Full-Timed Mom VS Working Mom, Mana Lebih Baik?

WorkingMomWorking mom (WM) iri sama full-timed mom (FTM) karena FTM bisa mendampingi penuh masa golden age anaknya. Sementara FTM iri sama WM karena WM punya pnghasilan sendiri tanpa tergantung suami. Di sisi lain ada FTM yg merasa bersalah krn hrs jd WM krn pnghasilan suami tdk cukup utk kbutuhan shari-hari.

So, mana yg lebih baik, FTM atau WM? Apakah Islam mengajarkan WM lebih baik dari FTM atau sebaliknya?

Mari kita tengok rumah tangga Rasulullah & Khadijah. Adalah rahasia umum bahwa Khadijah seorang WM. Ia juga mpekerjakan asisten/khadimat di rumahnya. Lantas, apakah anak2nya menjadi anak durhaka? Tidak tuh. Fatimah binti Muhammad justru menjadi orang yg djamin Allah masuk surga.

Fatimah sendiri setelah menikah mjd FTM tanpa asisten. Bahkan ia sempat menangis krn kelelahan menggiling gandum sendirian utk makan keluarga sambil mengasuh Hasan & Husein. Melihat ini, Rasulullah mnghiburnya, “Sabar ya Fatimah, Allah akan membalas jerih payahmu sebanyak bulir gandum yang kau giling”.

Itulah luar biasanya Islam. Islam membebaskan para ibu untuk memilih jalan mereka masing-masing–mau bekerja atau di rumah saja–sejauh bertanggung jawab pada amanah utamanya, yaitu mendidik anak dengan baik dan menjadi istri yang berbakti.

Memang tanggung jawab menafkahi keluarga ada pada suami. Namun jika istri membantu suami mencari nafkah, maka pahala sedekah baginya bila dilakukan dengan ikhlas. Tentunya suami yang bertanggung jawab tidak lantas leyeh-leyeh pas pulang kerja laah… Suami juga kudu tahu diri dengan membantu pekerjaan rumah tangga. Rasulullah sendiri dengan ringan hati menjahit sendiri terompahnya tanpa minta bantuan istrinya.

Jadi, buat para WM, FTM, dan juga para ayah/suami, berhentilah merasa bersalah dan melihat rumput tetangga lebih hijau. Kita semua dibebaskan Allah untuk memilih kok, tanpa paksaan. Tentu saja setiap pilihan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Daripada ngiri-ngirian, lebih baik kita simak yuk 6 nasihat Luqman Al Hakim pada anaknya

1. Jangan mempersekutukan Allah (31:13),
2. Berbuat baik kepada ibu dan bapak (31:14),
3. Sadar akan pengawasan Allah (31:16),
4. Dirikanlah sholat, amar ma’ruf nahi munkar, dan sabar dalam menghadapi persoalan (31:17),
5. Jangan sombong dan membanggakan diri (31:18),
6. Bersikaplah sederhana dan bersuara rendah (31:19)

Advertisements
Leave a comment

8 Comments

  1. Yang penting ibu itu juga harus punya ‘me-time’. Jangan semua kehidupannya didedikasikan pada keluarga..percuma kalau dedikasi kalau akhirnya jadi depresi…at least biarkan sesekali anak-anak diasuh suami sementara anda bisa bersantai barang sejenak untuk diri sendiri.

    Reply
  2. bambangpriantono said: Yang penting ibu itu juga harus punya ‘me-time’. Jangan semua kehidupannya didedikasikan pada keluarga..percuma kalau dedikasi kalau akhirnya jadi depresi…at least biarkan sesekali anak-anak diasuh suami sementara anda bisa bersantai barang sejenak untuk diri sendiri.

    “like it” 🙂

    Reply
  3. bambangpriantono said: Yang penting ibu itu juga harus punya ‘me-time’. Jangan semua kehidupannya didedikasikan pada keluarga..percuma kalau dedikasi kalau akhirnya jadi depresi…at least biarkan sesekali anak-anak diasuh suami sementara anda bisa bersantai barang sejenak untuk diri sendiri.

    like it banget!!!, emang rumput tetangga sering keliatan lebih hijau.. lebih baik bersyukur dengan apa yang ada..

    Reply
  4. di akhir zaman tanda kiamat ialah para istri sibuk ikutan bisnis krn gaya hidup cinta dunia (bukan krn kekurangan kebutuhan pokok rmh tangga)

    Reply
  5. ukhtikiki said: lebih baik bersyukur dengan apa yang ada..

    tul 🙂

    Reply
  6. ayahara1 said: sibuk ikutan bisnis krn gaya hidup cinta dunia (bukan krn kekurangan kebutuhan pokok rmh tangga)

    tp yg ane bahas di atas itu ibu2 yg ‘terpaksa’ bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga lhooo 😉

    Reply
  7. hmm..dilema..dilema..tp seenggaknya saya masih berharap dpt kerja yg based of quality,jd waktu lebih fleksibel ditata..tak ingin melulu memburuh dr pagi buta hingga senja…T_T

    Reply
  8. saviadaramita said: tak ingin melulu memburuh dr pagi buta hingga senja…T_T

    idem

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: