Men Are From Mars Women Are From Venus

Sejak sebelum menikah, buku-buku bergenre Mars-Venus sudah kulahap habis. Gak cuma buku karya John Gray, tapi juga dari penulis lain yang sejenis, such as Don’t Sweat Small Stuff-nya Richard Carlson, atau buku-bukunya Allan & Barbara Pease yang judulnya Why Men Can Only Do One Thing at One Time And Women Can’t Stop Talking, dan Why Men Don’t Listen And Women Can’t Read Map. Alhasil, ketika berinteraksi dengan lawan jenis, sedikit banyak jadi paham perbedaan sifat/karakter mereka, sehingga membantu dalam komunikasi interpersonal.

Namun kini setelah menikah, buku-buku tersebut ternyata perlu kubaca lagi. Selain sebagai pengingat dan lebih memahami ‘Bahasa Mars’, tapi juga sebagai ajang menertawakan diri sendiri . Emang beda rasanya membaca buku ketika belum ‘pengalaman’ dan ketika sudah ‘pengalaman’.

Ketika sudah menikah dan berinteraksi 24 jam dengan ‘makhluk Mars’, semakin terasa perbedaan antara ‘makhluk Mars’ dan ‘makhluk Venus’. Malah kadangkala, semakin sering berinteraksi, rasanya kok semakin banyak perbedaan ya? Tidak jarang perbedaan ini memicu pertengkaran . Kalau lagi sama-sama egois, bisa main merengut-merengutan deh… hehehe… kayak anak keciiiil deh .

Nah, di saat seperti inilah aku buka kembali buku-buku tersebut. Dan ketika membaca kata-kata yang nampol, muka yang tadinya manyun bisa tertawa terbahak-bahak. Duuuh… betapa bodohnya kami. Pria dan wanita kan emang dari sononya udah beda. Ditambah lagi, kami dibesarkan oleh keluarga dengan kultur berbeda. Sementara masing-masing bersikeras agar pasangannya berperilaku seperti dia. Ya gak mungkin lah yaw!

Itu sebabnya pria heran mengapa wanita tidak melihat tanda bahwa bensin di mobil sudah habis. Padahal kaus kaki kotor berjarak 50 meter, di pojok yang gelap pula, terlihat olehnya. Wanita pun heran mengapa pria tidak bisa mencari pasangan kaus kaki, tapi koleksi DVD mereka berjejer rapi.

Well, emang bener kata Allah di QS Hujurat: 13:
“…Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal…”

Meskipun pria dan wanita berperangai berbeda, namun perbedaan itu bukan untuk dikritisi, apalagi menimbulkan kontroversi, tetapi untuk dipahami, yang akhirnya muncul saling menghargai.

Teruntuk suamiku tersayang, you are the best and the most handsome creature on Mars …. I love you!

Advertisements
Leave a comment

8 Comments

  1. suipp..menghargai perbedaan

    Reply
  2. nice thread mba, hmmm ttg kaos kaki, pasti ktemulah org baunya 'semerbak' begitu hwahahahah #basedonmyownstory;)

    Reply
  3. bwahahaha… iya 😀
    dulu aku suka marah2 klo suamiku ngilangin pasangan kaos kakinya. sekarang mah nyetok kaos kaki yg 10 rb 3 buat dia hehehe…

    Reply
  4. hahahaha soalnya kta senasib mb ;))#penyakit smua laki mo dr bangsa apapun deh ya ;))
    good idea tuh, beli yg murmer aja dr pd cm buat diilangin or mainan hide and seek ya xixixi…

    Reply
  5. hahaha… itulah makhluk mars :))

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: