Selamat Jalan Bidadari Kecil

Keceriaan membuncah di wajah Tiara ketika orang tua karibnya mengajak berakhir pekan bersama di villa keluarga mereka di Puncak, Bogor. Ajakan itu sekaligus merayakan ulang tahun sahabat gadis tujuh tahun itu yang juga teman sekolahnya. Setelah sepakat, orang tua mereka dan beberapa sanak saudara berencana menghabiskan akhir pekan di villa tersebut.

Karena jarak yang lumayan jauh, mereka semua berangkat selepas subuh pada Hari Sabtu (7/12). Dengan mata yang masih mengantuk, Tiara dan teman-temannya menuju mobil-mobil yang siap membawa mereka berlibur. Ada empat mobil yang berkonvoi dari Sepatan, Tangerang, Banten menuju Puncak, Bogor, Jawa Barat. Karena kantuk yang masih menggelayuti, gadis-gadis kecil tersebut tidur sepanjang perjalanan. Bahkan untuk sarapan pun mereka tak sempat. Hanya beberapa potong saltcheese crackers yang sempat mengisi perut-perut siswi kelas satu SD itu.

“Wah, puas banget nih tidurnya,” ujar ayah Tiara sambil menyetir mobil.

Iring-iringan mobil itu melaju kenjang di jalan nan lengang karena masih paginya hari. Akhirnya mereka tiba di lokasi berudara sejuk itu saat matahari sudah sepenggalah tinggi. Melihat villa yang asri dan kolam renang yang cukup luas, anak-anak pun langsung berhamburan keluar. Sementara para orang tua sibuk menurunkan barang dan memarkir mobil.

Karena luput dari perhatian orang dewasa, anak-anak itu langsung menceburkan diri ke kolam renang yang belum diketahui kedalamannya. Anak-anak yang selalu tertarik dengan air tidak peduli dengan bahaya yang mungkin mengancam mereka, padahal mereka belum lihai berenang. Maka keceriaan pagi itu langsung berubah menjadi kepanikan ketika Tiara tenggelam.

Karena tidak ada yang paham mengenai CPR, maka Tiara langsung dibawa ke RS terdekat, yaitu RS Cimacan, Bogor. Namun ternyata nyawanya tidak tertolong karena terlalu banyak menelan air. Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun. Tiara milik Allah SWT dan telah kembali kepada pemiliknya.

Kedua orang tuanya sempat tak percaya dengan kejadian mendadak ini. Saya pun sebagai tantenya sempat tak percaya dengan berita ini. Tak heran jika bunda Tiara sempat tak sadarkan diri. Bahkan sang ayah sempat menepuk-nepuk anak semata wayangnya seraya berkata, “Bangun Tiara, sudah sampai nih,” ketika mereka pulang kembali ke rumah.

Peristirahatan terakhir Tiara

Peristirahatan terakhir Tiara

Air mata ini menetes bukan karena kami menolak takdir-Nya, tapi kami sedih berpisah dengannya, seperti kesedihan Rasulullah SAW ketika putra kecilnya, Ibrahim bin Muhammad, dipanggil terlebih dulu oleh-Nya. Selamat jalan bidadari kecil. Semoga kelak kita dapat berkumpul bersama di surga-Nya… amiiin Ya Rabb…

Pertemuan terakhir kami bersama Tiara (dilingkari) di Taman Cattleya

Pertemuan terakhir kami bersama Tiara (dilingkari) di Taman Cattleya

“Tidaklah sekali-kali sepasang orang muslim ditinggal mati oleh anaknya yang belum baligh, melainkan Allah akan memasukkan keduanya bersama anak-anak mereka ke surga berkat karunia & rahmatNya” (HR Bukhari)

Advertisements
Leave a comment

2 Comments

  1. Semoga dek Tiara bisa membawa kedua orang tuanya ke surga 🙂 aamiin. *terharu bacanya*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: