Belum Dibajuin!

Setiap Sabtu Kai (3 th 11 bulan) minta ikut ke kantor. Karena jadwal libur saya Selasa-Rabu dan libur sekolahnya Sabtu-Ahad, maka saya bolehkan dia ikut. Seperti biasa, rutinitas saya diawali dengan mengambil sejumlah koran, tabloid, dan majalah yang diantar loper. Kai ikut saya mengambil tumpukan koran tersebut dan melihat saya menatanya di ruang kerja saya yang juga ruang baca untuk karyawan.

“Itu koran?” tanya Kai sambil menunjuk sebuah tabloid infotainment yang saya pegang.

“Bukan, ini tabloid.”

“Kai mau lihat tabloid.”

“Oke,” ujar saya sambil menyerahkan tabloid tersebut pada Kai.

Kai lalu membolak-balik halaman demi halaman tabloid dengan sampul depan Dewi Sandra tersebut. Tiba- tiba Kai berhenti di satu halaman yang menampilkan iklan pakaian dalam wanita (O-oh… Mata saya sempat membulat dibuatnya).

“Kok ini bajunya begini?” tanya Kai sambil menunjuk foto seorang wanita yang hanya mengenakan bra dan celana dalam.

“Ummm… iya yah? Kok gak pake baju ya? Malu yah… Yuk, kita bajuin yuk!”

“Kenapa gak pake baju?” tanya Kai polos.

“Ummm… soalnya abis mandi,” jawab saya ngasal.

Buru-buru saya mengambil kertas, pulpen, gunting, dan lem. Saya lalu mengajak Kai membuat pola baju, kemudian memotongnya. Kai semangat mengoleskan lem pada baju kertas tersebut. Lalu kami ‘pakaikan’ baju si wanita berpenampilan seronok tersebut.

Gambar seronok yang sudah dibajuin ^^

Gambar seronok yang sudah dibajuin ^^

“Ini masih mandi apa enggak?” tanya Kai sambil menunjuk wanita berbaju dalam yang sudah kami bajukan tadi.

“Udah selesai mandinya. Kan udah pakai baju,” seru saya lega.

Maka saya melanjutkan pekerjaan dengan tenang dan membiarkan Kai menjelajahi isi koran, majalah, dan tabloid di ruangan saya, sampai tiba-tiba…

“Ibu, ini belum dibajuin!” seru Kai sambil menunjuk model iklan body lotion yang memakai baju super minim 😦 *DUWWEEENNG… Ternyata pornografi tengah menyergap kita dimana-manaaaa!!! -_____-