Tukang Bubur Itu Telah Tiada

Banjir merendam kampung kami, Cililitan Kecil, Jakarta Timur, sejak Selasa (15/01) malam. Listrik padam dan air bersih tidak mengalir.

Banjir besar yang sempat mengepung Jakarta selama sepekan kemarin menyisakan sebuah cerita pilu di kampung kami…

“Ada yang meninggal dipatok ular!” seru seorang relawan evakuasi dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

“Ular air?” tanya seorang relawan yang tengah berjaga di posko banjir BSMI.

“Iya, ular air,” sahut sang relawan evakuasi.

Terhenyak aku mendengarnya, meskipun kisah banjir sudah bukan barang baru di kampung kami yang rutin kena banjir ‘kiriman’ dari Kali Ciliwung yang berhulu di Bogor.

Namun tak terpikir olehku bahwa korban tewas tersebut adalah orang yang begitu kukenal. Ya, ternyata korban banjir yang malang itu adalah tukang bubur sumsum yang saban sore ngetem di depan rumahku. Dialah yang setiap jam tiga sore memecah keheningan dengan denting mangkuk dan sendoknya, tanda bubur nikmatnya telah hadir diantara kami.

Bapak paruh baya itu telah tiada. Bubur sumsum nikmat murah meriah itu tak lagi mampir depan rumahku. Jenazahnya yang membiru akibat racun ular berbisa itu langsung dibawa ke keluarganya di kampungnya di Jawa Barat. Barang-barang di rumah kosnya yang terendam banjir tak sempat ia selamatkan.

Terbanyang olehku isak tangis anak istrinya di kampung saat menemui jenazah sang kepala keluarga. Innalillahi wa innailaihi roji’uun… Semoga Allah memberi kesabaran untuk keluarga yang ditinggalkan dan menerima almarhum di sisi-Nya. Amiin…

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

10 Comments

  1. Innalillahi wa innailaihi roji’uun… turut berduka cita.. 😦

    Reply
  2. Wah kejadian serupa dekat rumah Tukang mie ayam yang terbilang senior di tempat tinggal saya. Almarhum kepleset saat banjir terjerembab dan ……………

    Reply
  3. Jadi mesti waspada kalo ada banjir lagi…
    (Semoga enggak banjir lagi).

    Reply
  4. innalillahi wa innailaihiroji’un…..

    sedih bacanya.

    Reply
  5. thetrueideas

     /  January 25, 2013

    innalillahi wa inna ilaihi raji’un

    btw ular air berbisa juga ya mbak?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: