Aku dan PLN: Listrik untuk Rakyat

Aku dan PLN ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Gimana enggak, sejak lahir ke dunia, dokter yang membantu kelahiranku membutuhkan listrik untuk penerangan ruang bersalin. Bahkan saat mengetik tulisan ini pun aku membutuhkan pasokan listrik untuk men-charge gadget. Dan pasokan listrik itu aku dapat dari PLN.

Aku dan PLN besar bersama. Listrik memang bukan benda asing buatku yang lahir dan besar di Kota Jakarta. Namun bukan tanpa kendala selama aku menjadi pelanggan PLN di kota besar, seperti Jakarta. Hal paling menyebalkan adalah ketika MATI LAMPU alias listrik padam. Bayangkan, saat malam keadaan jadi gelap gulita. Pekerjaan yang membutuhkan listrik pun terganggu, seperti menyetrika, menyuci dengan mesin cuci, atau mengetik menggunakan PC. Benda-benda yang butuh disimpan menggunakan pasokan listrik pun terganggu. Makanya sebagai ibu menyusui aku sempat panik saat kulkas mati lantaran pemadaman bergilir. Untungnya saat itu listrik mati hanya dua jam, sehingga ASI perah yang kusimpan dalam freezer kulkas tidak meleleh πŸ™‚

Thanks God, kejadian tersebut jarang sekali terjadi. Pasokan listrik di rumah kami biasanya terganggu oleh pemadaman bergilir yang hanya beberapa jam saja dan ketika banjir melanda. Maklum, aku tinggal di pemukiman yang rawan banjir karena tak jauh dari Kali Ciliwung.

Aku jadi membayangkan bagaimana dengan daerah terpencil yang belum terjangkau listrik. Keadaan di sana pasti sangat susah. Jangankan untuk memperoleh informasi terkini, untuk kegiatan sehari-hari pun mereka sulit karena tidak ada listrik. Bayangkan, tidak ada TV, akses internet, penerangan seadanya dengan lampu teplok, menyetrika dengan setrika arang yang beratnya nauzubillah, tidak bisa menyimpan makanan lama karena tidak ada kulkas. Apalagi untuk perkembangan industri kecil dan menengah, tanpa pasokan listrik tentu tidak akan berkembang. Terbayang repotnya kehidupan di sana, sementara kita di kota-koa besar malah boros listrik. 😦

Karena itu, ketika kutahu PLN sedang mengupayakan pasokan listrik ke daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau listrik, aku mendukung sekali. Ini berarti PLN berusaha meratakan pembangunan. Bayangkan, sudah 67 tahun Indonesia merdeka, masak masih ada daerah yang belum terjamah listrik.

Namun ternyata upaya pemerataan listrik ini dibebankan kepada pelanggan PLN sendiri dengan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15% tahun 2013. Memang tidak semua pelanggan PLN mengalami kenaikan TDL, yaitu mereka yang memiliki meteran listrik 450 dan 900 watt. Golongan ini dianggap belum mampu, karena itu masih mendapat subsidi dari pemerintah. Sementara pelanggan dengan meteran 1300 watt ke atas akan dicabut subsidinya yang berarti akan mengalami kenaikan TDL tahun depan.

Kenaikan TDL memang selalu menimbulkan pro kontra. Bagi pelanggan rumah tangga 1300 watt ke atas dan pelanggan industri, kenaikan ini ibarat pil pahit. Tidak sedikit pelaku industri yang menjerit, karena berdampak besar untuk biaya produksi mereka yang bisa berimbas ke harga jual produk. Namun sebagai pelanggan 900 watt aku sih setuju-setuju saja dengan rencana kenaikan TDL, karena aku tidak kena kenaikan TDL hehehe… πŸ˜€

Karena itu, terlepas dari pro kontra kenaikan TDL, harapanku untuk PLN adalah agar BUMN ini selalu berpihak pada rakyat Indonesia. Jika manfaat yang akan dirasakan rakyat Indonesia jauh lebih besar daripada kenaikan TDL itu sendiri, saya sangat mendukung. Apalagi rencananya pengalihan subsidi listrik ini akan dimanfaatkan untuk pemerataan listrik ke daerah-daerah terpencil dan pengembangan energi alternatif.

Terbayang olehku senyum bahagia anak-anak dan semua orang di pelosok-pelosok negeri karena desanya tak lagi gelap. Terbayang olehku penghematan anggaran listrik yang jauh lebih besar jika pemanfaatan energi alternatif sudah berjalan lebih baik, seperti apa yang telah dilakukan PLN di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Dengan memanfaatkan energi air, PLN Mamuju hemat Rp 200 milyar per tahun.

So, maju terus PLN! Selamat Hari Listrik Nasional 27 Oktober 2012 πŸ˜‰

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

7 Comments

  1. walankergea

     /  October 17, 2012

    pertamax ahh…:p

    Reply
    • makasih udah ‘like’ πŸ˜‰ Ayo rud, ikutan juga! Salam,

      Jatining Siti

      ________________________________

      Reply
  2. walankergea

     /  October 18, 2012

    siiip….sama gerakan indonesia berkibar mbakje…hadiahnya macbook apple :p

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: