Beruntungnya Orang yang Rajin Renang

Berenang bisa jadi merupakan salah satu olahraga yang menyenangkan, sehat dan santai. Orang yang rajin renang juga akan banyak mendapatkan keuntungan. Apa saja?

Dikutip dari Swimming.about.com dan 24hrfitness.co.uk, Senin (29/11/2010) renang memberikan latihan kardiovaskular yang sangat baik, sehingga dapat memperkuat otot jantung dan meningkatkan pengiriman oksigen ke bagian tubuh yang berbeda.

US Water Fitness Association (USWFA) menuturkan berenang bisa memberikan beberapa manfaat fisik, sosial dan mental.

Seseorang yang senang berolahraga renang akan mengalami peningkatan kekuatan dan fleksibilitas, stamina otot dan keseimbangan, fisik dan postur tubuh yang lebih baik, serta bisa berfungsi sebagai obat yang efektif dan cepat dalam hal penyembuhan otot.

Berenang juga dapat mengendalikan berat badan karena merupakan salah satu pembakar kalori yang hebat, dan meringankan pikiran yang stres dan tegang. Sehingga memicu tingkatan energi yang lebih besar. Hal ini akan membuat seseorang berada dalam kondisi sempurna baik secara fisik maupun mental.

Karenanya renang bisa menjadi salah satu pilihan bagi orang yang mengalami obesitas atau menderita gangguan otot di kaki serta masalah punggung bagian bawah. Dan saat seseorang meluncur ke dalam air, akan meningkatkan sirkulasi darah ke otot dan membuat tubuh lebih santai.

Penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan hamil pun bisa mendapatkan manfaat dari berenang, yaitu membuat otot-otot perut menjadi lebih kuat (otot yang penting saat mengandung bayi), serta mengurangi ketidaknyamanan selama hamil seperti kekakuan sendi dan tekanan darah tinggi.

Pada perempuan yang baru saja melakukan operasi payudara, melakukan renang bisa menjadi bagian dalam hal proses pemulihan. Hal ini dianggap menjadi sarana yang menguntungkan karena melibatkan semua kelompok otot utama. Meski demikian seseorang tetap harus berkonsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan program latihan ini.

Di-copas dari sini

Advertisements

Beruntungnya Orang yang Rajin Renang

Berenang bisa jadi merupakan salah satu olahraga yang menyenangkan, sehat dan santai. Orang yang rajin renang juga akan banyak mendapatkan keuntungan. Apa saja?

Dikutip dari Swimming.about.com dan 24hrfitness.co.uk, Senin (29/11/2010) renang memberikan latihan kardiovaskular yang sangat baik, sehingga dapat memperkuat otot jantung dan meningkatkan pengiriman oksigen ke bagian tubuh yang berbeda.

US Water Fitness Association (USWFA) menuturkan berenang bisa memberikan beberapa manfaat fisik, sosial dan mental.

Seseorang yang senang berolahraga renang akan mengalami peningkatan kekuatan dan fleksibilitas, stamina otot dan keseimbangan, fisik dan postur tubuh yang lebih baik, serta bisa berfungsi sebagai obat yang efektif dan cepat dalam hal penyembuhan otot.

Berenang juga dapat mengendalikan berat badan karena merupakan salah satu pembakar kalori yang hebat, dan meringankan pikiran yang stres dan tegang. Sehingga memicu tingkatan energi yang lebih besar. Hal ini akan membuat seseorang berada dalam kondisi sempurna baik secara fisik maupun mental.

Karenanya renang bisa menjadi salah satu pilihan bagi orang yang mengalami obesitas atau menderita gangguan otot di kaki serta masalah punggung bagian bawah. Dan saat seseorang meluncur ke dalam air, akan meningkatkan sirkulasi darah ke otot dan membuat tubuh lebih santai.

Penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan hamil pun bisa mendapatkan manfaat dari berenang, yaitu membuat otot-otot perut menjadi lebih kuat (otot yang penting saat mengandung bayi), serta mengurangi ketidaknyamanan selama hamil seperti kekakuan sendi dan tekanan darah tinggi.

Pada perempuan yang baru saja melakukan operasi payudara, melakukan renang bisa menjadi bagian dalam hal proses pemulihan. Hal ini dianggap menjadi sarana yang menguntungkan karena melibatkan semua kelompok otot utama. Meski demikian seseorang tetap harus berkonsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan program latihan ini.

Di-copas dari sini

Sibuk…

Orang yang sibuk dengan benar,
selalu memiliki waktu untuk berlibur.

Orang yang sibuk,
tetapi tidak bisa melepaskan dirinya
dari kesibukan, harus memeriksa
ketepatan dari yang dilakukannya.

Tujuan utama dari kesibukan
adalah membebaskan kita dari kesibukan.

Dan,

Pekerjaan bukanlah pengejaran
tanpa tujuan dan tanpa henti.

Pekerjaan seharusnya menjadikan
kita pribadi yang bebas,
bukan yang terpenjara.

(Mario Teguh)

Yang Berguguran di Jalan Da’wah

Mutarabbi : Ummi, kenapa ya banyak ikhwah yang setelah menikah jadi mengendur da’wahnya. Jangankan kegiatan da’wah, liqo saja jarang datang.

Murabbi : Bisa jadi, ada yang salah dalam proses menikahnya

Mutarabbi : ….

Sibuk…

Orang yang sibuk dengan benar,
selalu memiliki waktu untuk berlibur.

Orang yang sibuk,
tetapi tidak bisa melepaskan dirinya
dari kesibukan, harus memeriksa
ketepatan dari yang dilakukannya.

Tujuan utama dari kesibukan
adalah membebaskan kita dari kesibukan.

Dan,

Pekerjaan bukanlah pengejaran
tanpa tujuan dan tanpa henti.

Pekerjaan seharusnya menjadikan
kita pribadi yang bebas,
bukan yang terpenjara.

(Mario Teguh)

During the next six weeks, you may be trying to decide if you’ll be one of the sixty percent of moms who will return to the workforce in the year after having a baby, or if you’ll be among the forty percent who stay home… (http://www.fitpregnancy.com/calendar)

Rukun Islam Ke-5: Traveling

Haji adalah rukun Islam ke-5. Melaksanakan haji tidak semata-mata tawaf, sa’i, dan wukuf. Lebih dari itu, untuk melakukan ritual haji, seorang muslim harus melakukan perjalanan yang lumayan jauh, terutama kita yang tinggal jauh dari Mekah. Kita harus melintasi samudra dan sejumlah negara. Karena itu, kalo dipikir-pikir, sebenarnya melaksanakan haji tak lain adalah ‘traveling’ yang tujuannya adalah beribadah kepada Allah SWT.

Anehnya, kenapa Mekah jarang sekali menjadi kota pertama di luar negeri yang ingin dikunjungi oleh mereka (muslim) yang hobi traveling. Aku jadi ingat pas jaman kumpul bocah waktu SD dulu pernah ditanya teman, “Kamu kalo bisa ke luar negeri, pengennya kemana?”

“Ke Perancis!” sahut temanku yang lain.

“Ke Amerika!” ujar temanku yang lainnya lagi.

“Ke Mekah,” sahutku sekenanya sambil membayangkan Ka’bah. Padahal Mekah bukan negara ya, tapi kota hehehe..

Alhamdulillah Allah menjawab doaku. Saat pertama kali ke luar negeri, tempat pertama yang kukunjungi adalah Mekah (meskipun mendarat dulu di Jeddah. Red).

Bersyukur sekali aku bisa melaksanakan haji di usia muda dan sehat, karena selama perjalanan haji, aku menyaksikan sendiri bagaimana beratnya perjalanan dan ritual haji bagi para jamaah yang mayoritas sudah sepuh (tua. Red). Tak heran banyak yang sakit dan meninggal di tanah suci. Bahkan baru-baru ini http://www.tempointeraktif.com menurunkan feature yang berjudul “Berhaji di Usia Tua Lebih Mahal Ongkosnya“.

Itulah mengapa sempat terpikir untuk mendidik anak untuk menabung untuk berhaji sejak dini. Setidaknya berikhtiar untuk melaksanakan rukun Islam ke-5. Selain mengajak menabung, tentu yang lebih utama adalah mendidiknya untuk mencintai Allah dan rasul-Nya. Karena mustahil menumbuhkan motivasi berhaji jika anak kita tidak mencintai Allah dan rasul-Nya.

Back to the topic… Well, buat mereka yang masih muda dan ‘mampu’, kenapa kok banyak banget yang berat untuk berhaji, padahal jalan-jalan ke Eropa atau negara-negara lain gampang banget? Bahkan ada yang bela-belain nabung buat pergi ke kota tertentu, seperti Athena atau Paris. So, kenapa enggak mind set-nya dirubah, bahwa berhaji itu tak lain adalah jalan-jalan (perjalanan religi tentunya. Red). Jadi, ‘nikmat’ jalan-jalan dapet, pahala dapet hehehe… .

Wallahua’lam bishawab
 

Rukun Islam Ke-5: Traveling

Haji adalah rukun Islam ke-5. Melaksanakan haji tidak semata-mata tawaf, sa’i, dan wukuf. Lebih dari itu, untuk melakukan ritual haji, seorang muslim harus melakukan perjalanan yang lumayan jauh, terutama kita yang tinggal jauh dari Mekah. Kita harus melintasi samudra dan sejumlah negara. Karena itu, kalo dipikir-pikir, sebenarnya melaksanakan haji tak lain adalah ‘traveling’ yang tujuannya adalah beribadah kepada Allah SWT.

Anehnya, kenapa Mekah jarang sekali menjadi kota pertama di luar negeri yang ingin dikunjungi oleh mereka (muslim) yang hobi traveling. Aku jadi ingat pas jaman kumpul bocah waktu SD dulu pernah ditanya teman, “Kamu kalo bisa ke luar negeri, pengennya kemana?”

“Ke Perancis!” sahut temanku yang lain.

“Ke Amerika!” ujar temanku yang lainnya lagi.

“Ke Mekah,” sahutku sekenanya sambil membayangkan Ka’bah. Padahal Mekah bukan negara ya, tapi kota hehehe..

Alhamdulillah Allah menjawab doaku. Saat pertama kali ke luar negeri, tempat pertama yang kukunjungi adalah Mekah (meskipun mendarat dulu di Jeddah. Red).

Bersyukur sekali aku bisa melaksanakan haji di usia muda dan sehat, karena selama perjalanan haji, aku menyaksikan sendiri bagaimana beratnya perjalanan dan ritual haji bagi para jamaah yang mayoritas sudah sepuh (tua. Red). Tak heran banyak yang sakit dan meninggal di tanah suci. Bahkan baru-baru ini http://www.tempointeraktif.com menurunkan feature yang berjudul “Berhaji di Usia Tua Lebih Mahal Ongkosnya“.

Itulah mengapa sempat terpikir untuk mendidik anak untuk menabung untuk berhaji sejak dini. Setidaknya berikhtiar untuk melaksanakan rukun Islam ke-5. Selain mengajak menabung, tentu yang lebih utama adalah mendidiknya untuk mencintai Allah dan rasul-Nya. Karena mustahil menumbuhkan motivasi berhaji jika anak kita tidak mencintai Allah dan rasul-Nya.

Back to the topic… Well, buat mereka yang masih muda dan ‘mampu’, kenapa kok banyak banget yang berat untuk berhaji, padahal jalan-jalan ke Eropa atau negara-negara lain gampang banget? Bahkan ada yang bela-belain nabung buat pergi ke kota tertentu, seperti Athena atau Paris. So, kenapa enggak mind set-nya dirubah, bahwa berhaji itu tak lain adalah jalan-jalan (perjalanan religi tentunya. Red). Jadi, ‘nikmat’ jalan-jalan dapet, pahala dapet hehehe… .

Wallahua’lam bishawab

Gak terasa udah 4 tahun punya blog… Nanti kalo udah meninggal bisa jadi ‘biografi’ pribadi yang bisa diakses onliners kali yaa…

Sate Kambing Ala Mbakje & Masyekh


Description:
Semoga belum telat posting ya, mumpung masih suasana Idul Adha dan masih Hari Tasyrik alias masih ada yang motong kambing 🙂
Berikut ini hasil masak bareng Mbakje dan Masyekh :p

Ingredients:
750 gr paha kambing, potong dadu 2 cm
15 bh tusuk sate yang sudah direndam dalam air
Daun pepaya untuk membungkus dan mengempukkan daging kambing

Bumbu Perendam:
6 btr bawang merah, haluskan
1 sdt merica bubuk
1 sdm ketumbar bubuk
3 sdm kecap manis
1 sdm minyak goreng
1/2 sdt garam

Pelengkap:
50 gr kol, iris halus
2 bh tomat, iris tipis
6 sdm bawang goreng untuk taburan
6 bh cabe rawit, iris halus
6 btr bawang merah, iris halus
5 sdm kecap manis
1 sdt merica bubuk
sedikit perasan jeruk nipis/limau

Directions:
– Campur semua bahan bumbu perendam. Campur daging kambing dengan bumbu perendam hingga rata. Bungkus daging dengan daun pepaya, diamkan selama 2 jam.

– Tusuk setiap tusukan sate dengan 4 – 5 potong daging. Bakar sate di bara api atau hot plate sambil sekali-kali diolesi sisa bumbu perendam dan bolak-balik hingga seluruh bagian matang.

– Angkat. Sajikan sate bersama pelengkapnya.

TIPS:
* Jangan mencuci daging kambing, karena kambing memiliki kelenjar sebaceous yang menyebabkan bau prengus. Bila dicuci, bau prengus akan menyebar ke seluruh bagian daging. Untuk menghilangkannya, gunakan air asam Jawa.
* Jika menggunakan daging kambing beku, lakukan thawing atau ‘pencairan’ perlahan, dengan memindahkan daging dari freezer ke dalam chiller hingga es-nya meleleh. Bila dilakukan secara cepat, daging akan lebih alot.