The Future of Learning

Video keren tentang pembelajaran/pendidikan masa depan (meskipun sebenarnya masa kini pun sudah berlaku. Red). Must watch video! Semoga jadi pencerahan buat kita semua

Al Fathihah Kai

Alhamdulillah my 2 year old son, Kai, has remembered surah Al Fathihah.
Praise to Allah!

Membiasakan Anak Sholat

Saya pernah membaca sebuah hadits yang isinya memerintahkan anak-anak usia 7 tahun untuk sholat, dan jika sampai usia 10 tahun belum juga mau sholat maka dibolehkan memukul mereka. ‘Memukul’ dalam hadits Rasulullah ini menurut para ulama maksudnya adalah pemukulan yang mendidik, bukan yang menyakiti apalagi membuat trauma.

Kai baru berusia 2 tahun. Tak ada keharusan buat saya sebagai orang tua memerintahkan, apalagi memaksanya untuk sholat. Namun kejadian beberapa pekan terakhir ini membuat saya sungguh terharu;

Ahad lalu, saat silaturahim ke rumah teman, saya mengajak Kai. Kebetulan tak lama setelah kami sampai, azan ashar berkumandang. Tiba-tiba tanpa disuruh, tiba-tiba Kai berdiri sambil berkata, “Ibu, ayo sholat, udah azan”. Subhanallah T_T

foto ini diambil saat Kai sholat tarawih di masjid

foto ini diambil saat Kai sholat tarawih di masjid

Pada hari yang sama, saat saya dan teman-teman sedang asik ngobrol, tak terasa hari sudah menjelang magrib. Buru-buru saya mohon pamit pulang. Kami pun bergegas menuju pangkalan ojek terdekat yang memang terletak persis di sebelah masjid. Tiba-tiba dalam perjalanan menuju pangkalan ojek, azan berkumandang, dan saya pun tidak melihat satu pun tukang ojek di pangkalannya. Mungkin karena mereka bersiap sholat magrib.

“Kai mau ke situ,” ujar Kai sambil menunjuk masjid.

Saya tidak menghiraukan permintaan Kai. Saya menggandengnya dengan bergegas hendak mencari ojek di pangkalan lain yang letaknya lebih jauh. Namun saat kami tepat melewati pintu gerbang masjid, Kai menarik tangan saya sambil merengek, “Kai mau sholat di masjiiiid!”

Masyaallah… Subhanallah… Rasanya berdosa bagi saya jika tidak menghiraukan rengekan mulianya. Maka saya pun memenuhi keinginan Kai sambil berharap semoga tukang ojek sudah bermunculan usai sholat magrib.

Maka dengan keki saya masuk ke masjid yang isinya pria semua. Lebih keki lagi, ketika saya hendak wudhu, ternyata tempat wudhu wanita dikunci. Mau tak mau saya harus wudhu di tempat pria. Sambil memohon pada Allah semoga tindakan ini tidak menjadi fitnah, saya pun wudhu dengan tidak membuka jilbab. Kai juga ikut wudhu di samping saya.

Sejurus kemudian kami sholat magrib berjamaah di masjid tersebut. Kai senang sekali, meskipun gerakan sholatnya masih belum sempurna dan tertib. Tapi wajah bahagia nampak jelas di wajahnya. Saya pun merasa lega karena telah menjalankan kewajiban. Alhamdulillah.

Beberapa hari belakangan ini, sepulang kantor ketika hari menjelang magrib, Kai selalu antusias menunggu azan magrib. Dan begitu azan berkumandang, tanpa aba-aba Kai langsung menuju kran air untuk wudhu, kemudian bersama-sama menunaikan sholat. Bahkan usai sholat magrib, Kai juga antusias untuk membaca Quran bersama. Subhanallah walhamdulillah.

Kai ngaji (padahal belum bisa baca)

Kai ngaji (padahal belum bisa baca)

Pagi tadi, saat azan Subuh berkumandang, Kai terbangun ngelilir (mengigau. Red). Karena hari masih gelap, maka saya tenangkan kembali dia untuk tidur lagi. Setelah dia kembali tenang, saya pun bergegas sholat qobliyah subuh. Tanpa diduga, Kai menangis, “Ibuuu… Kai mau sholat…”.

Buru-buru saya selesaikan sholat sunnah rawatib yang sedang saya kerjakan. “Kai mau sholat?” tanya saya.

“Mau,” jawab Kai.

“Wudhu dulu, yuk!”

Lalu Kai bangkit dan menuju kran air untuk wudhu. Setelah itu kami gelar sajadah kecilnya dan kami bersama-sama sholat subuh. Subhanallah walhamdulillah…

Kalau kita kembali kepada hadits Rasulullah tentang pendidikan sholat untuk anak-anak, sejatinya pemukulan itu tidak akan pernah terjadi jika para orang tua muslim membiasakan anak-anaknya ikut sholat. Tidak hanya itu, memberikan contoh/teladan dengan tidak melalaikan sholat adalah pendidikan sejak dini untuk mencintai sholat. wallahua’lam bishawab.