[Menyapih Kai] Yupi Worm

Tidak sedikit yang membelalakkan maupun memicingkan mata ketika tahu Kai masih menyusu di usia 2 tahun 5 bulan. Ada yang takjub, namun ada pula yang nyinyir. “Kan di Al Quran disuruhnya cuma sampai 2 tahun,” ujar salah seorang teman.

Ya saya tahu, tapi nyatanya menyapih Kai tepat di usia 2 tahun tidak semulus paha Cherybelle (loh?)… maksudnya tidak semudah membalikkan telapak tangan 🙂

Saya ingat betul menjelang ulang tahun ke-2 Kai. Saat itu Kai sedang diare dan flu. Amat tidak tega saya dan keluarga menyapih Kai yang sedang sakit. Itu sebabnya saya menundanya sebulan. Nah, kejadian sebulan kemudian itulah persis seperti apa yang saya ceritakan di sini dan sini.

Setelah tangan saya benar-benar pulih dan kondisi kesehatan Kai yang sedang prima, bismillah saya mencoba kembali menyapih Kai. Tentu saja semua saya awali dengan doa dan mohon pertolongan-Nya.

Di usia 2 tahun 4 bulan, saya mencoba tips dari seorang teman yang berhasil menyapih anaknya menggunakan permen Yupi berbentuk cacing. Menurutnya, permen kenyal ini menempel dengan sendirinya di payudara ketika diletakkan. Dan berdasarkan testimoni teman saya ini, anaknya jadi emoh nenen lagi karena jijik melihat ‘cacing’.

permen Yupi worm

permen Yupi worm (cacing)

Saya melakukan persis seperti yang dilakukan teman saya. Ketika kai sedang ‘sakau’ dan minta nekke (istilah Kai untuk nenen. Red), dibalik baju saya telah tertempel ‘cacing-cacing’ itu. Ketika Kai menarik baju saya dan memonyongkan mulutnya, ia terkejut dengan pemandangan tak biasa di hadapannya.

“Ini apa?” tanya Kai.

“Cacing,” jawab saya.

“Cacing ya?” ujar Kai menirukan.

Sejurus kemudian, Kai menarik ‘cacing-cacing’ itu tanpa rasa jijik dan meneruskan keinginannya untuk nekke. 😦

(bersambung)

Advertisements
Leave a comment

18 Comments

  1. Sinta Nisfuanna

     /  June 20, 2013

    walah, yang suka nyindir berarti gak tau susahnya menyapih -_-

    Reply
  2. adik saya sampai umur 4 tahun masih menyusu, mba. saya tiga tahun baru brenti.
    ah jadi ibu sekarang kok kayak semacam perlombaan gitu ya? saya juga khawatir nanti saya termasuk yang suka nyindir2 karena banyak dapat info

    Reply
    • tiap manusia emang unik ya mbak…. jadi sejatinya tidak ada ‘perlombaan’ itu yah, toh yang dilombakan ternyata ‘absurd’ hehehe… Kan Allah tidak melihat hasil, melainkan proses 🙂

      Reply
      • saya jujur belum bisa ngebayangin gimana kalau nanti jadi ibu. tapi kalau liat yang sekarang sih ya semacam kayak perlombaan gitu. ah entahlah

      • mungkin bukan perlombaan ya, tapi lebih kepada target yang meleset 🙂
        saya sendiri tidak pernah merasa ikut perlombaan apapun tuh mbak… sejauh ini saya hanya menjalani proses dengan target tertentu. Misalnya, usia 2 tahun menyapih, usia 2,5 tahun toilet training, usia 3 tahun preschool, dll 🙂

      • bukan perlombaan sih mungkin tepatnya, mba. cuma kalau yang saya liat jadi ibu jaman sekarang lebih banyak tekanannya. mungkin karena sudah banyak info-info dan grup-grup gitu. dan sekali lagi ini karena saya belum jadi ibu jadi mikirnya kayak gitu, mba.

      • Xixixixi… so, jadi ibu dulu deh ya biar ngerasain 🙂

      • iya, nih. lagi nunggu pangeran berkuda-nya datang menjemput. doain segera ketemu ya, mba 🙂

      • Insyaallah segera datang pangeran ber-mercedez-nya yaaa… amiiiin 😉

  3. didoakan semoga ‘hidayah’ itu segera dtg ke Kai yah, ketika wktnya tiba, semua seperti dimudahkan jalannya, tetep disosialisasi terus aja jeng, hehehe anakku 3,5thn jg br lepas, itu jg pas mudik ke Indo ;))

    Reply
  4. “cacingnya” gagal, harus cari akal lain ya… semoga sukses ya. selamat menyapih

    Reply
    • iya nih, sebenarnya udah dilakukan trik lain yg blm sempat saya posting di blog ini… OK, terima kasih mbak… Chayo!

      Reply
  5. Just sharing, ini cara saya dulu. Anak dititipkan ke saudara/kerabat selama 2-3 hari. Pulang2 sdh lupa tuh…. 🙂
    Atau cacing Yupinya diganti yg bentuk dinosaurus atau buaya. *alhamdulillah, yupi sdh halal*

    Reply
    • Sempat kepikiran saya nginap di rumah sodara beberapa hari sih dok, tapi agak gak tega membiarkan bapak & eyangnya bakal kerepotan. Boleh juga tipsnya dok, perlu dipraktekkan… jazakillah dok 😉

      Reply
  1. [Menyapih Kai] Sirih Merah | Rumah Mbakje
  2. [Menyapih Kai] Happy Ending | Rumah Mbakje

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: