Menyapih Kai (Day 1)

Image

Kai bobo’an

18 Januari kemarin Kai tepat 2 tahun. 2 tahun sudah saya memberikan ASI. Kini saatnya menyapih, sesuai perintah Allah dalam Al Quran surah Al Baqarah 233. Meskipun ada sedikit keengganan dalam hati ini, namun ‘perpisahan’ ini harus terjadi (taelah) demi kemaslahatan bersama (halagh).

Awalnya saya memilih metode ‘membiarkan’ Kai sampai ia berhenti dengan sendirinya. Meskipun metode ini agaknya susah diterapkan ke Kai yang galak banget kalau minta “nekke” (istilah Kai untuk menyusu. Red). Ditambah lagi, Kai tidak kenal dot dan botol susu. Sehingga tidak akan ada kompensasi dari kebiasaan menghisap alias ‘mentil’-nya.

Yang pasti, menjelang Kai 2 tahun, saya mengumpulkan berbagai referensi metode dan testimoni penyapihan. Mulai dari ‘membiarkan’, dikasih pengertian, diolesi jamu, sampai dijampi-jampi.

Nah, Hari Senin kemarin officially saya terpaksa memulai penyapihan, gara-gara puting yang sakit, mungkin karena tergigit oleh Kai. Untuk keputusan dadakan ini mustahil menggunakan metode ‘membiarkan’. Maka saya memilih memberi pengertian dan diolesi jamu.

“Kai sudah besar sekarang, sudah dua tahun, jadi gak nekke lagi yah,” ujar saya. Entah Kai paham atau tidak karena tidak menunjukkan reaksi apapun. “Nekke Ibu nanti habis lho, gak keluar susu lagi.,” lanjut saya.

Nekke aja, Ibu,” rengek Kai minta menyusu.

Nekke nya udah gak enak,” ujar saya lagi.

“Udah gak enak…” tiru Kai. “Nekke aja, Ibu,” rengek Kai lagi sambil menggeledah daster saya mencari nekke.

Saya hanya membiarkan Kai mencari nekke yang diam-diam sudah saya olesi rendaman bawang putih dan minyak zaitun. Begitu mulut mungilnya hendak menyusu, tiba-tiba terhenti karena mencium aroma bawang putih dan minyak zaitun.

“Nasi goreng…,” ujar Kai.

(BERSAMBUNG…)

Advertisements
Leave a comment

8 Comments

  1. hehehe .nasi goreng πŸ˜€

    Menyapih itu memang perlu kekuatan jiwa dan raga πŸ™‚

    Reply
  2. haha..rasa nasi goreng :))
    kalau adik saya dulu pakai minyak kayu putih, mba

    Reply
  1. Menyapih Kai (Day 2) « Rumah Mbakje
  2. M lagi « Rumah Mbakje
  3. Menyapih Kai (lagi) | Rumah Mbakje
  4. [Menyapih Kai] Happy Ending | Rumah Mbakje

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: