Vector Free Download

Vector Free Download

Lumayan buat iseng-iseng ngedisain kamar 🙂

Advertisements

Tukang Bubur Itu Telah Tiada

Banjir merendam kampung kami, Cililitan Kecil, Jakarta Timur, sejak Selasa (15/01) malam. Listrik padam dan air bersih tidak mengalir.

Banjir besar yang sempat mengepung Jakarta selama sepekan kemarin menyisakan sebuah cerita pilu di kampung kami…

“Ada yang meninggal dipatok ular!” seru seorang relawan evakuasi dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

“Ular air?” tanya seorang relawan yang tengah berjaga di posko banjir BSMI.

“Iya, ular air,” sahut sang relawan evakuasi.

Terhenyak aku mendengarnya, meskipun kisah banjir sudah bukan barang baru di kampung kami yang rutin kena banjir ‘kiriman’ dari Kali Ciliwung yang berhulu di Bogor.

Namun tak terpikir olehku bahwa korban tewas tersebut adalah orang yang begitu kukenal. Ya, ternyata korban banjir yang malang itu adalah tukang bubur sumsum yang saban sore ngetem di depan rumahku. Dialah yang setiap jam tiga sore memecah keheningan dengan denting mangkuk dan sendoknya, tanda bubur nikmatnya telah hadir diantara kami.

Bapak paruh baya itu telah tiada. Bubur sumsum nikmat murah meriah itu tak lagi mampir depan rumahku. Jenazahnya yang membiru akibat racun ular berbisa itu langsung dibawa ke keluarganya di kampungnya di Jawa Barat. Barang-barang di rumah kosnya yang terendam banjir tak sempat ia selamatkan.

Terbanyang olehku isak tangis anak istrinya di kampung saat menemui jenazah sang kepala keluarga. Innalillahi wa innailaihi roji’uun… Semoga Allah memberi kesabaran untuk keluarga yang ditinggalkan dan menerima almarhum di sisi-Nya. Amiin…

Banjiiiirrrrr!!!

Banjiiiirrrrr!!!

Kampungku, Cililitan Kecil-Jakarta Timur, banjir, mati lampu, mati air sejak semalam (15/01) sekitar pukul 19:00 WIB. Semoga banjir segera berlalu *sigh*

Ketika Nabi Muhammad Dugem

ImageTahukah Anda, ternyata Nabi kita Muhammad saw pernah berniat ‘dugem’? Jujur saya baru tahu lantaran baca buku Mencintai Rasulullah: 365 Hari Bersama Nabi Muhammad saw.

Ketika itu, Muhammad masih berusia 11 tahun. Ia belum diutus Allah SWT sebagai nabi. Sebagai remaja muda, Muhammad ingin sekali menonton acara musik dan tari-tarian di Mekkah. Padahal saat itu Muhammad harus menjaga dan menggembalakan kambing-kambing milik pamannya, Abu Thalib. Karena keinginannya yang membuncah, maka Muhammad menitipkan gembalaannya kepada seorang temannya.

Sesampainya di tempat pertunjukan, tiba-tiba Muhammad merasakan kantuk yang begitu hebat hingga akhirnya tertidur. Ketika terbangun, hari sudah pagi. Orang-orang yang riuh pada saat pertunjukan berlangsung pun sudah bubar.

“Bagaimana pertunjukan semalam?” tanya temannya kepada Muhammad.

“Aku tidak tahu. Aku tertidur,” jawab Muhammad.

Temannya heran. Bagaimana bisa di acara yang begitu ramai Muhammad tertidur. Ternyata darah muda yang menggelora membuat Muhammad masih penasaran. Maka Muhammad pun kembali menonton pertunjukan tersebut. Ia kembali menitipkan kambing-kambingnya pada sang teman.

Dengan penuh minat, Muhammad menginjakkan tempat pertunjukan yang sudah ramai. Namun tak ada angin tak ada badai, tiba-tiba Muhammad kembali mengantuk yang tak tertahankan. Akhirnya Muhammad kembali tertidur hingga pagi setelah pertunjukan usai.

“Tolong ceritakan padaku, bagaimana pertunjukkan semalam, ya Muhammad,” ujar sang teman.

“Aku tidak bisa menceritakannya, karena aku tertidur,” jawab Muhammad.

Setelah dua kali tertidur sehingga tidak dapat menyaksikan pertunjukan tersebut, Muhammad pun berpikir dan menyimpulkan bahwa Allah SWT tidak suka dirinya ‘dugem’.

Nah, belajar dari kisah ini… kita pun bisa menyimpulkan bahwa Allah SWT tidak menyukai hamba-hamba-Nya yang dugem. Wallahua’lam bishawab.

Menulis Dengan Cinta

LoveSeorang teman pernah berpesan, “Jangan sekali-kali kamu menulis karena alasan perut, karena tulisanmu akan jadi (maaf) taik!”.

Sementara, tidak sedikit orang yang menulis–buku, artikel opini, blog–dengan alasan semata-mata untuk cari duit. Tidak sedikit juga pelatihan dan buku dengan tema “Bagaimana menulis buku best-seller”. Tentu saja semuanya bermuara pada satu niat, perut!

Padahal kalau kita cermati, hampir semua buku best-seller pada awal penulisannya sama sekali tidak diniatkan untuk mencari duit. Bahkan tidak terbersit sedikitpun bahwa buku yang ditulis itu kelak menjadi buku fenomenal.

Sebut saja buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Buku tersebut ditulis hanya dalam waktu dua minggu, karena sang penulis ingin mempersembahkan buku itu kepada guru tercintanya, Bu Muslimah, yang saat itu sedang sakit. Andrea menulis buku itu dengan sepenuh hati dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya agar cukup waktunya untuk mempersembahkan tulisan tentang gurunya dan masa kecil Andrea bersama teman-temannya di SD Muhammadiyah Gantong, Belitung Timur. Hasilnya? Tanpa pernah disangka buku itu menjadi buku best-seller!

Buku Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Sirazy pun demikian. Kang Abik, demikian sang penulis akrab disapa, menulis buku itu awalnya hanya ingin melepas rindu kepada kehidupannya di Kairo semasa kuliah dulu. Novel yang awalnya dipublikasikan menjadi cerbung di Harian Republika ini, ternyata di kemudian hari menjadi buku best-seller.

Bahkan baru-baru ini, Buku Habibie Ainun mencapai rekor best-seller. Hanya dalam 3 bulan terjual 50 ribu buku! Sebuah pencapaian yang luar biasa. Buku yang ditulis sendiri oleh mantan presiden ke-3 RI, BJ Habibie setelah istri terkasihnya wafat, hanya memakan waktu 2,5 bulan. Awalnya buku ini ditulis sebagai terapi atas diri beliau untuk mengatasi rasa sedihnya yang teramat dalam atas wafatnya istri terkasih. Namun siapa sangka, ternyata malah jadi sebuah novel dokumenter yang luar biasa hasilnya.

Hebatnya lagi, setelah buku Habibie Ainun diangkat ke layar lebar, filmnya pun menembus rekor film terlaris mengalahkan Ayat-ayat Cinta. Bayangkan, hanya dalam 2 pekan, Film Habibie & Ainun ditonton 2,1 juta orang!

Subhanallah… Kekuatan cinta memang dahsyat! So, moral of the story… Lakukan semua dengan cinta–termasuk menulis–tanpa pernah memikirkan apapun hasilnya. Karena memang hasil akhir setiap pekerjaan adalah hak prerogatif Allah SWT untuk menilai. Wallahua’lam bishawab.

365 Hari Bersama Nabi Muhammad SAW

Mencintai Rasulullah. 365 Hari Bersama Nabi Muhammad saw.Mencintai Rasulullah. 365 Hari Bersama Nabi Muhammad saw. by Nurdan Damla
My rating: 5 of 5 stars

Sudah sejak 3 tahun lalu saya pingin sekali memiliki buku ini. Dari sejak harganya masih di bawah seratus ribu, sampai harga Rp 170 ribuan, alhandulillah buku ini kebeli juga akhirnya.

Gak menyesal deh punya buku ini sebagai bahan bacaan maupun koleksi buku di rumah!

Meskipun buku ini diperuntukkan untuk anak-anak, namun isinya amat bermanfaat untuk orang dewasa. Lewat bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, kita jadi belajar sirah nabawiyah (sejarah nabi) tanpa harus mengeryitkan dahi. Sambil mendongeng bersama anak-anak, kita juga ikut belajar tentang sejarah Islam, perjuangan Nabi Muhammad, serta sunnah-sunnah (kebiasaan dan perilaku) Nabi Muhammad SAW. Membaca buku ini membuat saya pembacanya persis seperti judul bukunya: “Mencintai Rasulullah”.

Buku ini berisi 365 kisah tentang Nabi Muhammad SAW, mulai dari kelahirannya, kondisi Mekkah pada saat itu, kisah-kisah para sahabat, perilaku dan akhlak mulia Nabi, hingga berpulangnya Nabi Muhammad SAW ke sisi Allah SWT. Buku ini juga dilengkapi dengan gambar-gambar yang menarik. Sangat cocok untuk memperkenalkan sosok teladan kita kepada anak-anak.

View all my reviews

Oleh-oleh Liburan

Libur jelang akhir tahun 2012 kemarin Kai main ke rumah Eyang-eyang (tante-tante saya. Red) di Beji, Depok, Jawa Barat. Kai senang sekali, karena bisa jalan-jalan dalam arti yang sebenarnya, yaitu berjalan-jalan di atas lapangan rumput yang luaaas sekali. Maklum, di rumah Kai di tengah kota tidak ada tanah lapang. Ini dia oleh-olehnya 🙂

2012 in review by WP

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The new Boeing 787 Dreamliner can carry about 250 passengers. This blog was viewed about 1,800 times in 2012. If it were a Dreamliner, it would take about 7 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.

Kwereeen… WP ternyata bikin laporan tahunan untuk setiap penggunanya!! *ndeso mode ON* Sepertinya makin ditinggalkanlah lapak lama kami di MP :p

Anyway, terima kasih banyak untuk top 5 komentator di blog saya. Terima kasih banyak sudah baca dan memberikan komentar atas tulisan saya di blog ini. Arigatou!!!