Empenk 4 Newborn Baby… Oh No!

“Mama minta dibeliin empeng buat Amira,” ujar keponakanku yang baru punya adik bayi. What? Buru-buru aku menghampiri kakak iparku yang baru 5 hari lalu melahirkan.

“Aduh… aduh jangan dikasih empeng mbak,” ujarku setengah panik. “Bayinya kan masih belajar nenen, nanti kalo dikasih empeng takutnya malah gak mau nenen. Ntar yang sakit mbak juga, bisa demam ASI (istilahku untuk mastitis). Apalagi mbak ASInya deres banget, terus klo bayinya gak mau nenen, bisa bengkak, terus sakit dan jadi demam. Soalnya saya dulu juga sempat demam ASI dan itu sakit banget. Selain itu, kalo udah gak mau nenen sama mbak, ujung-ujungnya minum susu formula deh. Kan katanya mbak mau kasih ASI.”

“Habis gak tahan nih, sakit banget,” ujar kakak iparku sambil menunjukkan kedua putingnya yang luka.

“Diolesi madu aja mbak, atau kalo gak ada madu, diolesi ASI, terus diangin-angin. Untuk mengurangi rasa sakit, kompres air hangat dan dingin bergantian atau mandi air hangat. Insyaallah sembuh, saya juga dulu gitu mbak,” ujarku.

Tak lama, bayi perempuannya menangis minta nenen. Aku perhatikan kakak iparku menyusui bayinya. Benar dugaanku, pelekatannya salah. Itulah yang menyebabkan putingnya luka.

“Item-itemnya (istilahku untuk areola) harus masuk semua ke mulut bayi mbak, biar gak sakit,” ujarku sambil mengelus mulut bayi yang mungil.

Memang mulut bayi yang baru lahir masih imut-imut dan belum terbiasa mangap selebar-lebarnya. Karena itulah sang ibu harus mengajarinya dengan membantu membuka mulutnya dengan jari kelingking. Dan itulah yang aku lakukan pada Kai sambil mengajaknya bicara, “Aaaaaa…. buka yang lebar mulutnya ya sayang.”. Alhamdulillah Kai mengerti. Dan aku yakin semua bayi adalah pembelajar terbaik. Tinggal bagaimana orang tuanya mengajarinya.

Jangan menyerah ya mbakku… Semoga rencana ASI eksklusifnya lancar. Untung saja empengnya belum sempat dipake…

Advertisements
Leave a comment

4 Comments

  1. waaah…sudah cocok jadi konselor laktasi, nih. Bisa dikontrak, dong :)). Jangan lupa, payudara yg lagi bengkak, nyeri, dan putingnya luka, tetap dikosongkan isinya, ya. Supaya produksi ASI tetap terjaga. Selamat menyusui….

    Reply
  2. wehehehe… kan ilmunya dari bu dokter juga 🙂 boleh jg tuh kalo ada program relawan laktasi :))

    Reply
  3. good ^^ memang kita kudu jadi penyuluh asi dimanapun berada 🙂

    Reply
  4. yup, bener teh

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: