasiswa lagi saat punya waktu yang lebih bebas mau kemana aja.

Hihii… jadi nostalgia saat kuliah sambil nyambi jadi reporter lepas di sebuah majalah internal perusahaan di Jawa Barat. Kayaknya saat itu–walau digaji kecil–merupakan pekerjaan yang paling aku enjoyyyy bangett. Setiap bulan kerjaannya jalan-jalan mengunjungi kota dan pelosok tempat di Jawa Barat untuk liputan. Habis itu nulis berita dan nyetak hasil foto (jaman dulu belom ada kamera digital. Red). Liputan terjauh adalah ke Cirebon dan Indramayu, mana waktu itu sempat hampir dikerjain sama tukang becak yang nyebelin di Cirebon. Btw, jangan dibayangkan liputan ke daerah ini difasilitasi mobil plus supir loh! Kami murni ngangkot, ngojek, mbecak, plus jalan kaki. Tapi asik-asik aja tuh! Pokoke kangen banget! If only I could turn back time

Pernah juga ‘tour de java’ saat tahun akhir kuliah yang udah gak ada mata kuliah lagi selain skripsi. Dengan tujuan mengisi pelatihan jurnalistik untuk anak-anak SMA 1 Kebumen, aku dan tiga teman sejurusan meluncur ke sana menggunakan KA ekonomi jurusan Bandung-Surabaya yang harga tiketnya cuma Rp 18 ribuan. Untung saat itu lagi low season, jadi gak umpel-umpelan dan gak repot rebutan tempat duduk.

I really enjoy that time! Naik KA ekonomi yang murah meriah ternyata memiliki sensasi sendiri. Dari dalam KA kita bisa merasakan perbedaan budaya setiap tempat yang kita lewati, karena KA ekonomi berhenti di hampir setiap stasiun dan membolehkan para bakul jualan masuk ke dalam KA. Berbeda dengan KA bisnis atau eksekutif yang hanya berhenti di stasiun tertentu dan melarang para pedagang masuk. Ingat banget waktu itu aku sampai tahu perbedaan pecel di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kalo di Jawa Barat, pecelnya ada mie-nya, di Jawa Tengah ada bunga kecombrangnya, di Jawa Timur ada serundengnya.

Saat itu, habis dari Kebumen kami main ke Klaten, Solo, dan Jogja mengunjungi teman sekampus yang memang asli sana. Setelah puas foto-foto di Candi Prambanan, mancing di kampung, jalan-jalan di Malioboro, aku meneruskan perjalanan sendiri ke Madiun mengunjungi Pak De di sana. Pokoke what a wonderful life deh!

Kemudian setelah bebas dari judeg sama skripsi dan lulus dengan nilai A, sebenarnya aku ingiiiiin banget merayakannya dengan jalan-jalan ke luar Jawa. Kebetulan sebulan setelah lulus, peristiwa tsunami melanda Aceh, dan temanku dan aku diminta untuk jadi relawan Bulan Sabit Merah Indonesia ke sana. Tentu saja aku gak menolak! Tapi aku harus bersabar menunggu sebulan lagi menggantikan temanku yang sudah berangkat duluan ke sana.

Sayangnya, dalam rentang sebulan itu aku iseng silaturahmi ke radio MQ FM yang ternyata sedang butuh banget reporter radio. Alhasil aku disuruh masukin lamaran. Waktu itu kupikir, apa salahnya masukin doang. Toh belum tentu lolos. Ternyata seminggu kemudian aku dipanggil dan disuruh wawancara. Gak lama aku harus ikut karantina calon reporter dan penyiar MQ FM radio. Nah lo! Giliran saatnya aku harus menggantikan temanku di Aceh, aku masih dikarantina yang artinya aku akan gugur menjadi reporter radio….Intinya, saat itu aku batal ke Aceh. Dan rencanaku merayakan kelulusan dengan jalan-jalan pun pupus, karena aku langsung kerja. Well, kayaknya gak bersyukur banget yah, padahal sarjana nganggur yang udah ngebet kerja banyak banget .

Sampai sekarang alhamdulillah aku gak pernah merasakan nganggur. Dan alhamdulillah aku sudah berpengalaman kerja di 5 perusahaan besar yang membuatku menjadi ‘kaya’ akan pengalaman. Tapi karena aku rata-rata pindah kerja terus, jadinya aku gak pernah merasakan punya jatah cuti hehehe… Karena pas satu tahun atau dua tahun kerja, aku pindah ke tempat lain. Well, gak tahu kenapa yang pasti kondisi saat itu mengharuskan aku pindah karena satu dan banyak hal.

Terus, apa hubungannya dengan hasrat ingin traveling?? Well, mungkin karena keinginan yang gak keturutan sejak 6 tahun lalu itu yang akhirnya mendesakku sekarang, ditambah lagi baca buku-buku tentang travelling… duh, makin ‘sakau’ aja deh!! Apalagi setelah menikah dan belum juga dapat amanah anak ini, aku seolah mendengar Tuhan bicara, “Udah, travelling aja sono, mumpung belom punya anak!”

Well, kalau ditanya mau kemana? Ya maunya kemana-mana. Tapi kalau melihat budget yang ada sekarang kayaknya pengennya siy dalam negeri ajah. Toh dari semua referensi travelling yang kubaca, Indonesia adalah negara yang paling indah dengan kekayaan alamnya.

So, if you ask me when will you go traveling? I’ll answer, “As soon as possible…. insyaallah!”  

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

6 Comments

  1. Yo! Jalan2 yo! Ke Banjarmasin, yuk!

    Reply
  2. ke banjir di Karawang ya

    Reply
  3. hayuk hayuk.. *sakaw juga*

    Reply
  4. hayuk!! tapi kapan yaa..^_^

    Reply
  5. mau dok, tapi masak saya bolos kantor krn blm dapat jatah cuti :'(

    Reply
  6. hyuk! *sawaw mode On* ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: