Family time with KRL comuter line Jabodetabek 😊 – at Stasiun Tanah Abang

View on Path

Advertisements

T_T

Maafin ibu ya nak pagi ini kamu rewel karena ngantuk dan minta nen tapi gk bisa ibu penuhi karena rempong siapin bekal kakakmu yg mau berangkat sekolah plus beberes rumah plus siap2 ibu mau ngantor hingga kau tertidur sendiri di stroller.

Ibu sadar tak ada ibu yang sempurna. Allah lah Yang Maha Sempurna. Semoga Allah selalu menjaga dan membimbingmu menjadi anak yang sholeh… amiin.

View on Path

Adikku Mainanku

image

Qudsi

Assalamu’alaikum… Perkenalkan, namaku Qudsi. Umurku 1 tahun. Aku sedang belajar berjalan sendiri.

Sejak dalam perut ibu, aku sudah jadi kesayangan kakakku. Waktu masih di perut ibu, Mas Kai suka mengelus-elus dan mengajakku bicara. Tak jarang kakakku teriak-teriak di perut ibu. Mungkin itu sebabnya kalau menangis, lengkinganku amat keras.

Tidak cuma bicara, sesekali pernah kakakku naik ke perut ibu. Mungkin Mas Kai memang tak sabar ingin main denganku.

Ketika umurku baru satu hari, Mas Kai sudah mengajakku main, yaitu main kaget-kagetan. Mas Kai suka membuat suara gaduh saat aku tidur sehingga taganku refleks ke atas. Dan itu membuatnya bahagia.

Mas Kai amat perhatian denganku. Sehingga saat aku menangis, ia berusaha menenangkanku dengan berbagai cara, mulai dari berusaha menggendong, sampai memberikan ‘nenennya’. Tapi ibu dan bapakku malah khawatir jika Mas Kai yang menenangkanku. Mungkin karena Mas Kai masih belum kuat menggendongku.

Pernah juga mukaku dicoret-coret kakakku dengan pulpen sampai ibu terpingkal-pingkal melihatku. “Kai lagi gambar Jam Big Ben,” ujar kakakku.

Itu sebabnya aku selalu ingin ikut kemana kakakku pergi. Makanya aku sering menangis kalau ditinggal Mas Kai sekolah.

Sekarang, aku sudah pandai merangkak dan jalan merembet sambil pegangan. Kakakku suka mengajakku bergurau dengan cara mendorongku saat aku belajar berjalan. Tapi kalau aku jatuh dan kesakitan, aku pasti menangis.

Aku juga suka mengikuti kakakku main kereta api mainannya, tapi aku heran kenapa ia sering berteriak di depan mukaku saat aku memegang mainannya.

Aku pun suka mengikuti apa yang dilakukannya. Saat ia masuk ke dalam keranjang baju, aku pun mengikutinya… hingga keranjang itu terguling bersama tubuhku diiringi jerit tangisku.

Tapi aku tak pernah menyerah dengan apa yag kumau. Aku menjerit kencang jika keasyikanku diganggu, termasuk keasyikanku ngempeng sama ibu.

Aku juga suka binatang loh. Tawaku mengembang kalau lihat kucing, ayam, burung bertengger di depan rumah. Sering aku ingin memanggil mereka, tapi aku masih belum mahir bicara. Sehingga isyarat tangan saja kuarahkan pada mereka.

Demikian perkenalan singkatku. Doakan aku ya agar jadi anak pintar, sehat, dan sholeh… amiiin.