Balada Ibu Hamil dan Supir Angkot

Karena perut yang semakin mancung dan susah membungkuk, setiap naik angkot, Ibu Hamil memilih duduk di kursi depan samping pak supir.

Supir angkot : (nampak bosan dengan kemacetan, lalu mengambil sebatang rokok dan korek api dari dashboard)

Ibu hamil : “Maaf Bang, ngerokoknya bisa nanti aja gak setelah saya turun? Saya turun di Cililitan kok”

Supir angkot : “Oh iya, gak papa, bu. Nah… kalo ngomong gini kan enak. Daripada diem aja, terus tutup idung. Ntar dikira saya gak mandi dua hari”

Ibu hamil : “Hahaha… si Abang bisa ajah”.

Advertisements
Leave a comment

4 Comments

  1. @jati, iya hrs gitu, pnting komunikatif (proaktif) protes dg cara yg baik, klu diam aja bs aja sopirnya lupa or ga tahu bhy asap rkok thd ibu hml or dia nyangka, jati ga kbratan dg asap.

    Reply
  2. ayahara1 said: @jati, iya hrs gitu, pnting komunikatif (proaktif) protes dg cara yg baik, klu diam aja bs aja sopirnya lupa or ga tahu bhy asap rkok thd ibu hml or dia nyangka, jati ga kbratan dg asap.

    klo soal rokok siy, sejak sebelum nikah jg aku selalu menegur para perokok di kendaraan/tempat umum akh^^

    Reply
  3. kadang tergantung orang yang kita tegur juga y teh…

    Reply
  4. umi2aulya said: kadang tergantung orang yang kita tegur juga y teh…

    yup… tapi so far, 99% perokok yang kutegur mereka cukup kooperatif kok, asalkan kita menegurnya dengan sopan 😉

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: