Banjir ‘Tahunan’

Banjir 'Tahunan'

Foto diambil dari lokasi yang sama, Jl Dewi Sartika RW 07 Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur.

Advertisements

Don’t Underestimate Your Child!

Image

susu cair tercoblos sedotan dengan rapi

Pagi tadi, sepulang dari mini market dekat rumah, Kai (3 th) menyambut saya di pintu depan. Dengan bangga ia berkata, “Ibu, Kai udah bisa nusuk susu moo (susu cair kotak. Red) sendil(r)i.”

“Alhamdulillah… Hebat Kai! Mana coba lihat?”

Dengan mantap menunjukkan pada saya susu cair kotak yang sudah tercoblos sedotan dengan rapi. “Ini ditusuk sama Eyang ya?” tanya saya sangsi.

“Enggak! Sama Kai,” protesnya.

“Oh… Alhamdulillah. Kai hebat sekali udah bisa nusuk sedotan sendiri.”

Kesannya sepele memang kemampuan ‘kecil’ anak yang baru menginjak tiga tahun ini. Tapi saya mengerti itu sebuah kemajuan besar buatnya. Saya selalu teringat betapa ia selalu berusaha keras mengoordinasikan mata dan jari tangannya ke sebuah lingkaran kecil di ujung kotak susu UHT untuk menusukkan sedotan ke dalamnya. Beberapa kali ia berhasil mencapai target lingkaran kecil itu, namun sedotan tidak berhasil masuk hingga ke dalam kotak sehingga susu cair keluar dari celah kecil itu dan membasahi lantai atau bajunya.

Bahkan jauh beberapa bulan sebelumnya, Kai sama sekali belum bisa mengoordinasikan mata dan tangannya dengan baik ke sebuah lingkaran kecil itu sehingga kerap kali ia marah-marah. Puji syukur pada Allah yang telah mengaruniakan kemampuan besar buat Kai. Pujian dan apresiasi patut diberikan untuk prestasi ‘besar’ yang dicapai seorang anak. “Don’t underestimate your child!,” kata Maria Montessori.

Image

Don’t underestimate your child!

 

How I made sure all 12 of my kids could pay for college themselves

cool…

Simple Birthday Pancake

Bertepatan dengan ‘banjir raya’ DKI Jakarta, hari ini Kai ulang tahun yang ke-3. Meski tengah dikepung banjir dan hujan tiada henti yang bikin males beranjak dari tempat tidur, ada hadiah sederhana buat Kai. Maklum seminggu ini gak bisa kemana-mana sekedar untuk beli kue ultah… Pun tukang sayur yang biasanya tiap hari menjajakan dagangan, seminggu ini absen. Mungkin karena rumah mereka kebanjiran.

Anyway, alhamdulillah stok bahan di kulkas dan lemari cukup untuk berkreasi plus mengisi perut kosong di pagi hari. So… here it is “Simple Pancake for my birthday son” 🙂

Bahan:

  • 1 gelas tepung terigu yang sudah diayak
  • 1 gelas susu cair rasa cokelat (bisa diganti rasa lain)
  • 2 butir telur ayam
  • 1 sendok makan mentega, cairkan
  • biskuit cokelat sandwich yang sudah dihanjurkan untuk topping
  • susu kental manis cokelat (lebih enak sebenarnya cokelat leleh, tapi saya gak punya :()

Cara Membuat:

  1. campur terigu, susu UHT, telur, dan mentega dalam wadah
  2. kocok semua bahan hingga rata dan sedikit berbuih
  3. Panaskan wajan datar anti lengket
  4. tuang adonan sedikit demi sedikit ke atas wajan hingga rata, pipih menutupi wajan (kayak bikin d’creepes gitu loh)
  5. diamkan adonan hingga tidak lengket, kemudian angkat dan taruh di atas piring ceper
  6. ulangi langkah 4 dan 5 hingga semua adonan habis
  7. Untuk adonan terakhir, taburkan biskuit cokelat sandwich yang sudah dihancurkan di atas adonan yang sudah diratakan di wajan
  8. Jika sudah matang semua, tumpuk pancake dengan rapi, dan adonan terakhir di bagian paling atas
  9. Hiasi tumpukan pancake tersebut dengan susu kental manis/cokelat leleh
  10. Beri lilin di tengah-tengahnya
  11. Tadaaa… Simple Birthday Pancake siap dihidangkan… Happy Birthday!
Image

Simple Birthday Pancake

Sepenggal Banjir Jakarta Hari Ini

Seperti tahun lalu, di tanggal yang sama Jakarta hari ini kembali terkepung banjir. Inilah sepenggal bingkai banjir Jakarta di daerah rumah saya…

akses menuji jl cililitan kecil I

akses menuji jl cililitan kecil I (photo by mbakje)

jl raya kalibata

jl raya kalibata (photo by mbakje)

view from fly over kalibata

view from fly over kalibata (photo by mbakje)

pengungsi banjir di kolong fly over jl kalibata (photo by mn habibie)

pengungsi banjir di kolong fly over jl kalibata (photo by mn habibie)

Piramida Mesir Bukan Makam!

Dan berkata Fir’aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”. (Quran surah Al Qasas ayat 38)

Jujur, saya baru menyadari bahwa piramida di Mesir yang kesohor itu bukanlah makam raja-raja Mesir! Dan ini benar-benar meruntuhkan kepercayaan banyak orang selama ini, termasuk saya. Berangkat dari ayat di atas lah, saya lantas googling tentang piramida Mesir ini. Dan ternyata, teori yang mengugkapkan bahwa piramida Mesir adalah makam itu teori usang abad 19. Di abad 20 ini fakta arkeologis telah membuktikan kebenaran firman Allah SWT dalam Al Quran. Mengapa demikian?

Sepanjang sejarah penemuan piramida-piramida di Mesir, tidak satu jenazah pun ditemukan di dalamnya. Dugaan para arkeolog dan sejarawan yang membuat teori bahwa piramida adalah makam berdasarkan temuan sebuah kotak yang bentuknya mirip dengan sarkofagus (makam batu), namun di dalam kotak tersebut tidak pernah ditemukan mumi/kerangka makhluk hidup. Ketiadaan mumi/kerangka tersebut akhirnya diklaim para sejarawan dan arkeolog bahwa mumi-mumi tersebut hilang dicuri.

Lantas, piramida Mesir ini bangunan apa dong?

Dan berkatalah Fir’aun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta”. Demikianlah dijadikan Fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian. (Quran surah Al Mu’min ayat 36-37)

Image

Terdapat banyak pintu menuju lorong-lorong di dalam piramida Mesir

Seperti kita ketahui, di dalam bangunan tertinggi pada masanya ini, terdapat banyak pintu menuju lorong-lorong. Di dalam bangunan yang tersusun dari batu buatan dari lumpur yang dipanaskan ini juga terdapat kamar raja dan ratu serta galeri-galeri yang memajang patung-patung dan gambar dinding serta huruf hiroglif. Fakta ini jelas menunjukkan kebenaran ayat Quran di atas. Pintu-pintu dalam piramida tersebut merupakan simbol pintu-pintu langit menuju Tuhan.

Orang-orang Mesir sendiri menyebut piramida “mer“, yang berarti sebuah instrumen atau mesin atau ‘mesin kosmis’ yang berfungsi untuk menyempurnakan proses transformasi manusia yang telah wafat menuju kepada sinar Ra (Dewa Matahari).

Adapun ruang bawah tanah berkanal-kanal yang terdapat pada piramida-piramida di Mesir ini ternyata merupakan kanal-kanal air yang mengalir dari Sungai Nil. Air ini berfungsi sebagai sumber tenaga listrik dalam piramida. Air ini sendiri bisa naik ke atas menggunakan teknologi akuifer.

Air yang naik ke atas ini menggerakkan generator listrik yang ada di ruang bawah tanah. Tenaga listrik ini sendiri digunakan untuk mengangkat batu-batu penyusun piramida itu sendiri. Karena itu, teori yang mengatakan bahwa piramida disusun menggunakan tenaga manusia adalah salah. Tidak masuk pula dalam logika, satu orang bisa mengangkat sebuah batu penyusun piramida yang beratnya 2,5 ton.

Setelah piramida ini tersusun, generator ini pun berfungsi sebagai sumber energi nirkabel di dalam piramida. Wow, ternyata teknologi wireless sudah ada di jaman Firaun! Hal ini dibuktikan dari seluruh dinding dalam piramida yang dilapisi oleh granit yang merupakan konduktor dan bahan radioaktif yang memungkinkan manusia menyalakan lampu nirkabel hanya dengan menyentuhnya. Berdasarkan huruf-huruf hiroglif pada dinding-dinding piramid, bangsa Mesir kuno biasa menggunakan lampu pijar sentuh (hand held bulb) untuk menerangi bagian dalam piramida. Jadi, penemu lampu pijar bukanlah Thomas Alva Edison, tapi bangsa Mesir kuno 🙂

Image

Lampu pijar bangsa Mesir kuno

Puncak piramida ini terbuat dari emas murni–yang sekarang sudah hilang dicuri. Emas merupakan konduktor terbaik. Emas ini sendiri berfungsi untuk mentransfer ion-ion negatif ke langit, tepatnya ionosfer (salah satu lapisan atmosfer bumi. Red). Fungsinya apa? Yaitu sebagai transmisi frekuensi, baik untuk komunikasi maupun lainnya. Wuiiih… canggih ya bangsa Mesir kuno ini! Tak heran jika Firaun mengaku sebagai tuhan. Dan tak terbantahkan ayat Quran di atas, bahwa bangunan tinggi ini dibuat untuk Firaun ‘melihat’ tuhannya Musa as.

Dan tahukah Anda? Menurut ilmuwan asal Turki, Harun Yahya, teknologi canggih tersebut ditemukan dan dikuasai oleh Bani Israil. Itu sebabnya Firaun Ramses II mengejar Musa dan Bani Israil yang tengah hijrah dari negeri Mesir.  Firaun tidak rela buruh-buruhnya yang berotak unggul dan pekerja keras meninggalkan negerinya. Dan ternyata sejarah membuktikan, setelah Ramses II wafat tenggelam di Laut Merah saat mengejar Musa dan Bani Irail, kejayaan Mesir meredup. Dan mungkin karena alasan ini pula akhirnya Firaun Ramses II sempat mengucapkan syahadat sesaat sebelum tenggelam, meski akhirnya ditolak Allah SWT.

hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (Quran Surah Yunus ayat 90)

Subhanallah… Inilah bukti nyata kebenaran Al Quran. Bahwa sebelum para ilmuwan berhasil mengungkapkan fakta ilmiah dan empiris tentang piramida Mesir, Allah SWT lewat lisan Muhammad SAW 1400-an tahun lalu sudah mengungkapkan faktanya. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

sumber referensi:

http://www.youtube.com/watch?v=tiMMERUpaNY&list=TLaxMltXtC7f31aSmCgVBFnPOZrPMKKJZu

http://www.youtube.com/watch?v=T4X_NI5MLu8

http://harunyahya.com/tr/Technological-Advances-of-Ancient-Ages/13770/LIGHT-BULBS-WERE-USED-FOR-ILLUMINATION-IN-ANCIENT-EGYPT?view=desktop

http://www.beforethedelusion.com/1/post/2013/03/egyptologists-admit-pyramids-were-not-tombs.html#comments

http://suppressedinformation.wordpress.com/2012/12/22/pyramids-are-not-tombs/comment-page-1/#comment-196

http://universalmysteries.co/the-great-pyramid-energy-generator-or-tomb/

Kebohongan Besar tentang Manusia Purba

Manusia purba/manusia gua/manusia primitif hanya rekaan para sejarawan semata. Bukti arkeologis yang berumur ribuan tahun adalah bukti nyata bahwa manusia sudah memiliki peradaban tinggi sejak manusia pertama ada di bumi. Dan fakta ini telah tertuang dalam Al Quran lewat lisan Muhammad SAW 1400 tahun lalu.

Berdasar hadits shahih, kita sekarang ini adalah umat akhir zaman yang tengah berada di masa “Dajjal” sebelum Imam Mahdi dan Nabi Isa AS turun ke bumi…

Happy watching 😉

Ilmuwan NASA ‘Menemukan Terompet Sangkakala Malaikat Israfil’

Temuan Ilmuan NASA: Jagat Raya Berbentuk Terompet ‘Sangkakala’

Nabi Adam itu Monyet?

Siang itu, Bu Natalie menerangkan tentang masa pra sejarah dan sejarah manusia di kelas kami. Setelah selesai menerangkan, beliau membuka sesi tanya jawab. Teman saya pun mengacungkan tangan.

“Bu, katanya manusia berasal dari monyet. Tapi di Bible dibilang, semua manusia itu keturunan Nabi Adam. Berarti Nabi Adam itu monyet ya, Bu?”

Bu Natalie hanya terdiam. “Ada yang bisa jawab?” ia balik bertanya.

Image

bagan teori evolusi Darwin

Sekelas hening, entah karena bingung, mengantuk, lapar, atau pusing. Saya pun diam seribu bahasa karena bingung. Saat itu saya yakin seratus persen dengan teori evolusi Charles Darwin yang juga diajarkan di mata pelajaran Biologi. Namun di pihak lain, pada mata pelajaran Agama Islam, kami diajarkan persis seperti teman kami yang bertanya tadi. Seluruh umat manusia adalah keturunan Nabi Adam as.

Karena tidak ada yang bisa menjawab, Bu Natalie pun angkat bicara. Guru sejarah yang beragama Kristen itu akhirnya menyimpulkan bahwa terdapat dualisme antara ilmu pengetahuan dan agama. Menurutnya, ketika belajar sejarah, maka fakta yang benar adalah manusia berasal dari kera. Sementara ketika belajar tentang wahyu (agama), maka manusia adalah anak keturunan Nabi Adam.

Peristiwa di atas terjadi sekitar 16 tahun lalu, saat saya masih duduk di bangku SMA. Namun kejadian itu tidak pernah terlupa dalam ingatan. Sampai akhirnya ketika kuliah saya membaca dan menonton karya Harun Yahya, “Runtuhnya Teori Evolusi”. Maka saya pun paham, bahwa agama dan ilmu pengetahuan bukanlah hal yang terpisahkan, tidak ada dualisme diantaranya. Lewat paparan dalam karyanya, Harun Yahya secara detil membuktikan bahwa teori evolusi Darwin adalah palsu.

Alhamdulillah ilmu baru ini membuat saya makin yakin bahwa Al Quran itu benar. Dan belakangan ini, ternyata masyarakat dunia pun sudah terbuka wawasannya dan tidak lagi memercayai teori evolusi Darwin. Namun para ilmuwan rupanya tidak hentinya penasaran tentang asal muasal manusia hingga penelitian mutakhir pun dilakukan, termasuk penelitian unsur-unsur kimia yang ada di bumi dan unsur-unsur kimia di luar angkasa lewat batu-batu meteorit yang jatuh ke bumi. Maka baru-baru ini muncul teori baru, yaitu nenek moyang manusia berasal dari alien.

Saya pun terbahak-bahak membaca temuan ini. Ketika ilmuwan di tahun 2013 ini baru bisa membuktikan bahwa manusia berasal dari ‘langit’, 1400-an tahun yang lalu Al Quran telah mengatakan bahwa manusia pertama itu berasal dari surga (baca: langit). Bahkan 3000-an tahun yang lalu Injil dan Taurat telah mengatakan hal serupa.

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga… (Quran Surah Al A’raf: 27)

Sayang saya kehilangan kontak dengan guru sejarah saya di jaman SMA dulu. Kalau ada kesempatan bertemu, saya ingin sekali menyampaikan ini. Semoga saja, pelajaran sejarah di bangku sekolah sekarang ini tidak menyesatkan seperti di jaman saya dulu.

2013 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 16,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 6 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.