Sarjana Wajib Mengajar

“Di Jawa sarjana terbuang. Di Papua sarjana kurang,” ungkap seorang guru asal Merauke, Papua, yang tidak sempat saya tanya namanya.

Obrolan bermula dari membunuh kejenuhan macet di sore hari menjelang pergantian tahun. Meskipun awalnya basa-basi, namun obrolan dengan pak guru di angkot 06 jurusan Kp Melayu-Gandaria, Jakarta, cukup mengetuk hati saya.

Pak guru matematika yang ternyata juga kepala sebuah SD swasta di Merauke ini harus merangkap satpam di tempat ia bekerja. Pasalnya, hanya 4 guru yang bertugas di SD-nya. Sehingga 1 guru harus mengajar lebih dari 1 kelas.

Kondisi serupa dialami sekolah-sekolah lain di Papua. Bahkan menurutnya, rata-rata kualifikasi guru di sana tamatan SMA dan D2. Jarang sekali yang S1.

“Ada juga guru sukwan (sukarelawan. Red) dari Jawa,” ujarnya. Tapi tetap saja jumlahnya masih belum mencukupi kebutuhan tenaga pengajar di sana.

Saya jadi bepikir, kenapa tidak pemerintah membuat program yang intinya mengatasi pengangguran di Pulau Jawa sekaligus pemerataan pembangunan & pendidikan di wilayah Timur Indonesia.

Andai saya menjadi anggota DPD RI, saya akan mencetuskan program ‘Wajib Mengajar‘. Saya akan menggandeng seluruh anggota DPD RI dari seluruh daerah di Indonesia untuk berkolaborasi dengan Kemendikbud dan seluruh pemda. Tujuannya adalah membuat program ‘wajib mengajar di daerah minus guru’ sebagai syarat mengantongi ijazah S1 di semua perguruan tinggi di daerah yang kelebihan sarjana, seperti Pulau Sumatera dan Jawa.

Program ini sendiri mirip seperti Praktek Tidak Tetap (PTT) untuk para calon dokter umum, dimana para calon dokter diwajibkan berpraktek di puskesmas di pelosok tanah air dalam jangka waktu tertentu, sebagai syarat kelulusan. Demikian pula dengan Wajib Mengajar. Para sarjana yang telah lulus secara akademis diwajibkan mengajar di pelosok tanah air dalam jangka waktu tertentu, sebagai syarat mendapatkan ijazah sarjana.

Andai pun saya tidak menjadi anggota DPD RI, saya tetap berharap program seperti ini benar-benar akan terwujud demi Indonesia yang lebih baik… Semoga.

Advertisements
Leave a comment

7 Comments

  1. Andai saya jadi anggota DPD, saya akan mendukung rencana Anda sepenuhny!!

    Reply
  2. walank said: Andai saya jadi anggota DPD, saya akan mendukung rencana Anda sepenuhny!!

    ayo, pilih kami menjadi anggota DPD RI (lho kok?…) :p

    Reply
  3. Jat, kok ga ada gambar lombanya? bukannya harus disertakan?

    Reply
  4. gak cuma wajib belajar ya, tapi wajib mengajar juga.. keren idenya..

    Reply
  5. walank said: Jat, kok ga ada gambar lombanya? bukannya harus disertakan?

    lha kui, uwis muncul

    Reply
  6. trully said: gak cuma wajib belajar ya, tapi wajib mengajar juga.. keren idenya..

    yup… karena ilmu tidak akan bermanfaat kalau tidak diamalkan 😉

    Reply
  7. Alhamdulillah tulisan ini masuk 100 besar lomba blog DPD RI, meskipun gak juara xixixixixi 😀 http://lomba.dpd.go.id/

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: