Kai Sayang Dek Qudsi

Seperti pernah saya tulis di sini, saat hamil anak kedua, ada kekhawatiran bahwa kelak si kakak akan sering tantrum lantaran cemburu pada adiknya. Sebagai orang tua pun saya khawatir tidak dapat berlaku adil terhadap anak-anak saya. Sekarang, saat sang adik telah lahir, ternyata banyak sekali kejutan yang Allah berikan buat kami.

Alhamdulillah Allah karuniakan pada Kai rasa sayang terhadap adiknya. Gak hanya sayang, tapi juga peduli dan tanggap. Sering tanpa diminta tolong, Kai membantu saat terjadi sesuatu pada adiknya. Contohnya, ketika Kai meraba dahi adiknya berkeringat (tanda kepanasan), ia langsung menyalakan kipas angin. Atau ketika sang adik gumoh, Kai langsung mengambilkan baju ganti tanpa disuruh. Tak jarang Kai yang memanggil saya ketika adiknya menangis. Terkadang ketika sang adik menangis dan saya sedang sholat, Kai langsung menghibur adiknya supaya berhenti menangis. Subhanallah… Semua ini kejutan Allah di luar dugaan saya.

Qudsi & Kai akur

Qudsi & Kai akur

Saya bersyukur ternyata Kai tidak cemburu akan kehadiran manusia baru dalam keluarganya. Dan saya amat bersyukur karena Kai sayang adiknya. Meskipun ekspresi kasih sayang seorang anak 3,5 tahun terkadang membuat was-was para orang dewasa. Misalnya, saking sayangnya Kai pada adiknya, ia selalu menciumi adiknya dengan berbagai posisi, mulai dari posisi duduk sampai nungging 😦 Kebayang dong khawatirnya kami kalau-kalau badannya Kai menindih adiknya. Kalau sudah begini, kadang mulut ini sulit dikunci untuk tidak berteriak atau bernada tinggi. Kalau sudah begini, satu-satunya cara adalah memisahkan sementara mereka berdua dengan cara yang damai.

Tapi pernah juga kelakuan Kai yang ‘berbahaya’ terhadap adiknya justru membuat saya tertawa ngakak. Suatu kali, saya tinggal Kai berdua saja dengan adiknya di kamar karena saya kebelet pipis. Saat kembali lagi ke kamar, dari kejauhan Kai tertawa-tawa sambil berkata, “Tuh ibu tuh dek… tuh ibu tuh dek…”. Mendengar itu, saya balas tertawa sambil berkata, “Iya dek, ini ibu dek…”. Dan kata-kata saya spontan terhenti ketika melihat lekat wajah sang adik yang sudah dicoret-coret dengan pulpen *tepok-tepok jidat* :p

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

4 Comments

  1. kayaknya asik ya kalau lihat kakak laki-laki sayang sama adik perempuannya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: