The Miracle of Enzyme

Rating: ★★★★★
Category: Books
Genre: Health, Mind & Body
Author: Dr. Hiromi Shinya, MD

Buku ini ditulis oleh seorang dokter bedah yang melakukan pengamatan selama 40 tahun membedah perut sekitar 300.000 pasien dan membandingkan dengan pola makan pasien-pasien tersebut. Pengamatan ini didorong oleh rasa ingin tahu apa yang MENYEBABKAN SESEORANG SAKIT.

Shinya mengakui, di sekolah kedokteran ia hanya mempelajari bagaimana menyembuhkan gejala penyakit dan tidak benar-benar mendapatkan penyebab seseorang sakit.

Dari pengamatannya pada 300.000 pasien, hampir bisa dipastikan, orang yang minum susu setiap hari, maka ususnya akan kotor dan bermasalah.

Sebelum tahun 1960, penduduk Jepang tidak mengkonsumsi susu. Ternyata
penduduk Jepang yang berusia lanjut tidak ada yang menderita osteoporosis. Sejak tahun 1960, di Jepang dipopulerkan mengkonsumsi susu dan ternyata setelah itu dijumpai banyak sekali kasus osteoporosis. Mengapa hal ini dapat terjadi?

Susu tinggi Kalsium dipercaya lebih mudah diserap. Saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah meningkat, tubuh berusaha mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Demikian juga tubuh melepas sebagian kalsium dari tulang dan gigi. Dengan kata lain, jika Anda mencoba minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh Anda secara keseluruhan. Dari empat negara susu besar, yaitu Amerika, Swedia, Denmark dan Finlandia yang banyak mengkonsumsi susu setiap harinya, ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.

Sebaliknya dengan mengkonsumsi ikan-ikan kecil dan rumput laut yang selama berabad-abad dimakan oleh bangsa Jepang dan pada awalnya dianggap rendah kalsium, ternyata hampir tidak ada kasus osteoporosis
di Jepang selama masa rakyat Jepang tidak minum susu.

Selain susu, Shinya mendapati bahwa inti kesehatan tubuh manusia terletak pada ENZIM PANGKAL. Semakin banyak enzim pangkal, semakin sehat tubuh seseorang. Enzim pangkal akan tergerus habis jika seseorang tidak menjaga makanan dan gaya hidupnya. Salah satu upaya mempertahankan enzim pangkal adalah dengan minum banyak air putih dan rajin olah raga.

Meskipun Shinya seorang dokter, ia justru tidak merekomendasikan pasiennya untuk mengonsumsi banyak obat, karena menurutnya, “Semua obat, asing untuk tubuh”. Ia justru merekomendasikan makanan alami untuk pasien-pasiennya. Menurutnya, porsi makanan ideal bagi manusia adalah: 85% nabati, dan 15% hewani.

Beberapa pasiennya yang mengidap kanker justru berhasil sembuh dengan diet ketat dan menjaga gaya hidup, dan bukan karena obat.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: