Belum 2 Tahun Kok Bisa Ya?

“Belum 2 tahun kok bisa ya?” tanya sebagian orang tentang anakku, persis seperti sebuah iklan susu formula di TV yang menampilkan seorang batita menjawab salam para tamu lalu mencium tangan. Bedanya, anakku tidak kenal sufor melainkan ASI πŸ™‚

Decak kagum tak jarang dilontarkan para tetangga dan kerabat ketika Kai (22 bulan) menyanyi “tik tik tik bunyi hujan” kala hujan turun… Atau ketika Kai sudah hafal kalimat azan, beberapa huruf hijaiyah, ayat Quran dan doa-doa… Atau ketika Kai sudah bisa menghitung dalam Bahasa Indonesia maupun Inggris, meskipun ada beberapa yang tidak urut hehe… Atau ketika Kai sudah mengenal warna baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, meski kadang tertukar πŸ™‚

image

Kai (22 bln)

Well… Aku hanya bisa berucap hamdallah, sebab aku sendiri tidak punya kiat khusus.

Namun ketika Kamis lalu mendengar ceramah Ustadzah Halimah Alaydrus tentang pendidikan anak menurut Islam, spertinya aku mengerti mengapa Allah mengaruniakan kemampuan-kemampuan itu pada anakku.

Isi ceramah beliau memang bukan lagi barang baru buatku. Sejak sebelum menikah, tema pendidikan anak menurut Islam sudah sering kubaca dan dengar. Namun ketika mendengar tema tentang ini lagi setelah merasakan punya anak ada rasa yang berbeda. Apalagi yang menyampaikannya adalah salah satu ustadzah favoritku πŸ™‚

Berikut ringkasan isi ceramah beliau tentang pendidikan anak menurut Islam:

  1. Dimulai dari pernikahan yang baik. Anak terlahir dari hubungan yang halal, bukan hasil perzinahan. Sebab murka Allah terhadap orang yang berzina sama seperti murka Allah terhadap separuh penghuni neraka.
  2. Membaca doa saat melakukan hubungan suami istri, sehingga setan tidak ikut memasukkan ‘benihnya’ ke rahim calon ibu.
  3. Saat hamil, pendidikan kepada anak juga telah dimulai. Selain menjaga gizi, para ibu hamil juga sering memperdengarkan ayat-ayat Quran dan perkataan yang baik pada janinnya. Tidak hanya sang ibu, ayah pun sebaiknya memperdengarkan bacaan Quran dekat perut calon ibu. Hal ini dilakukan Rasulullah setiap hari saat salah satu putra beliau, Ibrahim, berada dalam kandungan. Baik juga membacakan sejarah Nabi dan para Sahabat ketika hamil. Karena menurut penelitian modern, janin dalam kandungan usia 4 bulan ke atas sudah bisa mendengar. Bahkan menurut penelitian ini pula, bayi-bayi yang sudah ‘sekolah’ sejak dalam kandungan, kelak menjadi lebih familiar dengan materi ‘sekolahnya’ ketika ia lahir.
  4. Saat lahir dibacakan azan di telinga kanan dan iqomat di telinga kiri. Meskipun ada yang menilai hadits tentang ini dhoif, namun tidak ada salahnya melakukan hal ini, sebab kata-kata pertama yang didengar anak adalah kata-kata tauhid.
  5. Setelah diazankan, dibacakan doa yang dibaca Imran saat Maryam lahir agar sang anak dijauhkan dari godaan setan.
  6. Setelah itu, bacakan juga surat Al Qadr agar anak kita terhindar dari zina seumur hidupnya dan Al Ikhlas untuk memperteguh akidahnya.
  7. Berikan anak kita nama yang baik,Β yaitu yang artinya baik atau diambil dari nama orang terdahulu yang baik akhlaknya. Misalnya Fatimah, agar akhlak dan akidahnya seperti Fatimah binti Muhammad.
  8. Aqiqah, yaitu menyembelih seekor kambing untuk anak perempuan dan menyembelih 2 ekor kambing untuk anak laki-laki. Tidak ada batasan waktunya, meskipun banyak pendapat soal ini dari para ulama. Hal ini sangat penting, karena anak yang belum diaqiqah maka ia masih tergadai. Bahkan doanya untuk ibu bapaknya tidak akan sampai jika belum diaqiqah. Karena itu, meski sudah besar tapi belum diaqiqah, aqiqahkan dirimu sendiri, sebab Nabi pun pernah mengaqiqahkan dirinya sendiri.
  9. Berikan pendidikan yang baik, yaitu yang mendekatkannya pada Allah & Rasul-Nya. Tidak hanya mengenalkannya, tapi mencintainya.
  10. Sampaikan keimanan dengan kasih sayang…. Bukan dengan kekerasan.

Dalam ceramahnya, sang ustadzah mengisahkan pula kesaksian salah seorang jamaahnya yang memiliki 3 anak. Ia mengaku merasakan perbedaan mencolok antara 2 anak pertamanya yang lahir sebelum ia mengenal majelis ta’lim dengan anak ke-3nya yang saat hamil hingga lahir dekat dengan majelis ta’lim.

Menurutnya, anak-anaknya yang lahir sebelum ia memahami betul (apalagi mempraktekkan) ilmu Islam cenderung sulit diatur dan dididik. Sementara anak yang dikandung dan lahir saat ia lebih paham Islam dan mempraktekkan 9 hal di atas, tumbuh menjadi anak yang baik, taat, dan menyenangkan.

Subhanallah…

Advertisements

Relawan Gaza vs Relawan Banjir

Komisi I DPR RI bertemu parlemen Mesir

Hari ini rombongan sukarelawan untuk Gaza dari Indonesia bersama Komisi I DPR RI telah tiba di Kairo, Mesir. Sedikit lagi mereka merapat ke Gaza melalui pintu perbatasan Raffah yang terletak antara Jalur Gaza dan Mesir. Insyaallah sebentar lagi donasi rakyat Indonesia untuk saudara-saudara di Palestina akan sampai di tangan yang tepat.

Betapa heroik para sukarelawan itu. Mereka berani menantang bahaya demi menyampaikan bantuan kemanusiaan. Padahal rudal Israel bisa saja salah arah, atau bahkan sengaja menggempur para sukarelawan itu, seperti yang terjadi pada tragedi Mavi Marmara. Sungguh luar biasa semangat juang dan keberanian para sukarelawan itu. Salut buat mereka!

Meskipun suamiku dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) tidak ikut dalam rombongan kali ini, aku selalu mewanti-wanti;

“Palestina tidak membutuhkanmu (pinjam kata-katanya Santi Soekanto).

Palestina tetap akan merdeka jika Allah berkehendak meski engkau tidak ke sana.

Palestina merdeka!

Janganlah engkau pergi karena ingin memajang foto dan status di facebook.

Ingatlah sabda Nabi, “Barangsiapa yang keluar rumah untuk menyombongkan diri dia berada di jalan setan.”

Ingat pula kisah seorang laki-laki di masa Nabi yang gugur di medan jihad namun ternyata ia masuk neraka, lantaran niat jihad karena gengsi.

Bila semua itu ada dalam hatimu, janganlah engkau pergi.

Lebih baik menjadi sukarelawan banjir meskipun tidak ‘keren’ untuk status dan profile pic di fb

Namun akan lebih mulia di mata Allah, karena kau pergi dengan rendah hati.”.

Banjir Jakarta (foto: merdeka.com)

Bulan Sabit Merah Indonesia Kirim Relawan ke Gaza

Duh, udah lama gak ngeblog neh… Padahal pengen banget nulis, tapi apa daya waktu dan akses terbatas 😦

ImageJadi kali ini agak copas aja deh yah berita penting ini… Semoga bermanfaat πŸ˜‰

Memasuki hari kedelapan sejak serangan Israel ke Palestina pada Rabu (14/11) pekan lalu, korban terus berjatuhan. Tercatat lebih dari 100 warga Gaza meninggal dunia dan 1.000 korban luka akibat serang Israel tersebut. Bantuan bergulir, kepedulian menyebar. Peristiwa ini merupakan tragedi kemanusiaan yang bersifat universal. Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang bergerak aktif dalam Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina, siap membantu dengan mengirimkan dua relawan ke Gaza pada Selasa (27/11).

Relawan BSMI yang akan diberangkatkan tersebut diwakilkan langsung oleh Ketua Umum BSMI, Muhammad Djazuli Ambari S.KM,MSi, dan relawan Lucky Pransiska. Kedua relawan ini merupakan tim aju (tim awal) yang akan membantu rakyat Palestina dengan memberikan bantuan alat-alat kesehatan berupa alat orthopedi senilai USD 60.000 dan melakukan penjemputan terhadap 12 penerima beasiswa BSMI yang akan melanjutkan pendidikan kedokteran di Indonesia.

Adapun tim kedua akan diberangkatkan setelah tim aju kembali ke Indonesia. Tim kedua terdiri atas dokter-dokter spesialis yang akan mendukung kegiatan operasi di Shifa Hospital Gaza, memberikan bantuan alat orthopedi, alat anestesi dan alat-alat operasi lainnya, bantuan obat-obatan, pelatihan perawatan luka korban perang metode stem cell (teknologi kultur jaringan plus alatnya), serta penjemputan 12 warga Gaza penerima program beasiswa BSMI kerja sama dengan Kemendikbud RI.

Bantuan kebutuhan medis merupakan pemenuhan pelayanan dan perawatan korban serangan Israel yang tiada hentinya sejak serangan pekan lalu. Sedangkan penjemputan 12 warga Gaza penerima beasiswa BSMI merupakan program khusus BSMI dalam rangka capacity building SDM Palestina. Keduanya merupakan alternatif bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

Untuk teman-teman yang ingin memberikan donasi, bisa transfer ke rekening di bawah ini:

Bank Syariah Mandiri NO.REK. 116 0033 568

BNI SYARIAH NO.REK.Β  260 260 007

*semua rekening atas nama BULAN SABIT MERAH INDONESIA

Pertemanan Hebat di MP

Detik-detik jelang 1 Desember membuat para penghuni multiply.com (mp) bergegas beres-beres pindahan ke blog lain. Yang sudah ajeg pindah pun, mempercepat langkah membereskan ‘barang-barang’ yang masih tercecer. Kebanyakan sih mindahin foto-foto yang masih tertinggal. Meskipun sempat panik lantaran digusur mp, tapi berkat pertemanan yang hebat di mp, saya jadi tenang.

Gimana enggak… Tanpa diminta, ternyata beberapa mpers segera membuat transfer tools sebelum pihak mp membuatnya. Dan tanpa diminta, mereka merelakan dengan ikhlas transfer tools-nya dipakai warga mp. Sudah pasti mereka tanpa pamrih meminjamkan kapasitas server yang mereka punya. Subhanallah. Salah satunya Mas Febi, yang dari awal saya manfaatkan transfer tools-nya untuk pindahan. Berkat beliau, saya tak perlu repot pindahan secara manual, seperti yang dilakukan oleh dr Prita. Hehehe… maaf dok, saya jadikan contoh kasus :p

Yang lebih seru lagi, ketika para mpers yang kena gusur ini ngumpul di grup teman mp di facebook. Ternyata buanyaaaak!!! Malah jadi punya kenalan baru dan kenalan ulang deh hehehehe… Dan karena merasa sesama senasib sepenanggungan, kami pun merasa bebas berkomen dan nytetatus πŸ˜€

Dan berdasarkan obrolan di ‘teman mp’, ada wacana untuk membuat sendiri social web sejenis mp untuk menjaga silaturahmi ini. Sampai tiba-tiba hari ini saya dikejutkan oleh akun ini. Subhanallah… jadi terharu biru sayah (halah lebay deh :p) Ternyata banyak sekali teman-teman mp yang kreatif, baik hati, tidak sombong, berhati mulia, dan setia kawan. Padahal (perasaan) saya gak dikenal deh sama mereka-mereka yang berhati mulia itu. Tapi ternyata mereka mengingat sayah (GR mode ON) T_T

Anyway, pertemanan di mp Indonesia menurut saya adalah pertemanan yang hebat. Meskipun lapak tempat kami nongkrong mau digusur sebentar lagi, namun pertemanan ini tetap terjalin terus… semoga!

Mimpi Langit Biru

Pagi ini Jakarta gerimis

Langitnya pucat kelabu,

mendung bercampur kabut dan asap

Hawa sumuk,Β meski diguyur air

Inilah wajah kotaku

yang sudah sumpek oleh polusi

Langit biru mustahil terlihat dari sini

Wahai langit biru

aku mencarimu

untuk kebahagiaan anak cucuku

Wahai langit biru

aku ingin menggapaimu…

Jakarta, 3 November 2012

Haji Backpacker 2

Haji Backpacker 2Haji Backpacker 2 by Aguk Irawan Mn
My rating: 2 of 5 stars

Gak jauh beda sama buku ke-1 nya, baik dari segi isi maupun gaya bahasanya. Hanya saja, buku ke-2 ini ada tambahan panduan manasik hajinya.

Lumayan lah buat seru-seruan buat yang mau haji dg cara tak ‘biasa’. Tentu saja harus siap dengan segala konsekuensinya, mulai dari birokrasi antarnegara, kendala bahasa, plus ngemper hehehe…

Yang jelas, kalau mau haji ala backpacker ini, mustahil dapat visa ke Saudi melalui Kedubes Saudi di Indonesia. Jadi, kalau mau harus ngurus visa di luar negeri. Itu pun kemungkinannya 50-50.

Anyway, pengalaman penulis buku ini di tanah suci lumayan lah buat seru-seruan πŸ™‚

View all my reviews