Bikin Buku Sendiri

Meskipun bukan kutu buku, saya adalah pecinta buku. Sejak kecil saya sudah akrab dengan buku. Bahkan ketika sudah punya penghasilan sendiri, setiap bulan selalu ada anggaran buat beli buku. Koleksi buku di rumah kami pun sudah hampir tak tertampung oleh rak-rak dan lemari buku.

Namun setelah Kai, anak kami, lahir dan mulai menyicil rumah, banyak pos pengeluaran yang dipangkas, termasuk membeli buku. Bukan masalah buat kami, karena ada banyak buku masa kecil saya yang masih bisa dinikmati Kai. Toh proses belajar tidak hanya dari buku. Buku hanya sebagai media belajar.

Ahad kemarin, pulang kondangan di daerah Matraman, kami mampir ke Toko Buku Gramedia. Ratusan koleksi buku dipajang di toko buku besar itu. Meskipun tidak ada ‘play ground’ ataupun ‘kids area’ di toko buku ini, namun jarak antar rak bukunya cukup lega untuk membaca lesehan. Mata saya pun tak berhenti menjelajah dari rak ke rak, sampai-sampai suami saya harus mengawasi Kai yang juga tak berhenti menjelajah ^^.

Kami pun ‘parkir’ di area buku anak-anak. Ada perasaan rindu tak terkira saat membuka halaman per halamannya. Melihat gambar-gambar lucu warna-warni seolah menggugah kesenangan lama yang terpendam, yaitu “MENGGAMBAR”… (T_T) Jiyaaah… jadi kesentil lagi dah sama tulisan ini.

“Pus… pus..” ujar Kai tiba-tiba sambil menunjuk foto kucing dalam sebuah hard book.

Lucu juga nih buku. Isinya foto-foto binatang lengkap dengan ejaannya dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Bentuknya pun enak dipegang untuk anak seusia Kai. Saat kulihat harganya, Rp 20,000. Okelah, gak mahal-mahal amat. Tapi untuk membelinya pikir dua kali. Masalahnya, di rumah sudah ada buku sejenis. Bahkan di HP android kami pun ada aplikasi edukasi “Kid’s Zoo” yang fungsinya serupa, yaitu mengenalkan jenis-jenis binatang untuk anak-anak, malah bisa bersuara lagi.

Di deretan yang sama, ada buku sejenis. Namun yang ini tentang pengenalan warna. Hmmm…. kalau yang ini ada juga di HP Android. Nama aplikasinya “Toddler Colors”. Buku tentang pengenalan angka pun sudah terakomodir di HP Android, antara lain “Animal Number”. So, kupikir sebaiknya pilih buku anak-anak genre lain, kalau memang mau beli buku untuk Kai. Maka melangkahlah kami ke area buku dongeng.

Mata saya tertuju pada sebuah buku berukuran agak besar dengan judul, “Jangan Jorok!”. Isinya kisah seorang anak yang malas cuci tangan, gosok gigi, mandi, dan keramas. Bisa ditebak, klimaksnya sang anak menderita sakit akibat kebiasaan jeleknya itu. Idenya sangat sederhana. Gambarnya pun menarik dan pesannya sampai banget.

“Beli satu yuk,” usul saya pada suami. Namun saat melihat harganya, kami pun jadi ragu untuk membeli. It’s out of budget 😦

Saya pun berkata pada Kai, “Nanti kita bikin buku sendiri saja ya, Kai…” 😥

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

2 Comments

  1. hayuk Kai main k rumah Sayyid… nanti baaca buku bareng2…
    aku lebih suka beliin buku daripada mainan … tapi gk bisa bikin buku sendiri.. adanya bikin cerita sendiri *ngarang.com*

    Reply
    • Kalo Kai mainannya bikin sendiri, Tante… recycle dari bahan-bahan yang udah gak kepake di rumah hehehe… *dasar emak-emak medit* 😀

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: