Gagal Meeting Sukses Piknik

Sabtu (09/05) kemarin saya berencana menghadiri temu penulis web abiummi.com di seputaran Depok Town Square (Detos). Berhubung tidak ada orang yang bisa dititipi bocah-bocah, maka saya memutuskan membawa serta Kai (4 tahun) dan Qudsi (11 bulan). Lagipula kalau saya libur kerja, bocah-bocah pasti maunya ikut kemanapun ibunya pergi. Apalagi kalau perginya naik kereta, Kai sudah pasti minta ikut 😀

Sabtu pagi yang cerah. Kai dan Qudsi sudah beraktivitas, mulai dari berjemur hingga main sepeda, meskipun belum mandi 😀 Tapi setelah sarapan, Kai paling antusias mandi pagi karena mau ikut naik kereta rel listrik (KRL) ke Stasiun Pondok Cina. Detos memang terletak tak jauh dari Stasiun Pondok Cina.

Singkat cerita, pagi itu setelah Kai dan Qudsi sudah rapi, saya pun menyiapkan tas gembolan. Maklum, membawa balita itu artinya membawa serta perlengkapan makan/minum beserta baju dan popok gantinya. Nah, saat sedang menyiapkan tas gembolan itulah saya tersandung kaki kursi. Rasa sakitnya membuat saya meringis seketika. Ingin rasanya rebahan saja, namun mengingat janji yang sudah kadung saya buat, maka saya abaikan rasa sakit itu. Dengan sedikit terpincang-pincang, saya lanjutkan mengemasi tas, lalu menggendong Qudsi yang bobotnya 10 kg.

Kai di KRL menuju St Pd Cina

Kai di KRL menuju St Pd Cina

Sampai di Stasiun Pondok Cina sekitar jam 11 lewat. Saya duduk agak lama di kursi peron, karena kaki mulai cenut-cenut. Saya baru tahu kalau lokasi pertemuan dipindah ke Sawangan setelah whatsapp-an dengan empunya hajat. Itu artinya, kami harus meneruskan perjalanan sampai Stasiun Depok Baru dan berjalan kaki ke terminal Depok yang dilanjutkan dengan naik angkot dan berjalan kaki lagi. Dengan kaki yang mulai cenut-cenut, saya agak ragu. Namun saya akan mengusahakan sampai di tempat.

“Ibu, Kai mau makan di danau,” pinta Kai.

Saya memang merencanakan ‘piknik’ di pinggir danau UI sambil anak-anak makan siang. Lokasi danau UI memang tak jauh dari Stasiun Pondok Cina.

Kai & Qudsi bergaya di pinggir danau UI

Kai & Qudsi bergaya di pinggir danau UI

Meskipun piknik ala kadarnya–karena lupa bawa alas duduk :p –tapi Kai dan Qudsi tampak hepi. Berkali-kali Qudsi menggaruk-garuk tanah dengan sendok. Kai juga bolak-balik memperhatikan semut-semut yang keluar masuk tanah, sehingga pertanyaannya tentang semut dan tanah bermacam-macam. Ternyata hikmah lupa bawa alas duduk adalah anak-anak jadi kreatif hehehehe… #ngeles 🙂

mejeng dulu yaa :)

mejeng dulu yaa 🙂

Usai makan, kami sholat zuhur di Masjid UI yang letaknya di pinggir danau. Air wudhu benar-benar menyegarkan di siang yang terik hari itu. Tapi usai wudhu, PR besar buat saya yang harus naik tangga sambil menggendong Qudsi dengan kaki pincang. FYI, tempat sholat perempuan ada di lantai dua 😦

Usai sholat, saya baru menyadari kaki saya bengkak! Akhirnya saya menyerah. Saya tidak sanggup menghadiri pertemuan di Sawangan 😦 hix.. hix… Maka setelah leyeh-leyeh di masjid, kami memutuskan untuk pulang. Namun sebelum pulang Kai minta dibelikan minum, karena bekal minum kami habis tapi tenggorokan rasanya masih hauuuus banget karena cuaca yang panas terik.

Memang manusia hanya bisa berencana yah, Allah SWT yang menentukan. Qodarullah hari itu saya gagal meeting, tapi ‘sukses’ piknik seadanya dengan kaki pincang. Qodarullah juga pulangnya langsung didatangi tukang urut, karena tetangga melihat saya jalan pincang dan langsung inisiatif manggil ‘Nek Muna’.

Alhamdulillah setelah diurut sudah lebih baik meskipun masih agak sakit. Semoga bisa segera normal dan kembali mengejar kereta 😀 amiiin…

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: