Jadi Guru di Papua, Mau?

“Di Jawa sarjana terbuang. Di Papua sarjana kurang,” ungkap seorang guru asal Merauke, Papua, yang tidak sempat kutanya namanya.

Obrolan bermula dari membunuh kejenuhan macet di sore hari menjelang pergantian tahun. Meskipun awalnya basa-basi, namun obrolan dengan pak guru di angkot 06 cukup mengetuk hatiku.

Pak guru matematika yang ternyata juga kepala sebuah SD swasta di Merauke ini harus merangkap satpam di tempat ia bekerja. Pasalnya, hanya 4 guru yang bertugas di SDnya. Sehingga 1 guru harus mengajar lebih dari 1 kelas.

Kondisi serupa dialami sekolah-sekolah lain di Papua. Bahkan menurutnya, rata2 kualifikasi guru di sana tamatan SMA dan D2. Jarang sekali yang S1.

“Ada juga guru sukwan (sukarelawan. Red) dari Jawa,” ujarnya. Tapi tetap saja jumlahnya masih belum mencukupi kebutuhan tenaga pengajar di sana.

Aku jadi bepikir, kenapa tidak pemerintah membuat program yang intinya mengatasi pengangguran sekaligus pemerataan pembangunan & pendidikan. Kalau ada, aku mau daftar! Jadi guru di Papua, siapa takut?

Leave a comment

3 Comments

  1. kalo ajeng dr dulu dtawarin pns sama bapak,kalo g d maluku y papua.tapi ogah…kasian mamah,hehe…bener mau teh?tar ta’tanyain ma pakde yg d dinas pendidikan papua barat deh…

    Reply
  2. Wah jeng, boleh jg tuh!

    Reply
  3. tar deh cari2info.sodara dari pihak bapak mah banyak yg nyebar di sana…*si dd jd urang irian atuh,qqq…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: