Relawan Gaza vs Relawan Banjir

Komisi I DPR RI bertemu parlemen Mesir

Hari ini rombongan sukarelawan untuk Gaza dari Indonesia bersama Komisi I DPR RI telah tiba di Kairo, Mesir. Sedikit lagi mereka merapat ke Gaza melalui pintu perbatasan Raffah yang terletak antara Jalur Gaza dan Mesir. Insyaallah sebentar lagi donasi rakyat Indonesia untuk saudara-saudara di Palestina akan sampai di tangan yang tepat.

Betapa heroik para sukarelawan itu. Mereka berani menantang bahaya demi menyampaikan bantuan kemanusiaan. Padahal rudal Israel bisa saja salah arah, atau bahkan sengaja menggempur para sukarelawan itu, seperti yang terjadi pada tragedi Mavi Marmara. Sungguh luar biasa semangat juang dan keberanian para sukarelawan itu. Salut buat mereka!

Meskipun suamiku dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) tidak ikut dalam rombongan kali ini, aku selalu mewanti-wanti;

“Palestina tidak membutuhkanmu (pinjam kata-katanya Santi Soekanto).

Palestina tetap akan merdeka jika Allah berkehendak meski engkau tidak ke sana.

Palestina merdeka!

Janganlah engkau pergi karena ingin memajang foto dan status di facebook.

Ingatlah sabda Nabi, “Barangsiapa yang keluar rumah untuk menyombongkan diri dia berada di jalan setan.”

Ingat pula kisah seorang laki-laki di masa Nabi yang gugur di medan jihad namun ternyata ia masuk neraka, lantaran niat jihad karena gengsi.

Bila semua itu ada dalam hatimu, janganlah engkau pergi.

Lebih baik menjadi sukarelawan banjir meskipun tidak ‘keren’ untuk status dan profile pic di fb

Namun akan lebih mulia di mata Allah, karena kau pergi dengan rendah hati.”.

Banjir Jakarta (foto: merdeka.com)

Advertisements
Leave a comment

4 Comments

  1. Inget Gaza, jadi inget Alm ustadzah Yoyoh Yusro

    Reply
    • Huaaa…. iya, Alm. Ustadzah Yoyoh Yusroh istiqomah membela Palestina…. semoga beliau tenang di sisi-NYa T_T†Salam,

      Jatining Siti

      ________________________________

      Reply
  2. Membaca postingan Mbakje jadi teringat sama tulisan pendek tentang keikhlasan di Majalah Aulia (dulu Alia) beberapa tahun silam. Harus meluruskan niat, jangan sekadar agar disanjung dan dipuji. Nauzubillah–semoga kita tidak sombong dan tinggi hati karena (mengharap) sanjungan orang lain. Postingan pendek tapi sangat inspiratif! Thx Mbakje

    Reply
    • sama-sama rud… semoga postingan ini bermanfaat untuk semua, dan semoga Allah senantiasa menjaga kita dari rasa sombong. Karena kesombonganlah Iblis diusir dari surga…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: