Di-‘hukum’ Malah Senang

Kai (4,5 tahun) kalau bercanda selalu main fisik, entah itu menendang, memukul, menarik/menjambak, atau mendorong. Sehingga tak jarang saya merasa ‘dianiaya’. Sering juga saya merasa kesal karena kesakitan akibat ulahnya ini, apalagi kalau Kai sudah mengajak ‘main’ adiknya yang masih belajar berjalan. Kalau emosi sedang membuncah, ingin rasanya saya menghukumnya secara fisik, apalagi omelan dengan kata-kata tidak mempan buatnya.

Pernah suatu hari saya menghukumnya dengan mem-banjur-nya dengan air seember. Tapi doi ternyata malah tertawa kesenangan (Capek deeeh. Red). Pernah juga di lain waktu, saya kelitiki sekujur tubuhnya hingga dia tertawa habis. Bukannya kapok, Kai malah ketagihan. Ujung-ujungnya dia mengulangi perbuatannya agar kembali dikelitiki 😦

Baru-baru ini, Kai kembali menendang-nendang hingga tak sengaja mengenai adik dan eyangnya hingga mereka kesakitan. Saya tahu dia tidak sengaja dan tidak bermaksud menyakiti siapa pun. Namun perbuatannya bisa menyakiti orang lain. Untuk itu, saya bermaksud memberinya sedikit pelajaran.

“Ini kakinya diiket aja yah, biar gak nendang-nendang,” ujar saya sambil memegang erat kakinya.

Namun karena tenaganya cukup kuat, kakinya masih saja menendang-nendang dan tangannya mendorong-dorong. Entah dapat ide dari mana, saya lalu berdiri sambil memegang kedua kakinya, sehingga Kai tergantung terbalik seperti ‘hang-man’. Dan doi malah tertawa senang :p Ketika saya turunkan dia, Kai malah marah.

“Kai mau digantung lagi!”

Akhirnya kami malah bercanda main ‘hang-man’ lagi dan lagi. Capek juga menggantung Kai yang berbobot 15 kg. Tapi Kai malah teriak-teriak, “Mau digantung lagi, Ibu!”

Jadilah saya menggantungnya dengan kain gendongan di teralis jendela supaya gak capek 😀

Kai minta digantung terbalik

Kai minta digantung terbalik

Singkat cerita, ‘hukuman-hukuman’ tersebut malah dianggap bercanda buat Kai alias gak ngeffek. Pusing pala berbie 😦 Yang pasti, saya sangat menjauhi hukuman fisik seperti memukul, menjewer, dan mencubit.

Well, buat yang punya anak laki-laki, mungkin gak heran dengan gaya bercandanya yang selalu main fisik. Berikut ini beberapa karakter khas anak laki-laki yang saya dapat dari sini:

Karakter anak laki-laki
(referensi: tips untuk para ibu tentang cara mendidik anak laki2)

Laki2 adalah mahluk yang berbeda dengan perempuan. Untuk memahami laki2, harus dari sudut pandang laki2, tidak bisa dari sudut pandang perempuan.

1. Ga bisa diam (pecicilan)
2. Berapa kali disuruh pun, slalu lupa, slalu ga dikerjakan. Tips: Dibuat menyenangkan seperti game
3. Hanya melakukan hal yang disukai. Tips: Dibuat menyenangkan seperti game
4. Senang berpetualang, melakukan hal yg berbahaya
5. Peduli dengan kalah menang
6. Senang kelahi2an, senang dengan figur2 hero
7. Berulang2 antara berkelahi dan berteman. Jangan terburu2 merelai. Cukup diawasi, kecuali jika ada hal yg membahayakan. Anak laki2 cenderung menggunakan fisik dlm bertengkar, sementara anak perempuan menggunakan mental dan kata2.
8. Cenderung menyukai kata2 jorok. Dlm hal ini, kita gunakan ajaran islam sebagai patokan. Membiasakan anak dengan ayat Qur’an, dzikir.
9. Ga peduli dengan kotor
10. Cepat bosan, senang hal bergerak (mobil, kereta, pesawat). Ganti sudut pandang: cepat bosan -> cepat puas
11. Tulisannya jelek
12. Lambat dlm memulai dan mengerjakan sesuatu. Tips: gunakan skinship ketika menyuruh (mengusap kepala, menepuk bahu)
13. Senang mengoleksi
14. Hanya puas dengan alasan logis
15. Sayang sekali dengan ibu. Ingin melindungi ibu.

Anyway, lagi kepikiran buat ngelesin bela diri buat Kai… Tapi malah khawatir kalau dia mempraktikkan ke adiknya 😦

Advertisements
Leave a comment

8 Comments

  1. mawaddah1985

     /  July 29, 2015

    hihihi ada2 aja kai…
    Sayyid juga sempet ringan tangan mbak…
    terus aku hukumnya dikurung di kamar beberapa menit (sampai selesai nangisnya)
    habis itu aku ajak ngobrol baik2…

    Alhamdulillah lama-lama kebiasaan itu menghilang..
    kecuali lagi kesel sekesel2nya sama temennyaa….

    Reply
    • nasib jadi adik sepertinya memang ‘fitrah’-nya di-bully kakaknya sejak bayi yah hehehehe… survei kecil-kecilan ke temen-temen yang punya anak lebih dari dua

      Reply
  2. Bagus saya dah besar jadi dah tobat ngebully adek :-p

    Reply
  3. waduhhhhh jgn dihukum gan………..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: