Before Those 2 Stripes (Part 2)

“Ada yang pernah terapi hormon?” demikian statusku di facebook. Sontak banyak komen dan masukan berarti. Ada yang menyarankan untuk periksa lab secara menyeluruh baik aku dan suami, agar terapi hormonnya tepat sasaran. Good advise, but it takes a lot of money tough. Ada juga yang curhat badannya jadi endut banget selama terapi hormon, tapi tidak membuahkan hasil. Ada juga yang menyarankan terapi pijit Pak Sobri yang terkenal berhasil menangani masalah infertilitas.

Saat googling, aku menemukan artikel yang menyatakan bahwa perempuan yang pernah menjalani terapi hormon progesteron dan estrogen memiliki resiko kanker payudara 2,7 kali lebih besar.. Hiiii, sereeem… Aku bahkan sempat mendatangi tempat praktek Pak Sobri yang ternyata tak jauh dari rumahku. Tapi aku gak sampai pijat siy, cuma survey lokasi dan jadwal praktek saja.

Tak putus tanya sana-sini, baik lewat sms, telepon, e-mail, facebook, MP, dll, akhirnya aku mendengarkan testimonial langsung dari dua temanku yang pernah mengalami nasib serupa dan sekarang sudah dikaruniai putra-putri. Temanku yang pertama menyarankan untuk minum madu royal jelly untuk kestabilan hormon. Selain minum madu, ternyata dia juga menjalani terapi hormon sampai dua kali sampai akhirnya berhasil hamil. Ia sendiri mengakui, tingkat keberhasilan terapi hormon kemungkinannya kecil dan ia adalah salah satu yang beruntung.

Temanku yang kedua lebih dahsyat lagi ceritanya. Ia sudah 2 tahun menjalani terapi hormon sampai badannya mblendung kayak balon, tapi tidak membuahkan hasil. Ia bahkan sempat tidak direstui menikah oleh calon mertuanya lantaran mengidap kista sebesar 7 cm di rahimnya. Setelah menghabiskan sekitar Rp 1 juta per bulannya untuk terapi hormon, ia mencoba obat alternatif dari produk T****** yang harganya juga lumayan. Tapi ternyata tidak membawa hasil apa-apa. Sampai akhirnya calon ibu mertuanya menyarankan suplemen herbal yang terbuat dari sejenis alga cryptomonadeles. Sang calon ibu mertua berjanji, jika temanku itu sembuh atau mengecil drastis kistanya, maka sang ibu mertua sekeluarga akan datang melamarnya. Menurut penuturan temanku itu, selama 3 bulan rutin mengonsumsi obat herbal tersebut, kistanya mengecil hingga 0,5 cm. Dan obat herbal ini tidak menimbulkan efek samping apapun. Sesuai janji sang calon mertua, maka temanku itu langsung dilamar, kemudian menikah, dan sekarang sudah dikaruniai seorang putra yang sehat.

Dari situlah temanku yang kedua itu menyarankan aku untuk mencoba obat herbal yang pernah dikonsumsinya. Tidak murah memang harganya, sekitar Rp 800 ribuan per botol isi 600 tablet untuk pemakaian 3 bulan. Aku dan suamiku langsung berhitung soal biaya-biaya yang mungkin kami keluarkan untuk pengobatan ini. Kami bahkan telah menyiapkan plan A, plan B, dan plan C, jika pengobatan gagal.

Bismillah, aku menjadikan obat herbal dari alga itu sebagai alternatif pengobatan pertama (plan A). Aku merasa yakin, karena obat ini tidak menimbulkan efek samping apa pun. Tapi tetap aku mencoba ‘nothing to loose’ dalam proses ini agar aku tidak tertekan. “Wa idza marittu fahuwa yasfiin“. Dan jika aku sakit, Allah yang menyembuhkan. Itu yang selalu kucamkan saat minum tablet demi tablet. Sambil minum obat herbal itu, aku dan suamiku setiap hari rutin minum madu royal jelly yang spesial kami beli di Madu Pramuka, Cibubur–sekalian refreshing di pinggir danau Cibubur gituu hehehee…

Hari berganti hari. Ibuku dan ibu mertuaku pulang umroh. Air di rumah mati gara-gara supply air dari PAM tersendat, bahkan aku baca di pos kota, warga Jakarta Utara ada yang mencuci pakai air got! Maka kami sibuk menggotong-gotong ember penuh air dari tetangga yang punya jet pump. Dan saat itu aku tidak tahu kalau aku sedang hamil 2 minggu. Bahkan seminggu kemudian aku sempat hampir terjengkang saat turun dari bus patas gara-gara sang supir menginjak gas saat aku mau turun. Sempat membatin saat itu, “Kalau gue hamil bisa keguguran ney!”

Wallahua’alam bishawab. Ternyata ketika jadwal haidku tiba, aku belum juga kedatangan tamu bulanan. Aku tunggu sampai seminggu tidak kunjung datang. Mulai curiga niy… Akhirnya, saat pulang berenang, aku sempatkan membeli tes pack termurah yang ada di supermarket (maksudnya kalo hasilnya gak memuaskan, gak rugi-rugi amat gitu. Red).

Sesuai dengan petunjuk yang ada tes pack, aku melakukan tes urine pada urine pertama saat bangun pagi. Subhanallah…. ternyata 2 garis itu muncul. Those 2 stripes!!

Apakah ini lantaran obat herbal yang terbuat dari alga itu? Atau karena madu royal jelly? Atau karena doa ibu di masjidil haram? Ah… Jika Allah berkehendak, maka semuanya mungkin. Kun fa ya kun

Advertisements
Leave a comment

4 Comments

  1. Subhanallah wal hamdulillah..buah ikhtiar dan tawakal mba..smg janin dan ibunya sehat slalu..amiin.. 🙂

    Reply
  2. amin ya robbal'alamin… terima kasih atas doanya 🙂

    Reply
  3. Wah, ternyata part II lebih asyik di baca. Alhamdulillah…Semoga kasih sayang Allah senantiasa menyertaimu

    Reply
  4. Amin ya robbal'alamin. Begitu jg dg Widya,smg Allah segera menjawab doa2mu. Btw,syukron ya atas madu & kopi radix-nya 😉

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: